Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 21. Kenalan lewat aplikasi


__ADS_3

Nindi merasa heran setelah mendengar obrolan Leon di telpon tadi, ia pun penasaran dan ingin tahu mengapa Leon bicara seperti itu.


Pasalnya, Leon sebelumnya mengatakan jika ia berinisiatif sendiri untuk menjemput Nindi di sekolah dan tidak disuruh oleh siapapun.


Namun, tadi Nindi jelas mendengar Leon menyebut kata bos sewaktu mengangkat telpon dan membawa nama dirinya juga.


"Kak Leon," Nindi memanggil pria itu dengan pelan seraya menatapnya.


"Ada apa cantik?" tanya Leon sembari menoleh ke wajah gadis di sebelahnya itu.


"Kak Leon tadi telponan sama pak Galen ya?" ucap Nindi penasaran.


"Iya benar Nindi, terus kenapa? Kamu dengar ya obrolan saya di telpon tadi?" ucap Leon.


"Iya kak, maaf ya kalau aku lancang! Abisnya kan tadi kak Leon telponan di sebelah aku, jadi mau gak mau aku dengar semua yang kak Leon omongin," ucap Nindi.


"Gapapa Nindi, tapi kenapa kamu tanya soal itu? Apa ada sesuatu yang mengganggu kamu?" ucap Leon bertanya-tanya keheranan.


"Aku penasaran aja, kok kak Leon pake laporan segala ke pak Galen kalau aku lagi sama kak Leon sekarang dan di jalan pulang? Bukannya katanya ini inisiatif kak Leon sendiri?" ujar Nindi.


"Eee sebenarnya saya jemput kamu atas perintah pak bos Galen, Nindi. Maafin saya ya, saya terpaksa bohong supaya kamu mau ikut dengan saya pulang ke rumah!" jelas Leon.


"Ohh, udah aku duga sih. Gak mungkin juga kak Leon punya inisiatif buat jemput aku," ucap Nindi.


Melihat kekecewaan di wajah Nindi, membuat Leon sungguh merasa bersalah dan menyesal telah membohongi gadis itu.


"Maafin saya ya Nindi! Saya gak ada maksud buat bikin kamu kecewa begini," ucap Leon.


"Aku gapapa kok kak Leon, kenapa aku harus kecewa coba?" elak Nindi.


"Gini deh, kamu mau jajan atau beli apa sekarang? Saya traktir kamu deh sebagai permintaan maaf," ucap Leon.


"Sebenarnya gak ada sih kak, tapi kalau kak Leon maksa ya aku minta beliin kue cubit aja deh kak. Udah lama soalnya aku gak makan itu," ucap Nindi.


Leon terkekeh melihat senyum di wajah Nindi, gadis itu mudah sekali merubah ekspresinya.


"Kamu kalau senyum jadi tambah manis tau! Jangan cemberut lagi ya! Saya beliin deh kamu kue cubit yang banyak, tapi kamu mau kan maafin saya?" ucap Leon.


"Umm, mau gak ya?" goda Nindi.


"Yah ayo dong maafin saya! Saya paling gak bisa kalau ada perempuan yang marah sama saya, maafin saya ya Nindi cantik!" bujuk Leon dengan memohon.


"Ahaha, iya iya aku maafin kok. Eh tapi, kenapa pak Galen nyuruh kamu buat jemput aku? Apa alasannya?" tanya Nindi.


"Ya pak bos cuma pengen kamu baik-baik aja Nindi, makanya beliau minta aku jemput kamu. Apalagi kondisi kamu kan belum pulih benar, jadi dia gak mau kamu kenapa-napa!" jawab Leon.


"Lebay banget sih! Padahal aku udah baik-baik aja, gak ada yang perlu dikhawatirin!" ucap Nindi.


"Maklumlah Nindi, itu tandanya kakak kamu perduli banget sama kamu," ucap Leon.


"Kok jadi ke kakak aku sih?" tanya Nindi heran.


"Karena kakak kamu yang minta pak bos Galen nyuruh aku buat jemput kamu," jawab Leon.


"Ohh, pantas aja pak Galen suruh kamu jemput aku. Ternyata gara-gara kak Tiara," ucap Nindi.


"Iya Nindi," singkat Leon.

__ADS_1


"Sekarang mereka lagi ada dimana?" tanya Nindi.


"Di rumah kamu, mereka lagi nungguin kamu pulang," jawab Leon sambil tersenyum.


Nindi hanya diam tak berkata apapun lagi.




Disisi lain, Ciara tersenyum lebar saat mendapati seseorang memberi pesan ke ponselnya melalui aplikasi perjodohan online.


Selama ini Ciara memang menggunakan aplikasi itu untuk membantunya menemukan lelaki yang sesuai dengan kriterianya.


"Wah akhirnya ada juga cowok yang ngechat aku! Kira-kira apa ya isi pesannya?" ujar Ciara.


Ciara pun mengambil ponselnya dan membuka isi pesan lewat aplikasi perjodohan tersebut, ia amat gembira dan tidak sabar membaca isinya.


Sang Peramal


Hai! Salam kenal, namaku Riki si peramal! Aku bisa ramal kalau kamu akan jadi pendamping hidup aku di masa depan nanti.


Ciara menggeleng saja disertai senyum tipisnya, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi tengkurap dan mulai mengetik pesan balasan untuk pria bernama Riki itu.


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Iya, salam kenal juga! Aku Ciara dan aku suka laki-laki humoris kayak kamu.^^^


Ia pun mendiamkan sejenak ponselnya, menanti balasan lagi dari si pria bernama Riki.


Cukup lama ia menunggu, hingga akhirnya ponsel miliknya kembali berbunyi.


Tling


Sang Peramal


Maaf ya lama! Tadi aku balas chat yang lain dulu. Oh ya, bagus dong kalau kamu suka. Aku janji bakal hibur kamu terus!


Membaca itu, Ciara menjadi kurang suka dengan pria tersebut. Ia tak menyukai pria yang tidak bisa komitmen pada satu perempuan.


"Ish, nyebelin banget! Blok deh!" gumamnya.


Tanpa basa-basi, ia pun langsung memblokir kontak sang peramal tersebut dan menunggu adanya pria lain.


"Udah lama gak dapat, sekalinya dapat malah modelan begitu. Apa gak ada cowok setia dan tulus di dunia ini?" ucap Ciara.


Tling


Ponselnya kembali berbunyi, Ciara melirik sekilas melihat ada pesan masuk dari aplikasi perjodohan tersebut dengan pria yang lain.


"Hah? Udah ada lagi yang masuk? Kok bisa secepat ini?" ujar Ciara keheranan.


Gadis itu pun membukanya dan melihat isi pesan dari si pria kali ini.


Christianson Terry


Halo!

__ADS_1


Ciara membulatkan matanya, hanya pesan itu yang dikirimkan si pria bernama Terry tersebut. Ia sungguh kesal, namun tetap membalas pesan itu karena penasaran.


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Ya halo! Ini siapa?^^^


Christianson Terry


Salam kenal, aku Terry! Kamu Ciara kan?


Tak berselang lama, pesan balasan dari Terry langsung masuk dan membuat Ciara tersenyum. Rupanya Terry bukan tipe cowok yang suka lama membalas chat.


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Iya aku Ciara, salam kenal ya Terry!^^^


Christianson Terry


Boleh aku tahu lebih jauh tentang kamu?


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Of course, yes.^^^


Christianson Terry


Kamu umur berapa? Terus tinggal dimana?


Pertanyaan awal yang cukup klasik, namun Ciara mewajarkan karena memang pastinya orang-orang akan banyak bertanya seperti itu padanya.


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Aku 18 tahun, sekarang aku di Jakarta sama kakak aku. Kamu sendiri gimana?^^^


Christianson Terry


Oh ya? Waw kita deketan dong, aku juga di Jakarta. Ya emang sih umur aku lebih tua dari kamu, sekarang aku udah masuk 21 tahun. Tapi, gak ada salahnya kan kalau kita dekat?


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Iya, gak salah kok.^^^


Christianson Terry


Kalau boleh tau, apa alasan kamu main aplikasi ini? Beneran cari jodoh atau emang cuma iseng aja?


^^^Ciara Cantik^^^


^^^Aku udah bosan sendiri terus, aku pengen punya pasangan gitu. Kalau cari di real kebanyakan cowoknya gak bener, siapa tahu lewat aplikasi ini aku bisa nemu cowok yang baik.^^^


Christianson Terry


Ahaha, aamiin. Sama sih aku juga lagi cari cewek yang cocok buat dijadiin pasangan.


Begitulah mereka saling berbalas pesan, Ciara benar-benar larut dalam kesenangannya dan mengabaikan apapun yang ada di sekitarnya termasuk panggilan dari maid disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2