Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 10. Usir dia!


__ADS_3

Pagi harinya, Tiara benar-benar dibuat terkejut saat tiba-tiba Galen sudah berada di depan rumahnya dan tengah duduk santai sambil tersenyum.


Tiara yang baru berniat membuka pintu, membatalkan niatnya begitu melihat Galen. Ia tak mengerti apa maksud Galen datang kesana.


"Loh, itu pak Galen ngapain ya ada di depan rumah gue? Di-dia mau apa coba??" pikir Tiara.


Galen masih tetap santai duduk disana, sampai Rifka datang menghampirinya dan tersenyum ke arahnya.


"Eh pak Galen kan?" sapa Rifka.


"Ah iya, kamu temannya Tiara ya? Siapa deh nama kamu saya lupa?" tanya Galen bangkit dari duduknya.


"Eee saya Rifka, pak. Salam kenal ya!" jawab Rifka sambil mengulurkan tangannya pada Galen.


"Iya, salam kenal juga! Oh ya, ini Tiara kemana ya? Daritadi saya tungguin disini tapi dia gak muncul juga, apa dia belum bangun?" ucap Galen.


"Waduh, saya juga gak ngerti deh pak. Biar saya coba ketik pintunya deh," ucap Rifka.


"Iya silahkan!" ucap Galen memberi jalan.


Rifka mendekat ke pintu, lalu mengetuknya sembari memanggil nama Tiara untuk mengetes apakah dia sudah bangun atau belum.


TOK TOK TOK...


"Tiara, halo Tiara! Udah pagi nih, bangun lu!" ucap Rifka.


Sementara itu, Tiara merasa gugup dan bingung apakah ia harus membuka pintu atau tidak. Pasalnya, ia malas sekali bertemu dan bicara dengan Galen.


"Hey Tiara, buka dong pintunya! Gue tau lu udah bangun, gak mungkin lu masih tidur jam segini. Lu lagi ngapain sih?" teriak Rifka cukup lantang.


"Iya iya..."


Akhirnya Tiara terpaksa membuka pintu, karena ia tak tahan lagi dengan suara teriakan Rifka yang cukup mengganggu telinganya.


Ceklek


"Kenapa sih Rif? Berisik banget deh, gue tuh lagi siapin makanan buat adik gue dulu!" protes Tiara.


"Hehe, sorry Ra! Abisnya lu dipanggil-panggil gak nyaut sih, makanya gue teriak," ucap Rifka.


"Gue kan udah bilang, gue lagi siapin sarapan buat Nindi. Lagian tumben amat lu pake teriak-teriak segala, biasanya juga kagak," ucap Tiara.


"Ya soalnya ini udah ada pak Galen disini, gak enak lah kalo dia nunggu lama," ucap Rifka.

__ADS_1


Tiara langsung menoleh ke arah Galen, pria itu tersenyum lebar lalu mendekati Tiara. Membuat Tiara semakin bingung harus apa.


"Hai Tiara, selamat pagi!" sapa Galen.


"Eee i-i-iya pak, pagi juga!" balas Tiara sedikit gugup.


"Kamu cantik sekali Tiara!" puji Galen.


Tiara spontan melebarkan kedua matanya tak percaya dengan apa yang diucapkan Galen, begitupun Rifka yang ikut terkejut dibuatnya.


"Bapak ngapain ya kesini?" tanya Tiara.


"Saya mau jemput kamu Tiara, supaya kita bisa berangkat ke kantor bareng," jawab Galen.


"Tapi pak, saya bisa berangkat sendiri kok," ucap Tiara menolak tawaran Galen.


"Gapapa Tiara, kamu gak perlu malu begitu. Saya emang pengen jemput kamu kok, jadi kamu jangan sungkan begitu sama saya! Sekalian saya juga mau lihat kondisi adik kamu, dia udah membaik belum?" ucap Galen.


"Alhamdulillah Nindi udah lebih baik dibanding sebelumnya! Tapi, dia tetap harus terus dipantau dan diberi obat. Makasih ya karena bapak kemarin udah antar saya dan adik saya ke rumah sakit!" jawab Tiara.


"Gak perlu terimakasih, saya ikhlas kok bantu kamu. Malahan saya maunya bantu kamu terus, boleh kan Tiara?" ucap Galen.


"Maaf pak, tapi saya mau ke dalam dulu cek adik saya! Yuk Rifka!" ucap Tiara.




Di dalam, Tiara tampak menghentikan langkahnya lalu menatap sejenak ke arah luar untuk memastikan bahwa Galen tak mendengar obrolan ia dengan Rifka nantinya.


Rifka yang bingung masih terdiam tak mengerti dan terus menatap Tiara penuh pertanyaan.


"Ra, lu ngapain sih? Katanya mau cek Nindi, kenapa malah berhenti disini? Oh atau itu tadi cuma alasan lu doang ya?" tanya Rifka.


"Sssttt jangan berisik!" pinta Tiara.


"Kenapa Tiara? Gak bakal ada yang dengar juga, orang disini cuma ada kita berdua. Pak Galen kan di luar, sedangkan adik lu lagi di kamarnya," ucap Rifka.


"Iya gue tahu, tapi kan bisa aja suara lu kedengaran di telinga pak Galen kalau lu terlalu keras ngomongnya. Makanya pelan-pelan!" peringat Tiara.


"Iya iya, lagian emang ada apa sih? Kenapa lu gak mau pak Galen dengar obrolan kita?" tanya Rifka terheran-heran.


"Karena gue mau ngomongin soal dia ke lu," jawab Tiara lirih.

__ADS_1


"Hah apa??" kaget Rifka.


"Bener Rif, gue tuh mau bahas tentang pak Galen. Jujur gue gak suka dia datang ke rumah gue, apalagi pagi-pagi begini," ucap Tiara.


"Emang kenapa Tiara? Dia bos lu sendiri loh, parah lu masa lu gak suka bos lu datang kesini! Harusnya lu tuh senang tau, karena itu artinya dia perduli sama lu!" ucap Rifka.


"Gue takut dia cuma modus atau mau jebak gue, Rifka!" ujar Tiara.


"Yah elah suudzon mulu lu jadi orang! Gak baik tau begitu Tiara! Kita itu sebagai manusia harus berpikiran positif!" ucap Rifka.


"Halah sok-sok ceramahin gue lu, padahal lu juga suka negatif thinking ke orang-orang!" cibir Tiara.


"Hehe, ya gapapa seenggaknya gue masih bisa kasih tahu lu. Udah lah Tiara, kita keluar yuk kasihan tuh pak Galen sendirian!" ajak Rifka.


"Gak ah! Lu aja sana kalo mau keluar! Sekalian lu usir dia ya dan bilang jangan balik lagi kesini gitu!" suruh Tiara.


"Oh oke, tapi gue kasih tahu juga ya kalo itu yang minta lu?" ucap Rifka.


"Eh jangan jangan!" Tiara langsung mencegah Rifka yang hendak pergi ke depan menemui Galen.


"Hadeh, ada apa lagi sih Tiara?! Tadi lu nyuruh gue keluar temuin pak Galen, terus kenapa sekarang malah lu tahan gue?!" heran Rifka.


"Ya lu jangan bilang kalo disuruh gue lah! Bisa dipecat gue nanti!" ucap Tiara.


"Terus gue harus gimana dong? Masa iya gue bilang itu inisiatif gue sendiri? Gak bakalan percaya deh si bos Galen mah, dia kan orang pintar!" ucap Rifka.


"Huft, yaudah lah gausah bilang begitu! Gapapa biarin aja dia disitu," ucap Tiara pasrah.


"Nah gitu dong, gih sana lu samperin tuh bos lu terus berangkat bareng biar makin deket!" goda Rifka.


"Apa sih lu? Gausah ngada-ngada ya!" kesal Tiara.


"Cie Tiara cie, biasanya yang kayak gini nih awal mula bertumbuhnya rasa cinta," ujar Rifka.


"Dasar gelo!" umpat Tiara.


Tiara pun pergi begitu saja meninggalkan Rifka, ia terpaksa keluar rumah menemui Galen meskipun ia tak ingin pria itu ada disana.


Sementara Rifka justru tertawa kecil melihat reaksi Tiara saat hendak menghampiri Galen, ia pun terus memperhatikan Tiara dari posisinya saat ini.


"Kak Rifka!" panggil Nindi dari belakangnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2