Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 18. Paksaan Erland


__ADS_3

Gavin masih bersama anak tirinya dan tengah berbincang di ruang tamu, pria itu tak mengerti mengapa Ciara selalu bolos dari sekolahnya.


Ciara sendiri tampak gugup dan bingung harus menjelaskan bagaimana, ia memang malas pergi ke sekolah karena menurutnya hal itu tidak penting.


"Kamu kenapa gak sekolah sayang? Masa alasannya cuma nyariin Galen?" tanya Gavin lagi.


"Aku kan udah bilang dad, aku pusing. Aku gak kuat berangkat sekolah," jawab Ciara berbohong.


"Kamu gak bohong kan Ciara? Soalnya daddy lihat kamu baik-baik aja kok," ucap Gavin.


"Ya ampun dad! Masa iya daddy gak percaya sama aku? Aku beneran sakit loh dad," ucap Ciara.


"Yaudah, kalo gitu kamu masuk kamar terus istirahat! Minum obat jangan lupa!" ucap Gavin.


"Nanti dulu dad, aku pengen cari kak Galen dulu. Soalnya dari semalam dia gak pulang," ucap Ciara.


"Biarin aja, kakak kamu itu kan udah gede, dia pasti bisa jaga diri kok. Justru kamu harus perhatikan diri kamu sendiri, jangan sampai kamu tambah sakit karena gak minum obat! Sudah, ayo masuk kamar!" ucap Gavin.


"Iya dad, aku paham yang daddy bilang. Tapi, aku cuma penasaran aja kak Galen kemana dan semalam dia tidur dimana," ucap Ciara.


"Palingan dia lembut di kantornya, udah lah kamu gausah mikirin dia terus!" ucap Gavin.


"Ih daddy gimana sih? Kak Galen itu kan kakak aku, masa aku gak mikirin dia sih?" ucap Ciara.


"Maksudnya, kamu jangan mikirin Galen terus sampai kamu lupa buat jaga diri! Sekarang kamu minum obat, mau daddy bantu?!" ucap Gavin.


"Eee gak perlu dad, aku bisa sendiri kok. Yaudah, aku minum obat dulu ya dad?" ucap Ciara.


"Iya, daddy juga mau pulang. Kamu serius kan sakit sayang? Gak bohongin daddy kan?" ucap Gavin.


"Iyalah dad, buat apa juga aku bohongin daddy? Aku emang sakit kok, ini aja udah pusing banget tau!" ucap Ciara.


"Terus kenapa kamu gak izin ke pihak sekolah dan bilang kalau kamu sakit?" tanya Gavin.


"Gak sempat dad, soalnya aku pusing banget. Daddy aja ya yang bilang ke pihak sekolah soal itu?" jawab Ciara.


Gavin mendengus pasrah melihat ekspresi anak tirinya, ia selalu tidak bisa menolak keinginan Ciara jika gadis itu sudah menatapnya seperti itu.


"Yasudah, nanti daddy mampir lagi ke sekolah kamu buat bicara," ucap Gavin.


"Makasih dad! Eh ya, kabar mama gimana dad? Mama baik-baik aja kan?" tanya Ciara.


"Baik kok, kenapa? Kamu kangen ya?" ledek Gavin.


"Iyalah dad, aku pengen ketemu dan bicara sama mama. Boleh kan aku ikut daddy ke rumah?" ucap Ciara dengan wajah menggemaskannya.

__ADS_1


"Gimana sih kamu sayang? Kamu itu kan lagi sakit katanya, masa malah mau ikut daddy ke rumah?" ujar Gavin.


"Gapapa dong dad, aku pengen ketemu mama. Please, boleh ya dad!" rengek Ciara.


"Enggak Ciara, kamu disini aja jangan kemana-mana! Nanti daddy bakal cari Galen supaya dia bisa jagain kamu," ucap Gavin.


"Ta-tapi dad—"


"Daddy bilang enggak ya enggak sayang, kamu nurut aja dan minum obat sana!" potong Gavin.


"I-iya dad, tapi nanti daddy balik lagi ya terus ajak mama kesini?" pinta Ciara.


"Daddy gak janji, tapi nanti daddy usahain. Sudah, kamu minum obat gih!" ucap Gavin.


"Iya iya.." Ciara menurut saja.


Gavin pun beranjak dari tempat duduknya bersiap untuk pamit, sedangkan Ciara terlihat masih kesal karena Gavin tak mengizinkannya ikut.




Disisi lain, Nindi sudah ditunggu oleh Erland di lorong sekolah saat gadis itu hendak pergi ke kantin bersama Salsa.


Sesuai perkataannya saat di kelas, Erland akan menghukum Nindi karena gadis itu sudah berteriak sewaktu dirinya ingin mempermainkan Nindi.


"Lo mau apa?" Nindi terlihat ketakutan.


"Gue kan udah bilang, gue gak bakal ampuni lu Nindi. Gue bisa bikin lu menyesal karena udah berani sama gue, jadi sekarang lu ikut gue ke tempat rahasia!" ucap Erland.


"Gak mau! Gue pengen ke kantin sama Salsa, lu jangan halangin gue!" ujar Nindi.


"Lu gak bisa pergi dari gue Nindi, gue akan selalu kejar lu sampai kapanpun!" ucap Erland.


"Dasar gila! Lo pikir lo siapa sampai mau kayak gitu ke setiap cewek di sekolah ini?!" sentak Nindi.


"Gue Erland Subagja, dan gue bebas ngelakuin apapun sesuka hati gue. Lu gak berhak larang gue Nindi, jadi lu diam aja!" ucap Erland.


"Heh! Lo gimana sih Erland? Si Nindi itu bukan cewek lu, jadi dia berhak tolak lu!" ucap Salsa.


"Lo jangan ikut campur deh Salsa! Ini urusan gue sama Nindi, kecuali lu juga pengen ikut dan main bertiga sama gue," ucap Erland terkekeh.


"Gue akan selalu ikut campur kalau itu menyangkut Nindi, karena dia sohib gue!" tegas Salsa.


"Wah wah wah, keren banget sih lu solid nya luar biasa! Tapi, tetap aja lu gak bisa bebasin Nindi dari tangan gue!" ujar Erland.

__ADS_1


"Emang lu mau ngapain sih sama gue? Jangan macam-macam deh, ini di sekolah!" ucap Nindi.


"Gue tahu ini sekolahan, tapi gue gak takut. Gue disini punya keuntungan dan karena itu gue selalu memanfaatkan keuntungan gue," ucap Erland.


"Iya gue ngerti, tapi yang lu lakuin itu salah. Gak semua cewek disini mau digituin sama lu," ucap Nindi.


"Lu termasuk ke golongan mau atau gak mau?" tanya Erland.


"Pake nanya lagi, udah jelas lah gue gak mau! Gue bukan cewek yang kayak gitu, paham gak lu?!" sentak Nindi.


"Iya iya, kalo gitu lu cukup cium gue dan semua masalah kita beres. Gimana?" usul Erland.


"Hah? Idih ogah banget gue cium cowok mesum kayak lu! Gak mau gue!" tolak Nindi.


"Terserah lu aja, kalo lu gak mau jangan salahin gue kalau abis ini gue bakal bikin lu kelojotan!" ucap Erland.


"Dasar gak waras! Ayo Sal kita pergi!" ucap Nindi menggandeng sohibnya dan berniat pergi.


"Eits, mau kemana sih lu? Lu harus ikut gue, gak boleh pergi dari gue!" ucap Erland.


"Apa sih? Kita gak punya urusan ya, tolong lu jangan ganggu gue!" ujar Nindi.


"Iya Erland, lepasin Nindi dan biarin kita pergi!" ucap Salsa ikut emosi.


"Lo diem deh Salsa! Kalau lu mau pergi, yaudah pergi aja sana! Gue kagak bakal larang lu kok," ucap Erland.


"Gue gak bakal pergi kalau gak sama Nindi!" tegas Salsa.


Tiba-tiba saja Erland menggenggam tangan Nindi dengan kuat dan memaksa wanita itu untuk pergi bersamanya.


"Ayo lu ikut gue!" paksa Erland.


"Ish lepasin gue! Lo mau ngapain sih?!" geram Nindi coba berontak.


"Lepasin Nindi hey! Jangan sakiti dia!" ujar Salsa.


"Udah ayo Nindi, lu ikut sama gue dan jangan bantah!" ucap Erland tegas.


"Gue gak mau!" kekeh Nindi.


Erland terus memaksa Nindi untuk ikut bersamanya, meskipun gadis itu tetap saja melawan dan tidak mau mengikutinya.


"WOI LEPASIN DIA!!"


Suara teriakan itu menghentikan tindakan yang dilakukan Erland, serta membuat Nindi terkejut.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2