Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 16. Akting


__ADS_3

Tiara sampai di rumahnya bersama Galen, gadis itu tersenyum sesaat menatap wajah pria di sebelahnya sebelum pamit untuk turun ke luar.


Namun, Galen menahan kedua pundaknya. Mendekat dan kemudian menyatukan kembali bibir mereka dengan sebuah pagutan lembut.


Setelah puas, barulah Galen melepas bibirnya membentuk sebuah garis saliva yang terlihat jelas dan membuat keduanya terkekeh pelan.


"Bibir kamu manis Tiara, saya selalu ingin mencium dan melu-mat nya kasar," ucap Galen.


"Kapanpun kamu mau, lakukan saja Galen! Aku kan sudah bilang, aku siap dan bersedia. Lagipun, kamu juga sudah merasakan semua tubuhku. Kalau hanya bibir, itu terlalu mudah," ucap Tiara pelan.


"Baiklah, kamu jangan nolak ya kalau saya mau cium bibir kamu kapanpun itu!" ucap Galen.


"Siap pak!" ucap Tiara patuh.


"Eee kalo gitu aku mau turun ya Galen? Kamu mau pulang atau lanjut ke kantor?" tanya Tiara.


"Saya justru pengen ikut turun, ketemu sama adik kamu dan tanya kondisi dia," jawab Galen.


"Ja-jangan ya Galen!" ucap Tiara.


"Kenapa? Saya kan cuma mau ketemu sama dia, udah lama juga saya gak bicara dan ngobrol bareng dia," ucap Galen.


"Iya aku ngerti, tapi kan kamu tau sendiri kalau Nindi itu gak suka sama kamu. Aku gak mau nanti malah jadi keributan di dalam," ucap Tiara.


"Gapapa, justru sekarang momen yang tepat buat saya mencoba dekat dengan Nindi," ucap Galen.


"Kamu serius Galen? Kamu gak takut kalau Nindi ngamuk?" tanya Tiara.


"Buat apa saya takut? Lagian saya kan emang pengen dekat sama Nindi, supaya saya juga bisa dekat sama kakaknya yang manis ini," jawab Galen.


"Kamu gak perlu deketin Nindi buat dekat sama aku," ucap Tiara.


"Ya saya ngerti, tapi tetap aja saya butuh restu dari Nindi buat coba dekat dengan kakaknya ini. Gak masalah kan?" ucap Galen menggoda.


"Iya deh, tapi aku mohon kamu jangan paksa Nindi ya kalau dia gak mau!" pinta Tiara.


"Santai aja cantik! Yuk kita turun, saya gak sabar pengen bicara sama adik kamu!" ucap Galen.


Tiara mengangguk setuju, kemudian mereka pun turun bersama-sama dari mobil untuk masuk ke rumah wanita itu.


"Kamu cantik amat sih!" puji Galen.


"Ahaha, bisa-bisanya kamu gombal terus kayak gini! Udah lah Galen, kapan kita masuknya kalau kamu begini mulu?" ucap Tiara.


"Siap honey, abisnya kamu cantik banget sih!" ucap Galen seraya membelai rambut Tiara.


"Kamu juga ganteng, aku gak nyangka cowok seganteng kamu mau sama aku," balas Tiara.


"Siapa sih yang gak mau sama kamu? Udah cantik, manis, terus jago goyang lagi. Kamu luar biasa banget deh sayang!" puji Galen.

__ADS_1


"Udah udah, jangan puji aku terus! Nanti lama-lama aku bisa terbang loh gara-gara kamu," ucap Tiara tersipu.


Galen tersenyum seraya menarik dagu Tiara dan mengecup bibir mungil wanitanya sekilas.


Cup!


"Ayo kita masuk sayang! Semoga aja Nindi gak marah-marah lagi sama kamu!" ucap Tiara.


"Kamu panggil saya apa tadi?" ujar Galen.


"Sayang, kenapa? Gak boleh? Kamu gak suka ya? Iya deh maaf kalau aku lancang, aku gak akan begitu lagi!" ucap Tiara cemberut.


"No no no, hey bukan gitu maksud saya! Saya cuma kaget aja dipanggil begitu sama kamu, coba dong ulang!" kekeh Galen.


"Yeh dasar kamu! Nanti aja ulangnya, kita masuk dulu yuk!" ucap Tiara.


"Ulang dulu!" pinta Galen.


"Iya deh, ayo sayang kita masuk ke dalam!" ucap Tiara sengaja menggoda pria itu.


Dan sedetik kemudian, mereka pun melangkah bersama-sama menuju halaman rumah Tiara.




Ciara memang tidak diberi kabar oleh Galen kalau pria itu semalam menginap di apartemen, akibatnya ia pun kebingungan sendiri saat ini mencari kakaknya.


"Haish, kak Galen kemana sih? Apa dia gak pulang ya semalam? Terus dia tidur dimana dong?" gumam Ciara sambil berpikir.


"Non!" panggil bik Edoh (maid disana).


"Eh iya bik," Ciara terkejut lalu reflek menoleh.


"Non Ciara lagi apa? Kok non gak pergi sekolah? Apa libur?" tanya bik Edoh.


"Sebenarnya sih gak libur bik, tapi aku males aja sekolah. Aku juga lagi bingung kak Galen kemana, daritadi aku cari-cari gak ada," jawab Ciara.


"Oalah, den Galen sih emang dari semalam gak pulang non," ucap bik Edoh.


"Hah? Kok gitu sih bik? Terus dia nginep dimana dong semalam?" tanya Ciara.


"Ya kalau itu sih bibik juga gak tahu non, kan den Galen gak perlu kasih kabar ke bibik dia mau tidur dimana," jawab bik Edoh.


"Duh parah! Jangan-jangan kak Galen tidur di rumah cewek lagi!" ucap Ciara.


"Masa sih non??" kaget bik Edoh.


"Eh tapi gak mungkin juga sih, kak Galen itu kan jomblo. Dia mana punya pacar? Palingan dia nginep di kantor," ucap Ciara.

__ADS_1


"Ahaha, iya kali non. Coba aja non Ciara telpon dulu den Galen nya!" usul bik Edoh.


"Males ah bik, nanti dia ge'er lagi ngiranya aku nyariin dia!" ucap Ciara.


"Loh emang begitu kan non? Buktinya sekarang non Ciara nyariin den Galen," ujar bik Edoh.


"Ya iya bik, tapi jangan sampai dia tau kalau aku nyariin dia! Bibik jangan cepu loh ya! Awas kalo sampe kak Galen tau!" ucap Ciara.


"Iya iya non, siap!" ucap bik Edoh patuh.


Ting nong ting nong...


Tiba-tiba bel di depan rumahnya berbunyi, Ciara pun dibuat penasaran dengan itu.


"Siapa ya itu bik?" ujar Ciara.


"Gak tahu non, biar bibik cek ya?" ucap bik Edoh.


"Gausah bik!" suara berat tersebut mengagetkan keduanya, mereka pun reflek menoleh ke asal suara untuk memastikan siapa yang datang.


Dan berdiri lah disana Gavin, sosok ayah tiri Ciara yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Eh tuan Gavin?" kaget bik Edoh.


"Iya bik, tolong bikinin kopi buat saya ya!" pinta Gavin.


"Siap tuan!" bik Edoh pun berbalik dan pergi ke dapur membuatkan minuman.


Sementara Gavin beralih menatap Ciara.


"Ciara, kenapa kamu gak sekolah lagi hari ini? Kamu lagi sakit atau apa?" tanya Gavin pada anak tirinya itu.


"Eee daddy kesini sengaja ya mau ngecek aku sekolah apa enggak?" ucap Ciara.


"Ya, soalnya mama kamu tadi ditelpon sama pihak sekolah kalau kamu gak masuk lagi. Makanya dia minta daddy buat datang kesini, siapa tau kamu sakit atau kenapa gitu," ucap Gavin.


"Iya nih dad, aku tadi pusing banget. Sebenarnya aku pengen sekolah, eh pas bangun tidur malah kerasa pusing," bohong Ciara.


"Oh ya? Udah minum obat?" tanya Gavin.


"Belum dad, aku lagi cariin kak Galen dulu," jawab Ciara.


"Emangnya Galen kemana?" tanya Gavin.


Ciara menggeleng sembari memegangi dahinya, tentu ia berakting agar Gavin tidak memarahinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2