Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 29. Dipanggil lagi


__ADS_3

Galen kini tengah berada di ruangannya, namun entah kenapa dia masih saja terus memikirkan Tiara dan tidak bisa melupakan wanita itu.


Bahkan, tampak Galen juga memandangi foto dirinya bersama Tiara yang tersimpan di galeri ponselnya.


"Kamu cantik sekali Tiara! Saya rasa saya sudah mulai tergila-gila sama kamu," lirih Galen.


Sangking terpesonanya, Galen sampai mencium layar ponselnya sendiri tepat di foto bagian wajah Tiara yang sangat cantik.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk dari luar yang membuat Galen terkejut, ia sontak menaruh ponselnya di atas meja agar tidak ketahuan.


"Masuk!" perintah Galen.


Ceklek


Pintu dibuka, rupanya Leon sang asisten lah yang datang dan menghampiri bosnya disana.


"Ada apa Leon?" tanya Galen singkat.


"Eee saya hanya mau izin sama pak bos kalau saya ingin pergi dulu keluar sebentar, apa boleh bos?" jawab Leon agak gugup.


"Keluar kemana? Gak biasanya kamu izin pergi jam segini Leon," heran Galen.


"I-i-iya pak, soalnya saya sudah janji dengan Nindi adiknya mbak Tiara. Saya harus jemput dia di sekolah, kalau enggak mungkin dia bisa marah dan ngambek sama saya bos," ucap Leon.


"Ohh, jadi diam-diam kamu buat janji sama Nindi ya Leon? Awas loh kamu jangan macam-macam sama dia!" ucap Galen memperingati asistennya.


"Tenang aja bos, saya gak mungkin lah berani macam-macam sama Nindi! Yang ada nanti saya bisa dihukum sama pak bos," ucap Leon.


"Hahaha, itu kamu tau. Yasudah, kamu boleh pergi karena urusan kantor bisa saya urus sendiri. Tapi, apa kamu sudah izin juga ke Tiara kalau kamu mau jemput adiknya?" ucap Galen.


"Belum pak, apa saya harus izin dulu?" ujar Leon.


"Ya iyalah Leon, gimanapun Tiara itu kan kakaknya Nindi. Kamu harus kasih tau dia kalau kamu mau jemput adiknya," ucap Galen.


"Baik pak, kalo gitu saya permisi dulu ke bawah buat minta izin sama Tiara," pamit Leon.


"Eee sekalian kamu bilangin ke dia ya kalau dia dipanggil sama saya, suruh dia datang ke ruangan saya sekarang gitu!" perintah Galen.


"Bukannya mbak Tiara sedang kerja ya pak? Apa tidak mengganggu aktivitasnya?" tanya Leon.


"Heh! Sejak kapan kamu mulai berani nentang saya? Kalau saya perintahkan kamu panggil Tiara, ya lakukan aja Leon!" kesal Galen.


"Maaf pak, saya cuma heran aja! Gak biasanya bos suka panggil karyawan kita kayak gini," ucap Leon.

__ADS_1


"Tiara itu kan karyawan magang disini, saya mau tes dia beberapa hal apakah dia layak atau tidak bekerja disini," ucap Galen.


"Oh begitu bos, tapi perasaan sebelumnya bos gak pernah kasih tes secara langsung sama karyawan yang magang disini," heran Leon.


"Kamu bisa berhenti tanya-tanya gak? Lakukan aja tugas kamu cepat!" sentak Galen.


"I-i-iya bos, saya minta maaf! Kalo gitu saya permisi dulu, sekali lagi maafin saya bos!" gugup Leon.


"Ya ya ya, sudah sana!" usir Galen.


Leon mengangguk, kemudian berbalik dan melangkah keluar dari ruangan Galen untuk menemui Tiara.


Sementara Galen tetap disana, ia kembali mengambil ponselnya dan menatap foto Tiara di galerinya yang tersimpan cukup banyak.


"Uhh cantiknya kamu, saya gak sabar mau sentuh kamu lagi Tiara!" gumam Galen.


Pria itu terus berfantasi tentang tubuh seksi Tiara, sampai miliknya mengeras karena terus membayangkan tubuh gadis itu.




Leon kini berada di meja kerja Tiara serta beberapa temannya, ia langsung saja menghampiri wanita itu dan mengatakan tujuannya.


"Eee misi mbak Tiara, bisa kita bicara sebentar?" ucap Leon ramah.


"Eh pak Leon, ya ada apa? Kamu mau bicara apa?" tanya Tiara penasaran.


"Saya mau minta izin buat jemput Nindi, soalnya saya sudah janji sama dia pagi tadi," jawab Leon.


"Jemput Nindi? Kalo itu mah aku pasti izinin kok, justru aku makasih banget karena kamu udah mau jemput Nindi pulang sekolah. Tapi, dalam rangka apa ya kamu mau jemput dia?" ucap Tiara.


"Gak dalam rangka apa-apa sih mbak, tadi pagi itu pas saya anterin Nindi, dia minta saya buat sekalian jemput dia pulang sekolah," jelas Leon.


"Ohh, sekali lagi makasih ya karena kamu mau jemput adik aku!" ucap Tiara.


"Sama-sama mbak, kalo gitu saya langsung berangkat ke sekolah Nindi ya?" ucap Leon.


"Iya iya, hati-hati ya pak titip Nindi!" ucap Tiara.


"Oh ya satu lagi mbak, saya hampir aja kelupaan kasih tau," ucap Leon.


"Eee soal apa ya pak?" tanya Tiara.


"Tadi pak Galen bilang ke saya untuk panggil mbak Tiara ke ruangannya," jawab Leon.

__ADS_1


"Saya dipanggil sama pak Galen? Ada apa ya pak?" tanya Tiara keheranan.


"Katanya mau kasih tes gitu, tapi saya juga gak tahu pasti. Biar lebih jelas mbak coba aja datang ke ruang pak Galen," jawab Leon.


"Oh okay, terimakasih infonya ya pak!" ucap Tiara.


"Iya mbak, kalo gitu saya permisi dulu," ucap Leon pamit.


"Ah iya pak, tolong jagain Nindi baik-baik ya!" ucap Tiara sambil tersenyum.


"Pasti mbak," singkat Leon.


Leon pun pergi dari sana setelah berpamitan dengan Tiara serta teman-temannya, ia terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.


Tiara kini bangkit dari duduknya, membuat Mimin dan Edwin kebingungan mengingat Tiara baru saja bekerja beberapa menit.


"Tiara, lu mau kemana lagi?" tanya Mimin.


"Eee gue dipanggil ke ruangan pak Galen, tadi pak Leon kan yang bilang," jawab Tiara.


"Hah? Eh buset, sebenarnya diantara kalian tuh ada apa sih? Heran deh gue, perasaan pak Galen sering banget manggil lu ke ruangannya," heran Mimin.


"Eee lu gak perlu tau Mimin, gue sama pak Galen juga gak ada apa-apa kok," ucap Tiara santai.


"Beneran lu gak ada apa-apa? Gue kok gak percaya ya? Soalnya gue yakin kalo pasti diantara kalian ada apa-apa," ucap Mimin.


"Aku juga setuju sama Mimin, kamu ngaku aja sih Tiara kalau emang ada hubungan sama pak Galen! Jangan-jangan dia pacar kamu ya?" timpal Edwin.


"Apa sih kalian? Ngaco aja deh! Mana mungkin gue punya pacar kayak pak Galen?" elak Tiara.


"Bisa aja kan, apa sih yang gak bisa terjadi di dunia ini?" ucap Edwin.


"Udah deh, gausah ada yang berpikiran aneh kayak gitu! Aku sama pak Galen hubungannya cuma sebatas atasan dan bawahan," ucap Tiara.


"Ya terserah kamu aja lah, kita gak maksa kamu buat jawab. Yaudah sana kamu temuin gih pak Galen nya!" ucap Edwin.


"Iya, aku duluan ya kak? Min, gue ke atas dulu ya?" pamit Tiara.


"Sip Ra!" singkat Mimin.


Tiara pun beranjak dari tempatnya dan pergi menuju ruangan Galen.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2