
Nindi kembali bersekolah seperti kemarin, kali ini bahkan ia diantar oleh Leon sampai tepat di depan gerbang sekolahnya.
Leon melakukan itu atas keinginannya sendiri tanpa suruhan dari Galen maupun Tiara, ia hanya ingin membuat Nindi senang.
Dan benar saja, gadis itu terlihat cukup bahagia saat melihat kehadiran Leon di depan rumahnya tadi dan mengatakan ingin mengantarnya sekolah.
"Kita sudah sampai Nindi, kenapa kamu masih tetap disini? Gak mau turun?" tanya Leon heran, pasalnya Nindi masih tetap pada tempatnya dan tak beranjak sedikitpun.
Gadis itu hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Kenapa Nindi? Kamu gak mau sekolah? Apa ada yang bikin kamu malas ke sekolah?" tanya Leon lagi. Ia merasa ada sesuatu yang membuat Nindi tidak mau turun dari mobilnya.
"Iya kak, aku malas ke sekolah kalau harus tinggalin kak Leon," jawab Nindi sambil tersenyum.
"Apa? Kamu ini ngomong apa sih Nindi? Kamu gak mau sekolah gara-gara saya gitu?" heran Leon.
"Gitu deh kak, aku kan pengennya sama kak Leon terus," ucap Nindi.
"Aduh! Kamu ini bikin saya jadi ge'er aja tau, jangan sampai saya terbang nantinya!" ucap Leon.
"Aku gak bikin kak Leon ge'er kok, aku bilang yang sejujurnya kak," ucap Nindi.
"Udah udah, kamu turun terus masuk ke sekolah sana! Nanti pulangnya saya jemput lagi," ucap Leon.
"Bener ya kak? Janji? Awas loh kalo kak Leon gak datang nanti siang!" ucap Nindi.
"Iya janji, saya pasti datang kok. Saya akan tepati janji saya ke kamu," ucap Leon.
"Oke, aku mau turun. Tapi, boleh gak kalau aku minta cium dari kak Leon?" ucap Nindi.
"Hah? Ka-kamu jangan aneh-aneh deh Nindi! Saya gak berani cium kamu, nanti saya dimarahin sama kakak kamu," ucap Leon gemetar.
"Kenapa harus dimarahin? Kan aku yang minta," ucap Nindi tersenyum renyah.
"Kamu beneran mau saya cium? Gak nyesel?" tanya Leon agak ragu.
"Iyalah, kenapa harus nyesel? Ayo buruan cium aku kak!" pinta Nindi.
Leon pun mulai memajukan wajahnya mendekat ke arah Nindi, sedangkan gadis itu terus tersenyum tak sabar ingin mendapat kecupan dari Leon.
Cup!
Dengan sekilas Leon menempelkan bibirnya pada bibir Nindi, saat itu juga Nindi terkejut dan membuka matanya tak percaya.
"Hah? Kok kak Leon cium bibir aku sih? Ish, kakak jahat!" sentak Nindi memegangi bibirnya.
__ADS_1
"Loh kok gitu? Kan tadi kamu yang minta buat saya cium Nindi," heran Leon.
"Aku mintanya dicium kening kak, bukan bibir. Duh, first kiss aku!" ucap Nindi.
"Oh gitu ya? Maafin saya ya Nindi, saya benar-benar gak tahu kalau kamu minta saya cium di kening!" ucap Leon merasa bersalah.
"Gapapa deh, yang penting kak Leon yang ambil first kiss aku. Makasih ya kak ciumannya!" ucap Nindi sambil tersenyum.
Leon sangat terkejut dengan itu, Nindi sama sekali tidak marah padanya. Justru wanita itu malah terlihat senang seolah memang menginginkan ciuman tersebut.
"Aku turun ya kak? Awas loh kalo nanti siang gak datang!" ucap Nindi.
"Tenang aja, saya usahain akan datang buat jemput kamu cantik!" ucap Leon meyakinkan wanitanya.
Nindi tersenyum singkat lalu melambaikan tangan.
"Bye kak! Sampai ketemu lagi nanti siang!" ucap Nindi dengan tangan membuka pintu.
"Iya, bye juga Nindi! Belajar yang rajin ya, semangat!" balas Leon.
Nindi pun turun dari mobil dengan perasaan riang, sedangkan Leon justru merasa aneh, ia merasa seolah-olah memiliki kekasih dan itu adalah Nindi.
•
•
Ya hari ini Ciara memang ada janji dengan Terry, pria yang ia kenal dari aplikasi perjodohan online beberapa waktu lalu.
"Mana ya tuh cowok? Kok belum datang juga?" gumam Ciara celingak-celinguk.
Cukup lama dia menunggu disana, sampai rasanya Ciara bosan karena Terry tak kunjung datang menemuinya.
"Ish, ini udah hampir sejam loh. Dia sebenarnya niat mau datang apa enggak sih?!" kesal Ciara.
"Apa aku coba hubungin dia aja ya? Barangkali dia telat atau kejebak macet," pikirnya.
Ciara pun mengambil ponsel, lalu membuka aplikasi yang selama ini ia gunakan untuk menghubungi Terry si pria calon jodohnya.
^^^Ciara Cantik^^^
^^^Hai! Kamu dimana? Aku udah sampe loh daritadi, kamu kok gak datang-datang? Gak jadi apa gimana?^^^
Setelah mengirim pesan, Ciara kembali menoleh ke kanan dan kiri memastikan apakah Terry sudah datang atau belum.
Tak lama kemudian, pesan balasan dari Terry muncul di handphonenya dan membuat Ciara reflek tersenyum lalu membukanya.
__ADS_1
Christianson Terry
Iya hai, duh maaf ya Ciara kayaknya aku gak jadi deh ketemu sama kamu! Soalnya aku ada urusan mendadak, sekali lagi aku minta maaf ya!
Ciara langsung cemberut saat membacanya, ia tak menyangka Terry akan mengecewakannya dengan tidak jadi datang kesana.
^^^Ciara Cantik^^^
^^^Ya gapapa.^^^
Hanya itu balasan yang dikirim Ciara, dirinya benar-benar kecewa karena tidak jadi bertemu dengan orang yang ingin ia temui.
"Aaarrrgghhh semua cowok emang sama aja! Gak ada yang baik! Ya kecuali papa aku deh, walau aku gak tahu papa kayak gimana," gumam Ciara.
Lalu, seorang pelayan pria datang menemuinya sambil membawa daftar menu.
"Permisi mbak, apa sudah ada yang mau dipesan sekarang? Ini sudah hampir sejam loh, mungkin mbaknya mau pesan," tanya pelayan itu.
"Gak jadi bang, teman saya gak jadi datang kesini. Saya juga gak mau pesan, buang-buang uang aja nanti. Saya mau pergi aja, permisi!" ucap Ciara.
Gadis itu beranjak sembari mengambil tasnya, lalu pergi dari cafe tersebut dengan perasaan kesal.
Tanpa disadari olehnya, Terry sedang mengamatinya dari jauh dan merasa bersalah pada Ciara.
"Maafin saya Ciara! Kayaknya saya gak pantas buat kamu, kamu terlalu cantik untuk saya yang burik ini. Saya gak mau kamu kecewa nantinya, maaf ya Ciara!" lirih Terry.
Setelahnya, Terry pun pergi juga meninggalkan cafe dan menyusul Ciara.
Bruuukkk
Di parkiran, Terry justru tak sengaja bertabrakan dengan Ciara saat ia sedang berjalan cepat menghindari gadis itu.
"Duh, jalan lihat-lihat dong! Sakit nih kaki gue tau!" kesal Ciara.
"Hah Ciara? Haish, kok malah saya tabrak dia sih? Bisa gawat nih, jangan sampai dia tahu kalau saya ini Terry orang yang dia tunggu!" batin Terry.
Ciara amat heran dengan tingkah pria itu, bukannya meminta maaf dan membantunya pria itu justru membuang muka sambil berusaha menutupi wajahnya dari Ciara.
Akhirnya Ciara bangkit sendiri tanpa bantuan si pria, ia menatap jengah ke pria tersebut.
"Woi! Lo punya perasaan gak sih? Lu udah nabrak gue, tapi lu gak ada minta maafnya sama sekali. Bantuan gue juga enggak," protes Ciara.
"I-iya, ma-maaf saya gak sengaja!" lirih Terry.
Ciara semakin heran, pasalnya pria itu seolah menutupi identitasnya dari Ciara.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA...