TAKDIRKU

TAKDIRKU
PART 90. Dexel


__ADS_3

Axel " : Baiklah, aku akan bergabung dengan mu untuk menghancurkan dia. Dan jangan panggil aku Axel. Panggil saja aku Dexel. Seharusnya aku lah yang sudah mati sedari dulu. Aku akan membersihkan nama baiknya. dengan menjadi dirinya. "


V " : Baiklah Dexel, Kalau begitu sekarang kita bekerja sama. Ini sudah malam, Kalau begitu aku pamit dulu."


Dexel " : Kau tidak mau makan malam dulu.? Sebagai Tanda kerja sama kita."


V " : Tidak terimakasih, Aku harus segera pulang . karena Ketua kami sedang koma. "


Dexel " : Kalau baegitu, aku juga ikut dengan mu. Aku ingin melihat Wajah Joel. Yang merupakan Atasan Adikku dulu. "


V " :Jangan sekarang, Belum saat nya kamu muncul. Mm.. sebelumnya apakah aku boleh minta tolong kepada mu.?"


Dexel " : Silahkan. Kau mau minta tolong apa.?"


V " : Kau tahu adikku kan.? "


Dexel " : Adik mu.?? Rayya.??"


V " : Ya, Dia sangat mencintai Adikmu. Hingga Ia menuliskan nama nya sebagai istri adikmu. Sekarang dia sedang mencari pembunuh yang sudah membunuh Adikmu, hingga ia tidak pernah pulang kerumah. Aku minta tolong padamu, Bujuk lah adikku pulang. Mungkin jika kau yang melakukan nya, dia akan Luluh."


Dexel " : Baiklah, akan aku Lakukan. Dan aku juga tidak akan muncul Sebelum kau memberi tahuku. "


V " : Terimakasih Xel, Mm.. Boleh aku panggil seperti itu.??"


Dexel " : Boleh saja. "


V " : Ternyata Kalian memangbbenar benar sama. Dari wajah hingga sifat kalian sungguh mirip. "


Dexel " : Hehehe.. Hanya ibu Ku yang bisa membedakan Kami."


V " : Baiklah, dimana pintu keluarnya.? Apa aku harus Masuk kedalam lubang lukisan lagi.?"


Dexel " : Hahahaha.. Tentu saja tidak, Kau pulang lewat pintu yang sebenarnya. ayo aku antarkan.."


V mengikuti langkah Dexel, Hingga sampai di sebuah pintu besar. Rumah Dexel seperti rumah dalam dongeng, Begitu megah dan luas. hingga panjang Meja makan saja seperti Meja perasmanan dalam pesta pernikahan, Ada 12 kursi.


V " : Kau tinggal sendirian di rumah ini apa tidak kesepian.??"


Dexel " : Aku.? Sejujurnya merasa kesepian. itulah sebabnya aku selalu membuat masalah di luar."


V " : Kalau begitu aku pamit dulu. "


Dexel " : Ya, Hati hati di jalan, dan sampai jumpa lagi."


V melangkah pergi dari rumah Dexel Saat ia melewati geebang rumah dexel, ia kaget. karena jalan yang Sekarang ia lihat, bukan jalan yang sebelumnya ia masuk.


V " : Seberapa besae rumah ini.? "


V menggeleng, lalu memanggil orang nya untuk menjemputnya. Setelah bawahan nya datang, V pun masuk kemobil lalu pergi dari sana.


Saat Malam Tiba, seperti biasanya Dexel membuat ulah, lalu ia akan kabur.


Dexel " : Sepertinya mengerjai Seorang agent akan lebih seru. Mmm.. Aku akan mengerjai gadis itu. "


Dexel mengendarai mobil nya, lalu mengebut menuju Markas Agent Federal. Di sana dia Melakukan Burn Wheel hingga mengundang perhatian banyak petugas keamanan.


Setelah Para petugas itu Mendekat, Dexel dengan Sigap langsung tancap gas dari sana.


Dari atas lantai 3, Tina melihat Siapa yang melakukan itu. Ia langsung berlari keluar dari gedung dan berusaha mendekat ke mobil tersebut. Namun mobil itu Melaju pergi.


Dengan sigap Tina Lari dan menghampiri mobilnya, Lalu berusaha mengejar pria tadi.


Tina " : Itu kamu.. Benar benar kamu.."


Tina merasakan kegelisahan yang tak pernah ia rasakan lagi setelah kepergian Axel. Tina langsung mengikuti mobil Audi itu dari belakang.


Sedangakan Dexel, merasa di ikuti dari belakang oleh tina, Ia semakin semangat dan melajukan mobil nya semakin cepat dan menuju ke sebuah Gedung lama yang sudah tak terpakai.


Tina masih Tetap mengikuti mobil Audi di depan nya. Tina tidak merasa takut sama sekali, karena dirinya seorang agent, dan sudah lihai dalam Bela diri.


Tiba tiba Mobil Audi itu berhenti di sebuah Pelabuhan di samping gedung Tua itu. dan Seorang pria lari keluar daei sana dan masuk ke dalam gedung tua itu.


Tina masih mengikuti pria itu dari belakang. Namun Tiba tiba tangan nya di tarik seseorang.


Brukk..!!"


Tina di tarik kedalam pelukan seorang laki laki.


Dexel " : Rayya.."


Mata tina langsung berkaca kaca melihat pria yang berdiri dihadapan nya itu. Tina berusaha mengatur Nafasnya, dan tangan nya mencoba meraba wajah Pria tersebut.


Tina " : A.. Axxel..?? Kamu benar benar Axel.??"


Tina melihat keseluruh Wajah Dexel. Matanya menemukan perbedaan di sana.


Tina " : Tidak, kamu bukan Axel.!! Siapa kau.??"


Dexel " : Kau bisa membedakan kami.?"


Tina " : Apa maksudmu kami.??"


Dexel " : Rayya Aku... "


Tina " : Jangan panggil aku dengan nama itu.!!! "

__ADS_1


Tina langsung membentak Dexel. Tina tidak mau ada orang lain yang memanggilnya dengan nama Aslinya.


Dexel " : Kenapa..? Bukan kah itu namamu.?"


Tina " : Namaku tina, Bukan Rayya. "


Dexel " : Rayya. Aku akan tetap memanggilmu rayya. "


Tina mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan nya kepada Dexel. Dan spontan dexel menutup matanya.


Dexel " : Tembaklah.. Aku tidak apa. Jika kau menembakku, kau akan kehilangan Axel yang ke dua kalinya. "


Perkataan Dexel membuat Tina menjadi sedih, dan akhirnya ia menangis karena tak kuat membayangkan bagaimana Axel Tewas.


Tina " : Siapa kau?? kenapa kau bisa memiliki wajah yang sama dengan Axel.?"


Dexel " : Aku Axel yang sebenarnya. Dan yang menjadi kekasihmu itu, bernama Dexel. Dia adalah saudara kembarku. Kami bertukar identitas sejak SMA. hingga ia pergi dari rumah. "


Tina " : Bohong..!!"


Dexel " : Kau bisa ikut aku sekarang. dan melihat Sendiri buktinya. "


Tina " : Aku tidak mau.!!"


Dexel" : Rayya, meskipun aku tidak tahu seperti apa perasaan Adikku padamu, tapi aku yakin itu sangat besar. Aku minta maaf padamu, karena bertukar identitas dengan ku, dia jadi pergi Secepat itu. Rayya.... "


Tina " : Stop.!!! Baiklah aku percaya jika kalian bersaudara . Dan bukan salahmu jika dia pergi secepat itu, dia pergi karena menyelamatkan aku, Itu salah ku Sendiri. Dan juga .. Jika bukan karena itu, aku juga tidak akan bertemu dia. Aku yang minta maaf.. "


Dexel " : Sudah... Terimakasih kamu mau menuliskan nama mu di batu nisan nya. Dan.. sebagai Tanda awal pertemuan kita, Mari kita berkenalan.?"


Dexel Mengodorkan tangan nya ke arah Tina. Dengan senyuman khas yang terlihat sama dengan Axel dulu.


Tina Berkaca kaca melihat Dexel yang berada di hadapan nya. Semuanya terlihat sama dengan Axel tidak ada yang bisa membedakan. namun tina tahu, tatapan mata Axel dulu sangat hangat kepadanya. Namun tidak dengan Dexel yang ada di hadapan nya.


Lalu tina menjabat tangan Dexel.


Tina " : Aku Tina."


Dexel " : Tidak Kau Rayya, dan aku akan memanggil mu seperti itu. "


Tina " : Tidak boleh, itu.."


Dexel " : Hanya Axel yang boleh memanggilmu seperti itu.??


Dexel memotong perkataan Tina.


Tina " : Ya."


Dexel " : Kan sudah ku katakan sebelumnya. Sebenarnya Aku ini lah yang bernama Axel. Dan Kekasihmu itu bernama Dexel. kami Bertukar Identitas. Jadi Hanya aku kan yang boleh memanggilmu ' R a y y a '.?"


Tina terdiam, benar yang di katakan Dexel.


Dexel " : Baiklah.. kalau begitu Perkenalkan nama Ku Dexel Abram Maxwell. Aku kakak dari Axel Abram Maxwell. Dan aku disini, memikiki Missi yang sama dengan mu. "


Dexel memberikan senyum terbaik nya. sebenarnya dia sendiri juga belum pernah mengajak Wanita berkenalan. bisa di bilang, Tina lah wanita pertama yang di ajak kenalan oleh dexel.


Tina " : Apa maksudnya Missi yang sama dengan ku.?"


Dexel " : Tina, Sebagai kakak, Aku bertanggung jawab untuk mencari Siapa pembunuh Adikku. Aku sudah tau siapa dia, dan hanya tinggal mencari keberadaan nya sekarang. Maka dari itu, aku mohon padamu.. Berhentilah Memaksakan dirimu seperti ini. Aku yakin Axel sedih melihatmu seperti ini. Berhentilah.. Biar aku dan kakak mu yang menangani ini."


Tina menangis Tertunduk, lalu ia menjatuhkan dirinya di lantai dan menangis tersedu sedu. Dexel tidak tega melihat tina yang menangisz, Lalu ia mencoba menenangkan Tina dengan menepuk nepuk pelan Punggung tina.


Dexel " : Sudahlah, jwngan terus terusan bersedih dan tenggelam dalam Kesedihan seperti ini. Aku yakin Axel Ingin kamu bahagia.. Percayalah padaku dan kakak mu."


Tina " : Kau sudah bertemu dengan nya.?"


Dexel " : Siang tadi aku bertemu dengan nya. "


Tina " : Dan yang menabrak siska.. Adalah kamu.?"


Dexel " : Ya, Dia putri dari Daniel. Tangan kanan Orang yang membunuh Axel."


Tina " : Siapa dia.??"


Dexel " : Master E. Daniel adalah tangan kanan dari Master E. Dan aku baru tahu dari V, bahwa Axel pernah koma. Aku harap gadis itu juga mati.!"


Tina " : Kau mengetahui banyak hal, apa kau juga seorang Mafia.?"


Dexel Menggeleng kan kepalanya..


Tina " : Lalu.?? "


Dexel " : Aku tidak mengakui diriku sebagai Mafia, karena memang aku tidak Sehebat itu. Dan juga Aku tidak memiliki orang sebanyak Para mafia mafia yang ada. Aku hanya sebuah Kelompok Gangster kecil, yang Tumbuh di kalangan Antara Mafia. Nama Kelompok ku Adalah BLACK ROSES."


Tina " : Mawar Hitam.?? "


Dexel " : Ya, mawar Hitam. Baiklah Ayo kita pulang. sekarang kamu tidak perlu turun tangan membahayakan dirimu. Serahkan saja padaku dan V. "


Tina " : Terimakasih.. Tapi aku tetap ingin menghabisi mereka yang sudah membuat Axel dan teman teman ku serta boss ku menderita. "


Dexel " : Kau hanya perlu melihat semuanya berakhir.. Percayalah padaku."


Dexel mencoba meyakin kan Tina, dengan memegang kedua pundak Tina. Tina berfikir panjang dan akhirnya setuju.


Tina " : Baiklah.. Aku percaya padamu. "

__ADS_1


Setelah itu Dexel menyuruh Tina pulang dari sana, secara terpisah. Dan tidak terasa.. Waktu sudah larut malam. Dexel pun menuju pulang ke rumah nya. Saat di jalan ia mampir ke sebuah Caffe.


Tring.. tring.. tring..


Suara pintu Caffe terbuka.


Jessi " : Selamat malam, selamat datang di R&R's Caffe. Mau pesan ap... Akkhh.!!! Hantu.!! "


Jessi teriak melihat Dexel yang berada di hadapan nya. Jessi mengira bahwa dexel adalah hantu Axel.


Dexel " : Mana hantu..?"


Dexel kebingungan..


Jessi " : Loh.. Kok hantu Bisa pegang Handphone.??"


Jessi Bingung sendiri.


Dexel " : Haiiisshh.. Maksudmu aku ini hantu.??"


Jessi " : Tu.. tuan.. Axel masih hidup.?? Bu.. bukan kah tuan sudah..."


Dexel menghela Nafasnya, ternyata Dia di kira hantu Axel.


Dexel " : Oooohhh.. Axel Sering kemari yah.?"


Jessi hanya mengangguk, Tangan nya masih gemetaran memegangi Buku Menu.


Dexel " : Aku bukan hantu kok. Aku lembaran nya Axel, Nama ku Dexel."


Jessi" : Su.. sungguhan bukan Hantu.??"


Dexel menggeleng sambil Tersenyum..


Jessi " : Aduh jantungku.. Serasa mau copot. Maaf kan saya tuan. Tuan mau pesan apa.?"


Dexel " : Cappucino Satu."


Jessi " : Baik, di tunggu. "


Jessi pergi membuatkan Cappucino Pesanan


Dexel. setwlah itu balik lagi mengantarkan Pesanan Dexel.


Saat Jessi hendak pergi lagi, Dexel Melarangnya pergi.


Dexel " : Tinggu.!! Bisa teman i saya ngobrol.?"


Jessi " : Ehh.. Mmm.. Iya tuan."


Jessi masih sedikit takut melihat Dexel yang begitu kembar dengan Axel.


Dexel " : Apa Axel sering kemari.?"


Jessi " : Iya tuan, Dulu Hampir setiap hari dia di sini bersama Nona Tina. "


Dexel " : Kau kenal Tina juga.? Apa mereka pelanggan tetap di sini.?"


Jessi " : Bukan tuan , Nona Tina adalah pemilik Caffe ini. "


Dexel memgangguk angguk mengerti.


Jessi " : Tuan sungguhan kembaran Tuan Axel.? Wahhh.. Wajah kalian benar benar sama."


Dexel " : Apa kamu bisa menceritakan tentang Tina padaku.?"


Jessi " : Mmm.. Bisa, tapi.. Nona tina tidak mau jika dirinya di Ceritakan kepada orang lain."


Dexel " : Ooo... Kalau begitu , Aku bertanya saja padamu. Mmm... Apakah dulu Tina orang yang kaku.? Maksudku.. Dia itu pendiam dan dingin.?"


Jessi " : Tidak juga.. Setau saya, Saat masih ada tuan Axel, nona tina selalu tersenyum. Mesikupn mereka Sebenarnya belum lama jadian. Nona Tina orang yang periang, dia selalu memberi suport kepada Saya dan yang lainnya. Tapi semenjak Tuan Axel meninggal, dia jadi tidak punya semangat diri. bahkan dia tidak pernah datang ke Caffe lagi."


Dexel " : Bagus, Terimakasih untuk ceritanya. Ini Bayar Cappucino nya dan ambil saja kembalian nya, Bye."


Jessi menggaruk kepala nya yang tidak gatal, menconmba mencerna perkataan Dexel tadi. Setelah menyadari apa yang sidah ia katakan, barulah Jessi Menepuk Jidat nya sendiri dan menoyor noyor Kepala nya sendiri.


Jessi " : Addduuuh.. Kenapa aku bodoh sekali, padahal aku yang bilang tidak boleh menceritakan nona Tina, Sekarang malah aku yang bercerita. Aduh .. Bodohnya aku.!! "


Tina merasa kesal dengan dirinya sendiri. Jam menunjukan pukul 11 Malam, Jessi membereskan Semua Yang ada Di Caffe itu. Malam itu malam minggu, Jessi bersama 3 orang lain nya pun Menutup Caffe itu dan pulang ke rumah masing masing.


Saat di jalan, Jessi Bertemu dengan Siska.


Siska terlihat seperti orang yang kebingungan, dan merasa seperti orang ketakutan setelah melihat Pria yang lewat tadi.


Jessi " : Angel.. Kamu kenapa disini.??"


Siska " : Mm.. Tadi aku mau menyusulimu di Caffe. Aku Bingung hsrus melakukan apa. Paman dan bibi Pergi keluar kota. "


Jessi " : Ibu dan ayahku.?? Ada apa.. kenapa mereka tidak mengabariku dulu.?"


Siska " : Aku tidak tahu, Mereka bilang Ada kerabat Ibumu yang Meninggal."


Jessi " : Oohh.. Ya sudah kalau begitu. Lalu, kenapa kamu seperti orang yang ketakutan?"


Siska " : Aku tidak tahu Apa yang terjadi. Aku merasa ketakutan melihat pria yang baru saja lewat. Jess.. apa kamu benar benar tidak mengetahui Masa laluku.?"

__ADS_1


Jessi " : Maaf kan aku, aku benar benar tidak tahu. Aku menemukan mu di bawah tiang listrik di pinggir jalan. Sepertinya Kamu korban tabrak lari. "


Siska " : Bisakah kamu mengantarkan aku ke tempat Itu.? tempat aku di temukan.."


__ADS_2