TAKDIRKU

TAKDIRKU
eps 29


__ADS_3

“Iya aku tau yang ada di fikiran kalian.” Mendengar ucapan Anisa teman – temannya langsung merapat mendekati Anisa. Anisa mengerjabkan matanya melihat tingkah teman – temannya. Mereka menatap Anisa ingin segera mendengar penjelasan Anisa.


“Jadiii…, Tentara tadi itu adalah… .”


“Calon suami!.” Dokter Andre memotong pembicaran, ia keluar dari ruang istirahat, teman – teman Anisa sontak mengalihkan pandangan kearah Dokter Andre dan tercengang mendengar ucapannya tak terkecuali Anisa, mata Anisa terbelalak karena terkejut.


“Beneran Nis yang di bilang Dokter Andre,” salah satu teman bidan masih belum percaya ucapan Dokter Andre.


“Eheemm…,” Anisa tiba – tiba batuk, tenggorakannya serasa kering, ia membuka botol air minumnya yang ia letakkan di atas meja, ia meneguk air dengan satu tegukan, lalu menjawab pertanyaan temanya itu.


“I-iya teman – teman, doakan ya…,” ujar Anisa meringis.


“Waahhh… bakal ada dua pengantin baru ni…,” celetuk salah satu Bidan.


“Ya ampuuunnn…, manis banget jodoh orang, mau satu dong yang kayak gitu,” ujar perawat teman jaga Anisa. Anisa hanya meringis.


Tak lama teman yang bertugas malam datang, Anisa dan yang lain melakukan operan jaga, mejelaskan kedaan pasien yang rawat inap, dan jumlah pasien rawat jalan yang berkunjung di UGD. Terlihat Dokter yang menggantikan Dokter Andre juga sudah datang.


Dokter Andre, Anisa, dan teman – teman lain bergegas pulang setelah operan selesai, tidak lupa Anisa membawa pulang bingkisan yang ia simpan di kulkas dalam ruang istirahat, ya itu adalah ice cream dari Ais, Anisa tersenyum melihat bingkisan itu, membuatnya ingin bertemu lagi dengan Ais.


Anisa sudah sampai di rumah, setelah mengucapkan salam pada ibunya dan mencium tangan ibunya, ia bergegas mengambil handuk, ia masuk kamar madi, 10 menit telah berlalu Anisa keluar dari kamar mandi kini ia merasa badannya kembali segar. Ia rebahkan badannya, Ibu Anisa membuka pintu kamar Anisa.


“Nak, sudah makan? Mau ibu buatkan apa?.”


Anisa bangun dari tempat tidur, “gak usah bu, Anisa masih kenyang, pengen istirahat aja, lumayan capek hari ini, ibu istirahat aja ya, oiya ibu sudah makan kan?,”


“Ibu sudah makan tadi selesai magrip, ya sudah kalau begitu istirahatlah,” ibu Anisa menutup kembali pintu kamar Anisa.


Anisa mengambil HPnya, ia mencari nama sahabatnya yang pastinya itu adalah Diana, Anisa mulai mengetik pesan sambil rebahan di atas kasurnya yang empuk dan nyaman.


“Din…,”


Pesan Anisa sudah di lihat Diana, tak berselang lama Diana membalas pesan Anisa.


“Apa sayang, kangen sama aku, udah balik dari jaga ni…?.”

__ADS_1


Anisa meringis membaca balasan Diana, lalu ia pun membalas pesan sahabatnya itu.


“Sayang… sayang pala lu peang, kamu mulai kapan cutinya?.”


“Hahaha…, palaku gak peang kok, 2 minggu lagi aku ngajuin cuti, kayaknya cuman dapet cuti 3 hari jadi pas deket – deket hari H aja lah cutinya, toh udah ada yang ngurusin persiapan jadi aku gak perlu yang repot – repot banget.”


“Mantap, semoga lancar semuanya ya sahabat terbaikku, nanti aku atur jaga aja deh jadi gak usah ngajuin cuti hehehe.., Oiya kamu bisa hadir gak pas nanti keluarga Bang Ais kesini.”


“Amiin… ma-aci cayang muachhh…, kayknya bisa di jadwal aku lepas jaga malam.”


“Iiihh…, apaan sih pakek acara cium – cium segala, genitnya nanti aja deh sama Bang Rizal kalau sudah halal.”


“Hahaha…, istirahat yuk besok aku jaga pagi, kamu gak chat sama Bang Ais?.”


“Oke, gak dia lagi jaga malam, ya udah selamat istirahat.”


Setelah meletakkan HPnya, Anisa memejamkan matanya dan tak lama ia terlelap dengan posisi memeluk bantal guling yang ada di sampingnya.


Driiinggg… driiinngg…, beberapa kali HP Anisa berbunyi, ia terbangun dengan mata sayup – sayup dan setengah sadar ia mengangkat telfon.


“Dek…” suara itu mengejutkan Anisa, “ seperti suara Bang Ais,” gumamnya, ia seketika tersadar, ia melihat HPnya, benar saja itu telfon dari Ais.


“Ha-halo Bang, ada apa malam – malam nelfon,” ujar Anisa tanpa melihat jam.


“Hahahaha… .”


Anisa mengernyitkan dahinya, “kok ketawa si Bang memangnya ada yang lucu?,”


“Adek… sekarang sudah masuk waktu subuh, coba Adek lihat jam brapa sekarang.”


Anisa melirik jam weker berbentuk Doraemon yang ada di atas meja kamarnya, Anisa tersenyum sambil mengusap mukanya dengan telapak tangannya.


“Abaang iihhh…,”


“Hehehe…, sudah sana siap – siap shalat subuh, Abang mau ke masjid gantian sama temen Abang.”

__ADS_1


“Oke,”


Telfon pun dimatikan, Anisa pergi kemar mandi, gosok gigi lalu berwudhu, terlihat juga ibu Anisa yang ternyata sudah bangun.


“Tumben bangun sendiri, biasanya meskipun jam weker bunyi tetap saja ibu yang bangunin.”


“Hihihi…,” Anisa hanya nyengir. Anisa dan ibunya melaksanakan shalat subuh, setelah itu ibu Anisa sibuk di dapur sedangkan Anisa baringan di sofa depan tv, ia agak santai karena masuk sift jaga malam.


3 hari kemudian.


Di rumah Anisa sudah ramai dengan keluarga besar Anisa, hari ini adalah hari dimana Anisa akan dilamar Ais secara resmi, keluara Ais juga sudah datang 1hari sebelumnya, mereka menyewa Hotel yang tidah jauh dari rumah Anisa. tak ketinggalan juga sahabat Anisa yaitu Diana, ia juga tampak sudah hadir menemani Anisa.


“Ya Allah…, cantiknya Anisa,” ujar Diana, ia pangling dengan penampilan Anisa setelah di makeup, karena Anisa memang tak pernah memakai Makeup, selalu berpenampilan polos hanya memakai bedak, itupun bedak baby.


“Ah jangan gitu dong, aku jadi malu tau, aku agak gak nyaman, mungkin karna gak pernah pakek yang beginian,” wajah Anisa memerah karena malu.


“Iyalah kamu kan biasa pakek bedak baby, hahaha…,” ejek Diana.


“Dianaaa…,” Anisa memanyunkan bibirnya yang berwarna pink karena lipstik.


“Tapi emang jujur kamu cantik lo Nis, pasti tar ni ya bang Ais terkesima melihatmu, bertanya – tanya, apa ini Anisa??,”


“Iya terus aja dah ledekin terus ya…,”


Kini tibalah rombongan keluarga Ais dan tentu saja dengan Ais, mereka turun dari mobil dan berjalan beriringan, Ais terlihat berjalan paling depan dengan didampingi kedua orang tuanya sedangkan kakak, adik, dan keluarga Ais yang ikut ada di posisi belakang.


Mereka di sambut dengan petugas yang ditugaskan untuk menyamput serta mengarahkan keluarga Ais ke tempat yang sudah disediakan, ditempat itu pula keluarga Anisa sudah bersiap, melihat keluarga Ais datang, keluarga Anisa berdiri dari tempat duduk dan saling bersalaman.


Acarapun di mulai, Dua keluaga ini dipersilahkan menempati tempat mereka masing – masing oleh MC.


“Ya baik, sekarang kita akan menyambut wanita yang hari ini sangat cantik, Mbak Anisaaa…,” MC mempersilahkan Anisa untuk keluar dan duduk di antara ibu dan paman Anisa yaitu paman Hadi.


Mata Ais tak berkedip melihat calon istrinya berpenampilan begitu berbeda, begitu cantik dan anggun dengan busana dres perpaduan kain kebaya dan batik serta hijabnya yang agak panjang sampai perut, karena memang Ais tak pernah melihat Anisa memakai makeup, Ais tak kuasa menahan senyumnya, ia terus memandangi Anisa yang menundukkan pandangannya karena malu, ya Anisa memang gadis yang pemalu.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2