TAKDIRKU

TAKDIRKU
PART 103 Keputusan yang memberatkan hati.


__ADS_3

Milla" : Tidak usah lah.. Kamu harus banyak istirahat. Ayo tidur saja."


Joel " : Tidak, Kamu nanti sakit. Ayo kita ke dapur.."


Joel menarik tangan Milla, terpaksa Milla pun mengikuti Joel. Setelah sampai di dapur Joel menyuruh milla untuk duduk dikursi Meja Bar dekat dapur. sedangkan Joel sendiri memulai aksinya.


Milla" : El.. Aku merindukan saat saat seperti ini. Dulu kita sering melakukan Ini bersama. kamu Memasak untuk ku, dan aku menunggu masakan mu."


Joel " : Jika kamu Mau, Aku akan melakukan nya setiap hari untukmu. Asalkan bersama mu, apa pun akan aku lakukan.."


Milla" : El, Berjanjilah.. kau tidak akan meninggalkan aku lagi. Baik aku Sakit atau pun hilang ingatan lagi. Berjanjilah akan setia menemaniku."


Joel Menghampiri Milla, Lalu Joel menarik Kursi yang di Duduki milla, Dan sekarang posisi mereka berdekatan. Joel memandangi Milla dengan seksama. Dan akhirnya Joel mencium Milla.


Milla Membalas Ciuman itu, mereka Hanyut dalam Perasaan mereka berdua. Hingga suara Air yang mendidih Menyadarkan Mereka berdua.


Joel Bangun dan Menuju ke kompor Tempat spaghethie Nya di rebus.


Joel " : Jangan menggodaku lagi okay, Kau membuat fokus ku hilang."


Milla hanya tertawa melihat Joel yang panik saat air mendidih itu hampir membludak.


Dari balik sebuah Pintu, Joell Melihat kemesraan Milla dan Joel. Membuat hatinya teriris sakit. Ia hanya bisa Menetes kan Air matanya. Dan menangis dalam diam. Lalu ia pergi dari sana.


Joell Dusuk di taman dekat dengan rumah itu, Ia memandangi Bintang di langit yang luas..


" Tuhan.. Kuat kan hati ini.. Tolong bantu aku merelakan dia bahagia Bersama Kekasihnya "


Ucap joell dari dalam hatinya.


Joell" : Aku Tidak boleh terus bergantung Dengan Milla. Aku harus bisa Menjadi Kuat dan melindungi Diri sendiri, Baru bisa melindungi Dia.."


Joell kembali Masuk kedalam Rumah itu, dan bersikap seolah Tidak melihat Mereka di dapur.


Saat Joell lewat dan menuju tangga, Milla memanggil Joell..


Milla" : Joell.. Kau dari mana.??"


Joell" : Aku dari luar, Cari angin.."


Milla" : Apa kau lapar.? Kau juga belum makan, Ayo makan bersama.?"


Joell melirik kearah Joel yang juga sedang menatapnya.


Joell" : Aku sudah makan bersama Xi li. Kalian lanjutkan saja. Aku mengantuk."


Milla" : Oh.. Okay, Night.."


Joell " : Night.. "


Joell pun pergi.


Setelah joell pergi, Milla melihat kearah Joel yang sedang menatapnya.


Milla" : Ada apa.??"


Joel" : Sekarang kau berani berbagi Spagethie buatan ku dengan orang lain huh.??"


Milla" : Hehehe.. Dia kan bukan orang lain, dia paman ku.."


Joel tersenyum saat Milla mengatakan bahwa Joell hanya Paman nya. Lalu joel mengecup Bibir milla, dan membuat milla tersedak karena kaget.


Milla" : Uhuk.. uhuk.. uhuk.. "


Joel dengan sigap mengambilkan Air minum untuk Milla. Milla pun menghabiskan air yang di berikan oleh Joel.


Milla" : Hei.. Bisa tidak jangan mendadak menciumku seperti itu. Bagaimana Jika aku mati tersedak.!!"


Joel hanya menyengir Di marahi oleh Milla. memnuat milla Tambah Marah kepada Joel.


Milla" : Dasar Gundul.!!"


Joel " : Apa.!!"


Milla" : kamu Gundul.!"


Joel " : Katakan sekali lagi."


Milla " : Kamu Gundul. Dasar Gundul.. Gundul.. "


Joel Gemas dengan Milla yang mengucapkan kata gundul. Joel pun memeluk milla dan menciumi milla.


Joel" : Baiklah, Maafkan aku Ratu ku.. Lanjutkan makanmu."


Milla" : Awas kau.!"


Joel" : Iya iya.. Aku tidak mengganggumu lagi."


Mereka pun menghabiskan makan Larut malam mereka. Lalu Naik keatas kamar mereka dan bersiap tidur.


Seperti biasanya yang mereka lakukan dulu, Joel tidur Memeluk Milla, Hingga Mereka berdua sama sama terlelap.


Ke esokan Harinya..


Miller Semalam tidur di Markas Joel, dan tidur di kamar yang sebelumnya di tempati Riu.


Mereka membicarakan semua Hal hingga Larut malam. V sudah menceritakan semuanya kepada Miller, Dari Awal hingga akhir.


Dan kini mereka menyusun rencana Ulang. karena Sekarang mereka tidak akan melibatkan Riu, dan Ethan. Menurut Miller, Ethan masih sangat Lemah untuk menjadi pemimpin. Miller Memberi waktu untuk Ethan, agar ethan bisa melatih dirinya lebih dalam lagi.

__ADS_1


Sebelumnya, Miller mengumpulkan Semua anak buah Joel, V, Adam, Dan dirinya sendiri. Agar bersiap apapun yang akan terjadi, dan juga mereka sepakat untuk tidak memberi tahu Nathan kebenaran, Bahwa Edwin adalah Eden.


Maksud Miller melakukan Itu, Agar Miller bisa melihat Seberapa Tegarnya dia menghadapi kenyataan. Miller juga bermaksud agar Nathan bisa Berlatih lebih banyak lagi.


V " : Selamat pagi Boss."


Miller " : Pagi, Setelah pembahasan semalam. Ayo kita lakukan Rencana kita ini Besok. Hari ini aku ingin bertemu Dengan Adikku dulu. Aku sudah sangat merindukan nya. "


V " : Baiklah Boss. Kapan kita akan kembali kerumah Besar Tuan Adam.?"


Miller " : Setelah makan siang nanti. Sekarang aku ingin bertemu dengan Eden."


V " : Baiklah, Menurut Lokasi dari pelacak Boss riu, Hari ini Mobil Eden berada di daerah Rasuna Said Tepatnya di Gedung Xx."


Miller" : baiklah, Setelah ini Kita jalan menuju kesana. Aku akan membawa beberapa pengawal Gelap ku untuk menjaga kita."


V " : Aku akan bersiap Boss."


Sekitar jam 10 pagi mereka Pun berangkat menuju gedung Xx, di daerah Rasuna Said. Setelah Sampai di gedung itu, Miller turun dari sana. Menurut mata mata nya, Edwin / Eden sedang berada di restaurant Mewah Di Gedung itu.


Restaurant Itu terletak di Atap Gedung, dengan pemandangan Langit dan Luasnya kota Jakarta, membuat siapa saja ingin datang kesana.


Miller " : V, Aku sudah melihat target."


Miller Bicara dengan V lewat Ear piece nya.


V " : Baiklah Boss, hati hati.. Aku akan menyabotase perjanjian nya dengan Klientnya. "


Miller " : Okay, Aku ingin lihat bagai mana reaksinya melihat ku."


Miller nelangkah kan kakinya memasuki restaurant itu. dan tiba tiba duduk di hadapan Edwin yang sedang menikmati Kopinya.


Miller" : Hai tuan, Apa kabar.? Masih ingat aku.??


Edwin membelalakan matanya, Melihat Miller berada di hadapan nya. Wajah Miller yang Tidak berubah Dari Saat ia kecil hingga sekarang, masih teringat jelas Di ingatannya.


Edwin" : Miller.??"


Saking kaget nya Edwin sampai lupa Berakting di hadapan Miller.


Miller" : Wooah.. kau masih ingat aku rupanya. Bagaimana keadaan mu tuan.?"


Edwin " : Aku baik. Apa maumu.!!?? "


Miller" : Wow.. wow.. wow.. Sabar tuan, Aku hanya kebetulan disini dan melihat orang yang pernah aku tembak dulu. Oiyah, dimana bekas luka Tembakan ku.?? Wahhh... Kau Menghilangkan nya.?? Apakah operasi plastik.?"


Edwin " : Bukan urusanmu.!!"


Miller" : Oiyah, Apakah kau sudah Memenuhi janjimu.??"


Edwin" : Janji.? Janji apa.?"


Miller" : Kau berjanji kepada Putra mu Nathan, Bahwa jika di beri kesempatan kedua.. maka kau akan berusaha menjadi ayah yang baik. Tapi sepertinya kau melupakan janjimu.. Kau bahkan.. Menyerang Putramu sendiri."


Miller" : Mmm.. Jangan jangan... Setelah Hidup kembali, kau menjadi hilang ingatan ya.? Aku turut perihatin Tuan Edwin Anggara.? Hahaha.. Nama mu ini Selalu Enak di sebut yah, Musuh Dari semua Mafia. Mmmm.. Seharusnya aku memanggil mu Paman. Benar Tidak.?? Kau kan Salah satu Keluarga besar Mafia. EAGLE."


Miller sengaja menekan kan Nama Edwin. Hingga membuat Edwin / Eden Menjadi Gusar.


Mata Edwin memerah, Ketika Miller mengucap kata Paman.


Edwin" : Pergilah, Aku tidak ingin berurusan denganmu Sekarang. Jangan membuat Mood ku hilang."


Miller " : Woahh.. Ada apa dengan Mu tuan Edwin.? Kenapa Mata mu mendadak Merah.?? Mmm.. Apa ada kata kata Ku yang membuatmu tersinggung.?? Maaf kan aku kalau begitu. Baiklah, Aku akan pergi dari sini sekarang juga. Sampai Bertemu lagi Tuan Edwin."


Miller Bangun dari Duduknya, Dan melangkah pergi dari sana. Perasaan Nya sedikit terluka Ketika Bertatap Muka dengan Edwin / Eden.


Setelah Ia masuk ke mobilnya, Miller menjadi Diam tidak Bersuara. Membuat Vheran dan bertanya tanya.


V " : Boss, Kita pulang kerumah Tuan Adam .?"


Miller " : Ya."


V pun menjalankan Mobilnya dan menarik Semua pasukan nya untuk meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Miller sendiri sedang melamun.


" Kenapa kau berubah menjadi seperti ini paman, Seharusnya Kau Selalu menjadi Pamanku yang Baik, Dan menyayangi ku seperti dulu. Bukan menjadi penjahat yang memusuhiku."


Miller Berkata dari dalam hatinya, dan membayangkan kenangan nya. Dulu saat Miller Kecil, Eden selalu bersama Miller. Mereka sering Menghabiskan Waktu berdua. karena Eden Belum memiliki Anak, Eden memperlakukan Miller Seperti Anaknya sendiri.


**flashbacks of memories on **


Miller kecil selalu bermain dengan Eden di pantai. Saat itu, Miller berusia 4 Tahun. dan Istri Eden belum ada tanda kehamilan. Miller dan Eden selalu bermain di pantai Di Villa Keluarga mereka.


Miller " : Paman... Ayo kita buat Pesawat kertas."


Eden " : Wahh.. Lihatlah kau ini. Bajumu kotor semua, apa yang terjadi.?? "


Miller" : Aku bermain di pasir."


Eden " : Baiklah, ayo kita Buat Pesawat kertas. Lalu kita main Di Pantai lagi."


Miller" : Okay. Paman.??"


Eden" : Ada apa.?"


Miller" : Saat nanti Aku besar dan menjadi pemimpin SHADOW, Apakah paman akan selalu di sampingku.?"


Eden " : Tentu saja Nak.. Kau adalah kebangga an Paman.. Seharusnya kau memanggil paman dengan sebutan kakek. tapi kau memanggilku Paman."

__ADS_1


Miller " : Paman, Selamanya.. Jadilah Pamanku yang Selalu sayang padaku. Membuatkan aku Pesawat kertas Yang banyak."


Eden" : Hahahahaha.. Nak, ketika kau menjadi pemimpin nanti, Kau sudah tidak akan main pesawat kertas lagi.. Kau pasti akan lupa dengan Pesawat kertasmu."


Miller " : Tidak Akan.. Aku akan selalu mengingat Pesawat Kertasku. karena itu dari Paman Eden.."


Miller Kecil tersenyum bahagia, membuat eden juga tersenyum Bahagia.


** flashbacks of memories off **


Tak terasa Air mata miller menetes, Membuat Miller tersenyum getir.


Miller " : Aku sudah Gila."


V bingung dengan Sikap Miller yang tiba tiba galau. Namun V memilih diam.


Sedangkan di tempat Edwin, Edwin membatalkan janji pertemuan nya dengan Client Nya. Dan memilih Untuk pulang Ke kediaman nya.


Sepanjang perjalanan , Edwin Melamun memikirkan dan membayangkan Masa bahagia nya bersama Miller.


**flashbacks of memories On *


Saat itu, Eden Mengajari Miller Bagaimana Caranya Menaiki sepeda. Karena Miller yang masih 4 Tahun, Kaki nya masih terlalu pendek. Miller Kecil Marah marah dan membuat Eden Tertawa Dengan enaknya.


Miller" : Aaarrrgghh.!! Aku benci sepeda. Aku tidak akan main sepeda lagi. paman, Ayo pergi saja. sepeda ini membuatku Gila."


Eden " : Hahahaha.. Nak, Bukan sepedanya yang Dulit di kendalikan , Tapi kakimulah yang masih terlalu pendek."


Miller" : Paman... Paman Mengatai kaki ku pendek.? Ketika aku besar nanti, Aku akan memiliki kaki yang panjang, Agar Menyaingi paman.!!"


Eden " : Hahaha.. Baiklah.. baiklah.. Ayo kita pergi saja. Mau buat Pesawat kertas.??"


Miller " : Mau.. Mau.. Ayo paman."


Miller kecil lari dengan Riang Meninggalakan Eden yang Berjalan pelan di belakangnya.


Eden " : Jangan lari.. Nanti kau Jatuh."


Miller " : Jika aku Jatuh, kan ada paman yang akan menjaga ku.. "


Eden tersenyum Bahagia Mendengarkan Miller Kecil Berkata seperti itu. Mereka pun pergi dari taman itu.


****flashbacks of memories Off** *


Edwin / Eden Membayangkan itu semua Hingga tak terasa Ia meneteskan air matanya.


Edwin " : Miller.. Kau sudah tinggi sekarang. Bahkan lebih tinggi dari paman. Maaf kan paman yang tidak bisa menemanimu Sampai Kau besar. Paman tidak pantas Menjadi pamanmu lagi."


Di temoat lain..


Nathan saat ini Sedang Mati matian Melawan Para Musuh yang Berdatangan. Markasnya di kepung oleh Semua mata mata Edwin. Satu per satu orang orang Nathan Mati.


Nathan" : Apa yang harus aku lakukan sekarang.!"


{ Dalam bahasa Prancis. }


Ernest " : Tuan, Menurut Mata mataku, dia adalah Orang orang EAGLE, Mafia yang Sempat Mati itu. "


{ Dalam bahasa Prancis. }


Nathan " : Apa.!! Kenapa Dia.??


{ Dalam bahasa Prancis. }


Ernest " : Siapa DIA yang kau maksud tuan.?"


{ Dalam bahasa Prancis }


Nathan" : Er, Ketua EAGLE Adalah Ayahku. Dia adalah Edwin Anggara. Jika Sungguh dia yang menyerangku, Apa Yangbharus aku lakukan.??"


{ Dalam bahasa Prancis.}


Ernest" : Tuan, dalam dunia Mafia, siapa saja bisa menjadi musuh. Ayah Membunuh anaknya, dan sebaliknya. Sudah hal yang sering aku dengar dalam perebutan Tahta Mafia. Jadi jika Ayahmu sudah berbuat seperti ini, Maka berarti dia sudah mengajakmu untuk berperang. Kini saatnya Kau memutuskan semuanya. Pikirkanlah baik baik."


{ Dalam bahasa Prancis. }


Ernest Pergi dari ruangan Nathan. meninggalkan Nathan yang nampak bimbang dengan Pilihan yang Ada di hadapan nya.


Nathan " : Apa yang Harus ku lakukan Tuhan.


Nathan memikirkan semua cara hingga Ia hingga ia menjadi Pusing sendiri. Kepalanya mengulang ulang perkataan Edwin sebelum Kematiannya dulu.


Nathan" : Baiklah.. Aku akan memberimu satu kesempatan terakhir. Jika kau Masih tetap Seperti ini. Maka jangan salahkan aku, Aku akan Membunuhmu seperti yang kau lakukan sekarang."


Nathan meyakinkan dirinya Agar tidak Hanyut dalam Dilemanya. Ia pergi menemui Ibunya Dan Melody. Karena pengerangan Mendadak, Melody dan Caroline Belum pergi dari sana.


Nathan " : Dimana Ibuku.?"


{ Dalam bahasa Prancis. }


Nathan bertanya kepada Pelayan nya.


" Nyonya besar Dan Nona Muda berada di kamar, Tuan." { Dalam bahasa Prancis. }


Nathan mengangguk, Lalu Pergi ke kamar ibunya. Nathan melihat Caroline dan Melody yang sedang Duduk Terdiam, tenggelam dalam pikiran mereka masing masing.


Nathan " : Apa yang kalian pikirkan.??"


Nathan membuyarkan Lamunan Melody dan Caroline.

__ADS_1


Melody " : Nath.. Bagaimana Jika aku dan ibu Pulang Ke Indo saja.?"


Nathan " : Tidak Boleh. Disana Terlalu berbahaya."


__ADS_2