TAKDIRKU

TAKDIRKU
PART 104. Darah sang penerus .


__ADS_3

Melody " : Tapi Jika kita disini, kamu akan kesulitan."


Caroline" : Benar apa yang dikatakan Melody Nath. Jika Mamah dan melody ada disini, kamu akan makin kesulitan."


Nathan" : Tidak ada yang boleh pergi kemanapun. aku sudah tahu siapa orang yang melakukan ini Kepada DRAGON KING. Jadi kalian tidak perlu pergi kemana mana. Masalah ini adalah Urusan Nathan Mah."


Caroline" : Baiklah, Jika memang Kamu bisa menanganinya. Tapi.. memangnya siapa orang yang berani mengusik kita. Dari dulu Waktu kakek mu memimpin DRAGON KING, tidak ada seorang pun yang berani mengusiknya."


Nathan" : Dia adalah Papa."


Caroline " : Apa.?? Tapi Papamu Sudah meninggal Nath."


Nathan" : Dia Masih hidup Mah, Sekarang ia sedang menyerang Nathan. Papa ingin memperebutkan Tahta DRAGON KING. Seperti dulu, Dia selalu serakah."


Caroline " : Dasar Rubah Tua. Masih saja dia berani Mengganggu kita. Jika dia sudah melakukan sejauh ini, Maka kau harus menyerangnya balik. Nathan.. Tidak perduli siapapun dia, meskipun dia ayahmu, Tapi jika Dia mencoba membunuhmu, Maka balas lah dia. Mamah tidak akan menghalangimu."


Nathan " : Itu yang akan Nathan lakukan Mah. Kalian Disini saja, tidak perlu kemana mana. Serahkan semuanya kepada Nathan."


Melody " : Nathan.. Hati hati.."


Nathan Memeluk Melody, lalu mencium kening Melody di hadapan Ibunya.


Nathan " : Jangan khawatir, Setelah semua ini selesai.. kita akan hidup bahagia tanpa Gangguan dari Siapa pun lagi. terutama Edwin."


Melody mengangguk, Lalu melepaskan pelukan Nathan. Nathan pun melangkah pergi dari kamar itu. Dan menemui Ernest yang sedang menyusun rencana bersama Seluruh Pasukan mereka.


Nathan " : Er, Aku akan terbang ke Indonesia, Mencari keberadaan Edwin. Akan aku selesaikan disana. kau urus Yang ada di sini."


{ Dalam bahasa Prancis. }


Ernest " : Baik Tuan muda "


{ Dalam bahasa Prancis. }


Nathan Menggunakan Jalur Bawah tanah nya menuju Pusat Kota Prancis. Jalur bawah tanah itu langsung menuju Ke Gedung Anak perusahaan EMANUELL, dan Memudahkan Nathan untuk Pergi dari sana. Tidak ada seorang pun yang tahu Jalur rahasia itu, Kecuali Nathan dan kakeknya Dan juga Ernest.


Ernest " : Berhati hatilah Tuan Muda. Aku akan menjaga yang disini. Semoga Kita Bisa bertemu lagi."


{ Dalam bahasa Prancis. }


Nathan " : Kita akan segera bertemu lagi. Jaga Ibuku dan Melody Seperti kau menjagaku selama ini." { Dalam bahasa prancis. }


Ernest Menganggukan kepala nya dan Membungkuk kan badan nya.


Ernest" : Saya akan menjaga Nyonya besar, dan Nona Muda. Seperti yang kau Pesan."


Nathan Masuk kedalam Kendaraan Khusus nya, Dan pergi dari sana.


Di tempat Lain..


Tangerang, Indonesia.


Siang itu, Miller Dan V sudah sampai di kediaman Adam di Alam sutera. dan di sambut oleh Milla dan yang lain nya.


Milla " : Kakak... Aku sangat merindukan mu."


Milla berlari kearah Miller dan lompat Di Gendongan Miller. membuat Yang lain nya tertawa. karena tingkah Milla yang seperti Anak kecil.


Adam " : Milla.. Berapa usiamu.?? Kau masih bergelayutan Pada kakak mu."


Milla" : Kek , Aku sangat merindukan Kakak. Tidakkah kakek tahu.."


Adam " : Baiklah.. baiklah.. terserah padamu saja. Ayo Masuk."


Miller" : Hei.. Adik kakak sudah sembuh kah.??"


Milla mengangguk dengan semangat.


Milla" : Kak, Aku sangat merindukan mu."


Miller" : Kakak Juga, Tapi bisakah kamu turun..? Kamu tidak malu kepada semua orang disini.??"


Milla memanyunkan Bibirnya, Dan lompat dari pelukan Miller.


Miller " : Aigoo.. Adikku merajuk.. Sudah sudah, nanti kakak Akan menemanimu seharian ini."


Milla" : Sungguh.??"


Miller " : Iya.. Kakak Janji. Seharian ini kakak milikmu."


Milla " : Yeayy..!!"


Joel " : Lalu bagaimana denganku.?? Kakak ipar, Kau jahat sekali.. "


Miller" : Issh.. Kan Milla yang adikku. kenapa harus kau juga yang di perhatikan.."


Milla menarik tangan Joel, Dan Menyuruh Xi li dan juga Joell Ikut dengan nya.


Milla" : Ayo ikut denganku.. Kak, Ayo ke Ruang tengah."


Milla mwmanggil Miller.


Miller " : Iya Iya.."


Mereka semua Berkumpul Di Ruang Tengah.

__ADS_1


Xi li " : Aku akan menyiapkan cemilan."


Xi li pergi ke dapur mengambil Cemilan Untuk merek semua.


Milla " : Kak, Apakah Pinakan ku sudah Lahir.??"


Miller" : Oiyah.. Kamu Belum melihatnya. Joel sudah melihat Jonah loh.."


Milla" : Masa..?? Joel jahat.! Kau Tidak menungguku Pulang baru kesana."


Milla Berteriak Kepada Joel yang berada di sampingnya.


Joel" : Tujuan ku kesana juga untuk mencarimu Sayang, Kau menghilang bagai di telan bumi.. Aku tidak bisa hidup tanpa Mu saat itu, Jadi aku memutuskan untuk diam diam ke korea, dan memantau Semuanya. Tapi aku tetap tidak bisa menemukan mu. "


Joel Memasang wajah Sedihnya..


Milla" : Uuuhh.. Kau pasti sangat menderita saat itu. Maaf kan aku yah.. "


Joel " : Tidak Masalah, Sekarang kamu sudah kembali, Jadi Aku sudah tidak tersiksa lagi. "


Joel memasang Senyum terbaiknya kepada Milla.


Dan Milla pun tersenyum sangat Manis Karena ulah Joel.


Miller " : Jadi mau lihat Jonah.?? Atau mau saling tatap tatapan.?? Kalian pikir kakak dan Yang lain nya ini lalat kah.??"


Milla" : Hehehe.. Kakak Ah.. Gitu.. Mana foto Jonah."


Miller memberikan Handphone nya kepada Milla.


Dan Milla pun Mencarinya sendiri di Album galeri milik Miller.


Milla" : Apa apa an ini.. Tidak ada satu pun foto Jonah yang sendirian."


Miller" : Hehehehe.. Kakak ipar mu tidak mengizinkan Jonah di foto sendirian. Harus ada dirinya dan Kakak bersama Jonah. "


Milla" : Oooh.. Uuuuh.. Imut sekali Jonahku."


Milla Memandang gemas Bayi laki laki yang berada Di Pangkuan Caca.



Milla " : Kapan kita ke korea lagi.?? Aku sudah tidak sabar menemui Jonahku kak."


Miller" : Kita akan kesana, Setelah Semua ini Selesai.. "


Milla terdiam, Dan Teringat dengan Batu rubi itu. Milla bingung harus bagaimana mengatakan nya.


Milla" : Kak, Bisa ikut aku keruangan Kakek.??"


Miller" : Ada apa.??"


Milla menarik tangan Miller Dan Menuju ruangan Kakek nya. Sebelum Masuk Ke euangan Itu, Milla dan Miller mendengar Adam sedang berbicara dengan Paman Li.


Adam" : Tapi bagaimana Mungkin.. Milla seorang gadis. Akankah dia mampu memimpin ini semua.?"


Paman li " : Tuan.. Alam sudah memilihnya, Batu itulah yang memanggilnya. Batu Itu memilih Milla, sebagai Pemiliknya. Bahkan Malam di saat Milla mengambil Batu itu, Menunjukan Penyambutan Kepemilikan yang baru, Pada saat Milla berhasil membuka Segel Itu. "


Adam " : Tapi Xiao.. Dia Hanya seorang gadis. Bagaimana mungkin dia akan memimpin. Selama ini aku selalu yakin. Miller lah yang Akan mampu Membuka Segel itu. Aku tidak menyangka.. Hanya dengan darah Milla saja segel itu bisa terbuka."


Paman li " : Tuan.. Seperti yang sudah aku katakan tadi. Sekarang.. Keputusan ada di tanganmu.. Mau melakukan Penetesan darah terakhir, Atau menyembunyikan ini Dari Miller. Tapi Aku yakin tuan.. Miller hanya akan semakin terluka, jika Kau menyembunyikan Ini darinya.."


Dari luar Pintu , Miller nampak Gemetar. tangan nya Mengeluarkan keringat dingin. Milla sendiri Tidak menyangka Bahwa Paman li dan Adam sedang membahas Masalah Batu itu.


Milla " : Kak.. "


Mata Miller Berkaca kaca Namun ia tetap tersenyum kepada Milla..


Milla " : Kak.. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menghianati kakak. Sungguh.. Aku.. Aku.. "


Miller " : Dasar Gadis bodoh. Kau lah yang terpilih.. Kakak Bahagia Mendengarnya. Kakak bahagia hingga Kakak seperti ini. Tidak di sangka.. Adikku ini Menjadi Pemimpin. Hahaha.."


Miller menyembunyikan Rasa Sedihnya demi Milla adiknya. Sebenarnya Miller Sakit ketika Mendengar bahwa Milla lah yang terpilih.


Adam " : Xiao li.. Aku Harus bagaimana terhadap Miller. Aku tidak ingin menyakiti Perasaan nya. Aku tidak jngin Miller Salah paham dan menjadi Seperti Eden saat itu."


Paman li " : Jalan satu satunya adalah beritahukan ini semua kepada Miller tuan.. Jika kau sembunyikan ini lebih lama lagi, Miller akan swmakin tersinggung dan terluka."


Adam " : Kita Harus Beritahu Miller, Tapi...


Miller" : Tapi apa kek.??"


" MILLER.??! " Ucap dan Paman li bersamaan.


Miller " : aku sudah dengar semua yang kalian bicarakan. kenapa Kakek Menyembunyikannya dariku.?? Apa kakek Tidak Percaya kepada ku.?"


Adam " : Miller, kakek Minta maaf nak.. kakek tidak bermaksud seperti itu. Miller.. "


Miller" : Kek. Aku sangat bahagia mendengar bahwa Milla lah yang terpilih. Sedari Awal.. aku sudah tahu kalau milla lah yang akan terpilih, Karena Milla memang special. Jangan sembunyikan apa pun dariku kek. Aku tidak sedih.. aku justru bahagia."


Paman li " : Miller, Jika kau mau marah, Marah lah kepada paman. Paman lah yang menyuruh Milla mengambil Batu itu dari sana, sebelum pulang Kemari. Demi masa depan SHADOW, Paman Melakukan ini.. dan tidak di sangka.. Alam memanggil Milla. "


Miller " : Aku tidak marah pamam. Terimakasih kau sudah menjaga Baik baik Adikku, dan Masa depan SHADOW. Kini SHADOW sudah menemukan Penerusnya yang sebenarnya."


Milla " : Tidak.!! Aku tidak akan melanjutkan ini.. Aku seorang wanita. Lagi pula aku akan menikah Suatu hari nanti. Aku tidak mau mengambil Alih ini semua. Siapa pun yang di pilih oleh Alam, Kandisat yang paling cocok melanjutkan Ini Adalah kakak. Jadi.. Kakak lah yang akan terus Memimpin SHADOW hingga nanti. Aku tidak mau memecah persaudaraan Hanya karena Tahta Mafia. Kek, Aku Tidak mau menerimanya."

__ADS_1


Paman li " : Tapi Milla.. Jika bukan Dengan Darahmu, Senjata tersembunyi tidak akan bisa di buka.."


Milla" : Maka aku akan membukakan nya untuk kakak."


Miller dan Adam menangis Haru, Mendengar apa yang Milla katakan. Mereka Pun saling berpelukan.


Miller" : Terimakasih Milla.. Kau memang Adikku yang paling Baik. Kakak tidak akan mengecewakan mu. "


Adam " : Kakek senang, Karena kalian tidak mengalami apa yang kakek Alami bersama Eden. Kakek bsngga kepada kalian yang bisa berfikir jernih, Dan tidak Saling memusuhi. Terimakasih Milla.. Kamu Gadis yang baik. Kakek bangga kepadamu."


Milla" : Kita Keluarga.. Selamanya Tidak akan ada pertumpahan darah lagi. Atau perebutan Tahta seperti yang sebelum sebelumnya. "


Paman li " : Baiklah.. Sebagai tanda Bukti kepemilikan. Silahkan Teteskan darah kalian berdua Di atas Batu ini.. Meskipun Kalian sudah tau Hasil akhirnya, Tapi hal ini harus di lakukan.


Milla" : Tapi..."


Miller" : Ayo kita lakukan."


Adam " : Apakah kamu yakin.??"


Miller " : Tentu saja Kek. Meskipun aku kalah dari milla, Tapi aku Ingin Melihat nya secara langsung.. seperti apa Rasanya Saat Paman Eden Menghadapi kenyataan Bahwa dirinya kalah daei kakek. "


Adam " : Maafkan kakek Nak.."


Miller" : Ayolah kek.. Aku bukan anak kecil Okay.."


Paman li pun Pergi keluar Dari ruangan itu. Dan menuju kekamarnya . Untuk mengambil Batu rubi Itu.


Joel " : Paman.? Dimana Milla..? "


Paman li " : Mm.. Ada di ruangan Tuan adam."


Joel " : Okay.."


Joel pun berjalan Kearah Ruangan Adam.


Tok.. tok.. tok..


Adam " : Siapa.?"


Joel " : Ini aku kek, Joel.."


Miller" : Masuk saja Jo.. "


Joel pun membuka Pintu ruangan itu dan masuk kedalam. Joel melihat Milla yang sedang menangis di pelukan Miller.


Joel " : Kenapa dengan Milla kak.?"


Miller " : Jo, Kamu harus tau Hal ini juga. Karena kamu adalah Ketua Dari Salah satu keluarga 5 Mafia Ini. Duduklah.."


Joel" : Apa yang terjadi kak..?


Miller " : Joel, Hari ini akan di lakukan pemilihan Ketua SHADOW yang selanjutnya. Dan kamu akan menjadi saksi disini."


Joel " : Lalu bagaimana dengan 3 yang lainnya.??"


Miller" : Hanya kamu satu satunya yang boleh tahu ini.. Jangan ceritakan kepada Siapapun. Apapun yang kamu lihat Nanti."


Paman li datang dari Luar. lalu mengunci pintu masuk Ruangan Adam. Dan juga menutup Semua kaca dan Jendela yang berada disana.


Paman li " : Baiklah, Mari kita mulai.. "


Miller " : Paman, Kenapa batunya berwarna Hitam.? Bukan kah seharusnya merah.?? "


Paman li " : Saat belum memiliki Pemilik , Dia akan menghitam. Nanti setelah menemukan Pemiliknya, Dia akan menyala.. "


Miller " : Oh.. okay.."


Paman li menaruh Batu itu di tengah Tengah meja . Dan Mereka semua mengelilingi Batu itu.


Paman li " : Baiklah, Peraturan pertama.. Apapun yang terjadi disini, Kalian tidak boleh menceritakan nya di luar, Selain keluarga Kalian, Atau Keturunan kalian. Dan juga.. Jangan ada pertumpahan darah. Apakah Di antara kalian ada yang ingin membuat perjanjian..??"


Miller " : Siapapun yang Berada disini dan melihat hasil nya nanti. Tolong sembunyikan daei siapapun. Dan jika Ada yang bertanya , Maka katakan saja Tidak tahu."


Adam " : Siapapun yang berada disini. Jika melihat sesuatu yang Mustahil di pandang mata, Jangan Ada yang teriak, ataupun mengatakan kepada Siapapun."


Milla" : Siapapun yang disini, Jika Melihat keanehan kepada diriku, tidak boleh Memberitahu orang lain."


Paman li " : Baiklah, Joel.. kau tidak mau membuat janji.??"


Joel " : Mmm.. Apapun yang dikatakan Kakek, kakak, dan Milla. Aku akan melakukannya. "


Paman li " : Baiklah. Miller, Teteskan darah Mu disini.."


Paman li Menunjuk Batu Ruby itu. Dan Miller pun mengiris sedikit telapak tangan nya. lalu meneteskan Darahnya disana.


Tiba tiba batu itu Menyala Biru..


Adam " : Safir..?? Mengapa Ada warna seperti ini.?"


Paman Li " : Dialah Pelindung.. Orang yang akan melindungi kalian nanti. Baiklah, Milla.. giliranmu."


Milla mengiris sedikit Telapak tangan nya. dan darah nya menetes Di atas Batu yang menyala Biru itu. Seketika Batu Itu memancarkan Cahaya Merah darah yang sangat pekat. Dan memancarkan Cahaya yang sangat menyilaukan Mata. Ada Warna Biru diantara Merah darah itu.


Adam " : Ini.. Apa yang terjadi."

__ADS_1


paman li " : Mereka lah Sang Penerus, Yang satu adalah Pemimpin, Yang satu adalah Pelindung. Selamat Tuan adam, Keturunan mu memiliki kedua Sisi dari Seorang pemimpin sejati. Aku tidak menyangka akan melihat hal ini dengan mata kepala ku sendiri. "


Joel " : Milla, Kemana Bekas lukamu.??"


__ADS_2