Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 37. Jalan sama om


__ADS_3

Tanpa izin lebih dulu, Galen secara tiba-tiba menggandeng tangan Tiara dan membuat sang empu terkejut.


"Yuk kita masuk!" ucap Galen pelan.


"Kamu ngapain sih pake gandeng tangan aku segala? Udah kayak mau nyebrang aja, padahal cuma jalan beberapa meter ke depan tuh," ucap Tiara.


"Gapapa, kalau gak digandeng nanti kamu diambil orang. Lagian truk aja gandengan kok, masa kita enggak?" ucap Galen.


Tiara sontak tersenyum ditatap seperti itu oleh Galen, ia seperti tersihir melihat tatapan romantis dari pria yang tak seharusnya ia cintai itu.


"Ehem ehem.." Ciara berdehem membuat suasana romantis itu buyar seketika.


"Hadeh, ganggu aja sih kamu dek! Gak bisa ya lihat kakaknya bahagia sebentar?" protes Galen.


"Bukan gitu kak, tapi disini kan ada aku juga. Masa aku dicuekin sih?" ucap Ciara.


"Jadi kamu gak mau dicuekin? Yaudah, sini deket sama kakak biar kita gandengan bertiga!" ucap Galen.


"Dih ogah, nanti kalo dilihat orang dikiranya aku ini cewek gak bener lagi," ucap Ciara menolak.


"Apaan sih? Kamu gausah lebay deh, tadi katanya minta jangan dicuekin, disuruh gandengan bertiga malah gak mau. Emang aneh kamu tuh," ujar Galen.


"Biarin aku aneh, yang penting cantik," ucap Ciara dengan pedenya.


Galen menggeleng pelan dan melangkah lebih dulu bersama Tiara di sampingnya, meninggalkan Ciara yang masih berdiam diri disana.


"Ih malah ditinggal, kakak jahat!" kesal Ciara.


Ciara pun mengejar keduanya dengan cepat karena tak ingin tertinggal.


Sesampainya di depan pintu rumah Tiara, mereka terdiam sejenak menunggu Tiara mengetuk pintu.


"Sebentar ya aku ketuk dulu?" ucap Tiara.


"Iya sayang," ucap Galen singkat.


TOK TOK TOK...


Tiara pun mengetuk pintu sembari mengucap salam dan memanggil adiknya agar bisa keluar membukakan pintu untuknya.


"Assalamualaikum, Nindi ini kakak. Buka dong pintunya sayang!" ucap Tiara lantang.


"Iya kak,"


Tak lama kemudian, pintu terbuka menampilkan Nindi bersama seorang pria di sebelahnya yang tak lain ialah Leon.


Ceklek

__ADS_1


"Loh Leon?" kaget Galen.


Leon sendiri juga kaget saat melihat bosnya datang kesana.


"Eh pak bos, malam pak!" sapa Leon pelan.


"Kamu ngapain malam-malam disini Leon? Berdua doang?" tanya Galen yang menjurus pada kecurigaannya.


"Ahaha, ya enggak lah pak. Saya disini gak cuma berdua sama Nindi, tapi ada Rifka juga di dalam. Gak mungkin lah saya berani begitu," jawab Leon.


"Ya baguslah, saya udah kaget tadi. Awas ya kalo kamu macam-macam sama calon adik ipar saya!" ancam Galen.


"Siap bos, saya gak mungkin berani macam-macam sama Nindi!" ucap Leon patuh.


"Lagian kak Leon juga orang baik kok, dia aja daritadi nemenin aku terus disini. Gak kayak kak Tiara yang katanya kakak aku tapi malah kebanyakan pergi tinggalin aku," cibir Nindi.


Tiara tersentak mendengarnya, Galen juga tak percaya jika Nindi akan mengatakan itu pada kakaknya sendiri.


"Nindi, kamu gak boleh bicara begitu sama kakak kamu. Kan selama ini kak Tiara pergi juga buat kamu Nindi, dia pengen kamu sembuh dan gak sakit lagi," ucap Leon.


"Iya kak Leon, aku tadi kebawa emosi aja. Maafin aku ya?" ucap Nindi pelan.


"Jangan ke saya minta maafnya, ke kakak kamu dong!" ujar Leon.


"Iya iya, kak Tiara maafin aku ya!" ucap Nindi pada kakaknya.


Nindi tersenyum dan bergerak maju memeluk Tiara dengan erat di hadapan semua orang.




Besoknya, Ciara terkejut ketika Davin tiba-tiba muncul di sekolahnya dan berjalan menghampirinya dengan senyum tipis.


Ciara pun merasa bingung, tidak biasanya memang Davin alias pamannya itu datang kesana seperti sekarang ini.


"Hai Ciara, selamat siang!" sapa Davin lembut.


"I-i-iya om Davin, siang juga. Eee ada apa ya om kesini?" heran Ciara.


"Loh, emang om gak boleh ke sekolah ponakan om sendiri ya? Kan om cuma mau jemput kamu sayang," ucap Davin sambil tersenyum.


"Ahaha, ya boleh dong om. Tapi aku heran aja, kan gak biasanya om jemput aku," ucap Ciara.


"Iya Ciara, hari ini om lagi pengen jemput kamu dan ajak kamu jalan-jalan berdua. Kamu mau kan jalan sama om?" ucap Davin mengusap rambut Ciara.


Ciara berpikir sejenak, sejujurnya dia ragu untuk menerima ajakan Davin. Namun, ia sendiri juga tertarik untuk pergi bersama pria itu.

__ADS_1


"Mau mau aja sih, tapi om Davin udah bilang mama belum? Aku takut mama nanyain," ujar Ciara.


"Ahaha, ya pasti udah lah sayang. Kemarin itu om sempat datang ke rumah mama kamu dulu buat minta izin, dan mama kamu bilang yes kok," ucap Davin dengan senyum manisnya.


"Bagus deh, yaudah terus kita mau pergi kemana om?" tanya Ciara.


"Ke hati om aja gimana?" sarkas Davin.


"Hah??" Ciara terbelalak lebar sangking kagetnya.


Davin justru tergelak, ekspresi Ciara yang terkejut itu berhasil membuatnya gemas dan ingin memeluknya.


"Enggak, itu bercanda doang. Yuk tuan putri ikut saya ke mobil!" ucap Ciara.


"Ih om mah nakal, gausah pake tuan putri segala kali," cibir Ciara.


"Gapapa lah, kamu itu kan emang tuan putri. Buktinya kamu cantik dan gemesin banget, om sampe takjub lihatnya," ujar Davin.


"Hadeh, om masih gak berubah ya? Dari dulu selalu aja bikin aku salting," ucap Ciara.


Davin tersenyum miring, lalu merangkul pundak Ciara seraya merapatkan tubuh mereka. Ciara pun tersentak tapi hanya diam tak mengelak.


Mereka melangkah menuju mobil, duduk berdampingan di kursi depan dan Davin mulai melajukan mobilnya.


"Om, kangen ya sama aku?" tanya Ciara menggoda.


"Bisa dibilang iya, kita kan udah jarang banget ketemu. Kamu sendiri gimana? Kangen juga gak sama om?" ujar Davin.


"Umm gimana ya? Mungkin kalau om kasih aku uang, aku bisa bilang kangen," ucap Ciara.


"Hadeh, bisa tekor dong om kalau dimintain uang terus sama kamu. Tapi gapapa, yang penting kamu kangen sama om," kekeh Davin.


"Ahaha, enggak om itu aku cuma bercanda. Iya iya aku kangen sama om," ucap Ciara tersenyum.


"Serius nih? Kamu gak terpaksa kan bilang begitu sama om?" tanya Davin memastikan.


"Gak lah om, masa iya aku terpaksa? Beneran kok aku kangen sama om, kan udah lama juga aku gak ketemu sama om," jawab Ciara.


Davin tersenyum lebar, mencolek pipi Ciara dengan telunjuknya lalu memberikan kecupan tiba-tiba.


Cup!


Ciara terkejut bukan main, ia sontak memegangi pipinya dan menatap Davin dengan wajah bingung seolah tak percaya.


"Ini barusan om Davin cium aku? Oh Tuhan, kenapa aku jadi gugup gini sih abis dicium sama om Davin? Ayo dong Ciara, kamu tahan diri kamu!" gumam Ciara dalam hati.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2