Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 35. Ciara Tiara


__ADS_3

TOK TOK TOK...


Ciara sudah sampai di dekat mobil kakaknya, ia ketuk kaca mobil tersebut seolah meminta Galen untuk membuka kaca dan menemuinya.


"Apa dek cantik?" tanya Galen pada Ciara sembari membuka jendela mobilnya.


"Hah kakak sama siapa tuh? Pacar kakak ya?" Ciara terkejut saat melihat sosok perempuan di dekat kakaknya.


"Iya dong, kenalin nih namanya Tiara! Cuma beda satu huruf sama kamu," ucap Galen.


"Oh, hai Tiara! Eh harusnya aku manggil kak ya? Maksudnya kak Tiara, halo kak Tiara salam kenal!" ucap Ciara menyapa kekasih kakaknya itu.


"Iya Ciara, jadi kamu adiknya Galen?" ucap Tiara.


"Benar, aku adiknya kak Galen kok. Kamu cantik banget deh! Kok mau sih sama kakak aku?" sarkas Ciara.


"Heh! Udah kamu ngapain sih cegat-cegat mobil kakak kayak gitu? Ada masalah apa?" tanya Galen kesal.


"Aku mau curhat, kita ke cafe dulu yuk kak! Ajak kak Tiara juga aja biar bisa bertiga gitu!" jawab Ciara.


"Curhat apaan sih dek? Kakak gak bisa dengerin kamu, kakak harus antar Tiara pulang karena dia pengen temenin adiknya kontrol," ucap Galen.


"Yah kok gitu sih? Emang adiknya kak Tiara mau kontrol apaan?" tanya Ciara.


"Gausah kepo, udah sana cabut ah!" sentak Galen.


Ciara pun cemberut karena Galen mengusirnya, namun dengan segera Tiara menegur Galen yang sudah membuat Ciara bersedih.


"Ih kamu jahat banget sih Galen! Jangan gitu lah sama Ciara!" tegur Tiara.


Galen mengalah dan akhirnya mengikuti kemauan Ciara untuk pergi ke cafe.


"Iya iya, kakak mau deh temenin kamu dan dengerin curhatan kamu. Sekarang kamu naik aja mobil kakak, kita ke cafe barengan!" ucap Galen.


"Loh terus mobilku gimana?" tanya Ciara.


"Ya biarin aja disitu, nanti kakak hubungin orang buat ambil mobil kamu," jawab Galen.


"Oke deh," ucap Ciara menurut.


Ciara pun masuk ke mobil kakaknya dan duduk di jok belakang.


"Ayo kak kita berangkat!" ujar Ciara.


"Dih, gak tahu diri banget sih kamu. Minimal kamu cium tangan dulu sama Tiara, dia kan pacar kakak dan calon ipar kamu," ucap Galen.


"Hah??" Tiara terkejut bukan main.

__ADS_1


"Ih kakak sok iye banget sih, belum tentu juga kali kak Tiara mau nikah sama kakak. Tuh buktinya respon dia kaget gitu," cibir Ciara.


"Halah, dia tuh cuma malu di depan kamu. Padahal kalo gak ada kamu, dia yang paling semangat buat dinikahin sama kakak," ucap Galen.


"Ah aku gak percaya, kecuali itu keluar dari mulut kak Tiara langsung," ucap Ciara.


"Yaudah, ayo Tiara kamu kasih tau ke Ciara tuh kalau kamu mau nikah sama saya!" ucap Galen.


Tiara menatap bingung ke wajah Galen, pria itu sungguh menyebalkan dan membuat dirinya semakin keheranan.


"Tuh kak Tiara gak mau kan," ledek Ciara.


"Hadeh Tiara, kamu gausah malu gitu di depan Ciara bilang aja kali!" ucap Galen.


"Jangan bahas yang aneh-aneh deh! Udah ayo kita jalan aja!" pinta Tiara.


"Hahaha..." Ciara reflek tertawa keras dibuatnya.


"Heh! Ngapain kamu ketawa? Apa yang lucu ha? Dasar gak jelas!" kesal Galen.


"Ups, maaf kak jangan marah!" ucap Ciara.


Galen menggeleng kesal, kemudian melajukan mobilnya sembari berdecak pelan. Sepertinya ia sedang emosi saat ini.


"Kak Tiara, ketemu dimana sama kak Galen?" tanya Ciara di tengah perjalanan.


"Waw mudah banget ya? Andai aku bisa begitu," ucap Ciara.


Tiara hanya tersenyum, disusul Galen yang juga membalas senyumannya.




Setibanya di cafe, Galen langsung meminta Ciara untuk segera bercerita karena ia tak memiliki banyak waktu.


"Dek, buruan cerita ya! Kamu tau kan kakak ini sibuk dan banyak urusan," ucap Galen.


"Ih sok sibuk banget sih, palingan juga mau pacaran sama kak Tiara kan!" cibir Ciara.


"Ya itu kamu tau, pacaran itu kan juga termasuk kesibukan," ucap Galen.


"Sabar dong kak, aku kan butuh menenangkan diri dulu sebelum cerita!" ujar Ciara.


"Emang kamu mau cerita soal apa sih pake butuh ketenangan segala?" tanya Galen penasaran.


"Jadi gini kak.."

__ADS_1


"Ah paling gara-gara ditolak lagi sama cowok kan?" Galen langsung menyela ucapan adiknya.


"Ish, kalo aku ngomong tuh didengerin jangan disela dulu!" kesal Ciara.


Tiara pun reflek menenangkan Ciara dengan cara mengusap bahunya, ia juga menegur Galen atas apa yang pria itu lakukan tadi.


"Kamu gimana sih Galen? Dengerin dulu dong cerita Ciara, jangan diserobot!" tegur Tiara.


"Tuh, kak Tiara aja ngerti perasaan aku. Emang kak Galen tuh kakak gak bener!" cibir Ciara.


"Ah lebay kamu, digituin aja sedih. Yaudah, makanya cepetan ceritanya dong!" ucap Galen.


"Iya kak, aku tuh kan punya kenalan cowok dari aplikasi jodoh online. Aku sempat ajak dia ketemuan, eh tapi dia malah gak mau dan menghindar dari aku. Alasannya sih katanya dia ngerasa gak pantas buat aku," jelas Ciara.


"Kamu mainan aplikasi jodoh online? Buat apaan sih Ciara? Mending gausah deh kamu main begituan lagi, nanti kalo kenapa-napa aja baru nyesel!" ucap Galen.


"Ya aku kan cuma—"


"Gak ada cuma cuma, hapus tuh aplikasi buruan!" sela Galen.


Tiara langsung coba menenangkan Galen agar tidak terlalu emosi dan menelan Ciara seperti itu, tapi nampaknya Galen tidak perduli.


"Iya iya, nih aku hapus deh aplikasinya. Lagian aku tuh kepengen punya cowok tau kak," ucap Ciara.


"Masalah jodoh nanti juga bakal datang sendiri, kamu sabar aja Ciara. Aplikasi online itu gak bener, kakak gak mau kamu kenapa-napa!" ucap Galen.


Ciara menunduk sedih, membuat Tiara yang melihatnya reflek menepuk pundak Ciara untuk menenangkan gadis itu.


"Yang dibilang kakak kamu benar juga sih Ciara, kamu jangan mainan aplikasi jodoh online lagi ya!" ucap Tiara menasehati.


"Tapi kak, kalau di real aku susah banget nemu cowok yang benar-benar setia," ucap Ciara.


"Aku yakin pasti nanti kamu bisa ketemu sama cowok yang bisa menyayangi kamu dengan tulus, sabar aja ya Ciara! Lagian kamu juga kan masih muda, masih banyak waktu kok buat kamu cari kriteria cowok yang kamu mau," ucap Tiara.


"Nah tuh dengerin, Tiara aja baru ketemu jodohnya pas udah kerja kayak sekarang. Kamu juga nanti bakal nemu yang baik kok dek, sekarang kamu fokus sekolah aja dulu!" sahut Galen.


Ciara langsung memasang wajah cemberut ke arah kakaknya seolah tak suka.


"Kakak gausah ikut-ikutan deh!" sentak Ciara.


"Yah elah salah lagi, kakak kan cuma bilangin kamu supaya kamu gak salah langkah. Kamu gak boleh kayak gitu dong!" ujar Galen.


"Iya iya.." Ciara mencebikkan bibirnya.


Tiara kembali memeluk Ciara seraya mengusap dua bahu gadis itu dengan lembut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2