Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 15. Main terus


__ADS_3

"Hiks hiks..."


Galen terbangun dari tidurnya saat mendengar suara isak tangis seorang perempuan yang cukup keras di sekitar sana.


Pria itu pun mengucek mata, melihat ke samping dan tak menemukan Tiara. Ia yakin bahwa yang menangis sekarang adalah gadis itu.


Ya hari memang sudah pagi, semalaman Galen menikmati tubuh Tiara dan memastikan Tiara hanyalah miliknya seorang.


"Itu pasti Tiara, dia mungkin menyesal sudah menyerahkan mahkotanya ke saya," lirih Galen.


Bercak darah masih menempel di sprei tempat tidurnya, ia tersenyum mengusapnya mengingat kembali peristiwa semalam yang benar-benar membuatnya sangat puas.


Permainan Tiara semalam juga terbilang lihai, wanita itu mampu membuat Galen terbawa ke dalam nikmatnya pergumulan. Meski Tiara baru pertama kali melakukan hal itu.


"Saya samperin aja dia deh, gak tega juga saya dengar dia nangis begitu," ucap Galen.


Akhirnya Galen turun dari ranjang, berjalan ke arah kamar mandi untuk mengetuk pintu dan memanggil Tiara.


TOK TOK TOK...


"Tiara, kamu di dalam kan? Buka pintunya honey, saya mau bicara sama kamu!" ucap Galen.


"Sebentar pak, saya lagi mandi!" balas Tiara.


"Kamu mandi atau nangis Tiara? Saya bisa dengar loh suara tangisan kamu dari luar sini, jadi kamu jangan bohongi saya!" ucap Galen.


"Saya mandi kok pak, ini buktinya airnya nyala," ucap Tiara seraya menyalakan shower.


"Buka dulu pintunya Tiara, saya mau masuk!" perintah Galen.


Ceklek


Tiara menurut dan membuka pintu sesuai perintah Galen, tubuh telanjangnya terekspos jelas oleh kedua mata Galen karena wanita itu memang sengaja tak menutupinya.


"Ada apa pak? Saya lagi mandi, bapak percaya kan sekarang?" ucap Tiara.


"Saya sudah bilang semalam Tiara, jangan panggil saya bapak saat kita cuma berdua! Cukup sebut nama saya!" pinta Galen.


"Maaf Galen! Aku cuma belum terbiasa buat panggil nama kamu, jadi sekarang kamu mau apa minta masuk?" ucap Tiara.


"Boleh saya mandiin kamu? Saya pengen bantu kamu Tiara," ucap Galen.


Tiara terdiam menelan saliva nya, ia ingin menolak tetapi menurutnya tidak ada alasan lagi baginya untuk menolak kemauan Galen. Toh pria itu sudah merenggut mahkotanya semalam.


"Baik pak, saya izinin bapak buat mandiin saya!" jawab Tiara dengan lembut disertai senyum manisnya.


"Tuh kan bapak lagi," cibir Galen.

__ADS_1


"Ah iya, maksudnya Galen. Kamu boleh kok mandiin aku, sekalian aja kamu juga aku mandiin. Gimana? Kamu mau kan?" goda Tiara.


"Tentu honey, memang itu yang aku inginkan. Yuk ah aku gak sabar buat lanjutin kegiatan semalam dengan kamu my baby!" ucap Galen.


Galen langsung menyergap tubuh Tiara dan mengecupi lehernya bertubi-tubi.


"Sshh tunggu Galen! Pintunya belum ditutup, gak enak tau dilihatnya. Kamu tutup dulu dong pintunya biar gak ada yang ngintip!" ucap Tiara.


"Biarin sayang, di apartemen ini kan cuma ada kita berdua. Emang siapa yang bisa ngintip kita sayang?" bisik Galen.


"A-aku takut aja," ucap Tiara gugup.


"Baiklah, kali ini saya turuti kamu. Karena semalam kamu sudah bermain bagus dan berhasil memuaskan saya," ucap Galen.


"Terimakasih ganteng!" ucap Tiara tersenyum menggoda.


Galen membalas senyuman itu, lalu bergerak menutup pintu dan kembali ke dekapan Tiara yang masih setia berdiri telanjang.


Pria itu pun membawa Tiara menuju dinding, ia menekan tubuh sang wanita ke dinding sambil terus menciumi bibirnya.


Tiara hanya bisa pasrah menerima setiap perlakuan Galen padanya, dan selanjutnya pun mereka berdua meneruskan kegiatan panas di dalam kamar mandi selama setengah jam lebih.




Singkat cerita, Tiara sudah kembali berpakaian rapih dan wangi. Ia bersiap untuk pulang ke rumah menemui adiknya setelah memuaskan bosnya.


"Galen, aku pulang dulu ya? Terimakasih ya udah izinin aku buat pulang dan libur!" ucap Tiara.


"Sama-sama honey, saya kasih kamu libur karena saya gak mau kamu kenapa-napa. Saya tahu kamu pasti lelah setelah permainan kita semalam, jadi kamu pulang dan istirahat sekarang!" ucap Galen.


"I-iya Galen, aku bakal istirahat sesuai perintah kamu. Aku permisi ya?" ucap Tiara pamit.


"Tunggu dulu Tiara!" Galen bangkit dari duduknya dan mencekal lengan wanitanya.


"Ada apa ya Galen? Kamu masih butuh pelepasan atau gimana?" tanya Tiara penasaran.


"Enggak, bukan itu. Saya cuma pengen antar kamu pulang ke rumah," jawab Galen.


"Gausah Galen, aku bisa pulang sendiri kok. Kamu disini aja gak perlu repot-repot!" tolak Tiara.


"Gapapa Tiara, saya emang mau antar kamu kok. Saya gak bisa lah biarin kamu pergi sendiri, saya takut terjadi sesuatu sama kamu!" ucap Galen.


"Ah kamu terlalu lebay Galen, padahal aku udah biasa pulang sendiri," ucap Tiara.


"Iya, saya soalnya gak mau kehilangan kamu. Tubuh kamu itu bikin saya puas Tiara, saya selalu menginginkan kamu," ucap Galen sensual.

__ADS_1


"Mmhhh apa kamu mau lagi?" tanya Tiara.


"Tidak sekarang, saya mau kamu istirahat supaya nanti malam kamu punya tenaga ekstra. Jadi, kita bisa saling menggempur sampai pagi," jawab Galen.


"Baiklah, kalau begitu aku mau terima tawaran kamu buat antar aku," ucap Tiara.


"Good girl! Aku ambil jaket dulu ya? Tunggu sebentar!" ucap Galen sambil tersenyum.


"Okay!" Tiara menurut dan membentuk huruf 'o'.


Galen mengambil jaketnya, lalu memakainya dan kembali mendekati Tiara.


"Yuk kita pergi!" ucap Galen.


"Iya Galen," ucap Tiara singkat.


Mereka pun melangkah keluar dari apartemen itu, Galen sengaja merangkul Tiara agar bisa menyentuh bukit kembar wanita itu dari samping.


"Kamu nakal ya? Lagi di luar aja masih berani kayak gitu," cibir Tiara.


"Biarin, kamu kan udah jadi milik saya seutuhnya. Saya suka sama kamu Tiara! Saya gak bisa berhenti nikmati tubuh kamu," ucap Galen sensual.


"Iya Galen, aku tahu," ucap Tiara.


Saat di dalam lift, Galen kembali melancarkan aksinya setelah mengetahui keadaan disana sepi dan hanya ada mereka berdua.


Galen pun meraup bibir Tiara, melu-mat nya dalam seraya mere-mas bukit kembar yang tertutupi pakaian itu.


"Mmppphhh mmppphhh.." Tiara terus bersuara tertahan karena mulutnya disumpal oleh bibir Galen.


Ting


Galen reflek melepas ciuman mereka begitu pintu lift terbuka, Tiara terkekeh pelan begitupun dengan Galen di sampingnya.


"Kita lanjutkan di mobil," bisik Galen.


"Of course," singkat Tiara.


Setelahnya, mereka pun berjalan keluar lift menuju parkiran mobil. Disana lah Galen membawa Tiara masuk dengan wajah karena pria itu tak tahan ingin menikmati tubuh Tiara lagi.


"Kamu siap honey?" tanya Galen sembari menyentuh bibir mungil wanitanya.


"Umm, aku selalu siap Galen. Lakukan apapun yang kamu ingin lakukan!" jawab Tiara disertai anggukan kecil.


Galen tersenyum lebar, sedetik kemudian ia menyatukan bibirnya dengan milik Tiara di dalam mobil tersebut.


Ya mereka pun kembali melakukannya disana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2