Tawanan Ceo Liar

Tawanan Ceo Liar
Bab 26. Suap-suapan


__ADS_3

Galen bersama Tiara serta kedua temannya kini telah sampai di salah satu restoran yang berada di dekat kantornya.


Namun, tentunya Galen meminta Tiara duduk berdua dengannya agar bisa berbincang bebas bersama gadis itu tanpa gangguan.


Tiara pun menurut saja, ia juga tidak enak menolaknya mengingat Galen sudah cukup banyak berjasa di dalam hidupnya.


"Pak, bapak sering makan di restoran ini?" tanya Tiara.


"Kamu apa sih cantik? Jangan panggil saya pak, panggil aja saya Galen!" pinta Galen.


"Gak bisa dong pak, kan disini ada Mimin sama kak Edwin juga. Kalau mereka dengar gimana? Saya gak mau semuanya terbongkar, saya takut mereka jadi jauhin saya!" ucap Tiara.


"Gapapa, mereka gak mungkin dengar kok. Kan mereka duduknya agak jauh," ucap Galen.


"Iya sih pak, tapi tetap aja saya khawatir. Udah ya gapapa saya panggil pak aja?" ucap Tiara.


"Terserah kamu deh Tiara, saya gak bisa paksa kamu. Dan ya saya emang sering makan disini, karena ini restoran mama saya," ucap Galen.


"Hah? Jadi, ini punya mamanya pak Galen? Waw keren dong ya!" kaget Tiara.


"Gitu deh Tiara, kebetulan mama saya hobi masak. Jadi, dia mau menyalurkan bakatnya dengan membangun restoran ini," ucap Galen.


"Berarti mamanya pak Galen sering kesini juga dong? Apa ada kemungkinan aku bakal ketemu sama beliau?" tanya Tiara.


"Tentu, saya malah senang kalau mama ada disini. Biar saya bisa kenalin kamu ke mama," jawab Galen.


"Bapak ih! Jangan ngada-ngada ya pak! Saya ini cuma pelayan bapak, buat apa bapak kenalin saya ke mamanya bapak?" protes Tiara.


"Gak ada yang salah kan Tiara? Saya cuma pengen kenalin kamu kok, gausah panik gitu kali! Rileks aja cantik!" ucap Galen menenangkan.


Galen meraih satu tangan Tiara lalu mengusapnya.


"Pak, jangan kayak gini ah! Saya takut Mimin atau kak Edwin lihat, lepasin ya pak!" pinta Tiara.


"Kamu kok jadi ketakutan banget gini sih? Tenang aja kali cantik!" ucap Galen.


"Gimana saya bisa tenang? Disana ada Mimin sama kak Edwin tau," ujar Tiara.


"Biarin aja, kalaupun mereka lihat mereka pasti akan mikir kita ini pacaran. Bukannya sebatas hubungan di ranjang," ucap Galen.


"Ya tapi saya gak mau mereka ngira kita pacaran pak," ucap Tiara.


"Kenapa cantik? Kamu emangnya gak minat jadi pacar saya? Saya tampan loh dan saya pemilik perusahaan besar," tanya Galen.


"Iya, saya akui bapak tampan dan kaya. Tapi, bapak itu mesumnya gak ketulungan! Aku gak mau jadi pacar bapak!" jawab Tiara tegas.


"Hubungannya sama mesum apa? Saya bisa mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus loh Tiara," ucap Galen meyakinkan gadisnya.


"Gak dulu deh pak, udah ya saya mau lanjut makan?" ucap Tiara sambil tersenyum.

__ADS_1


Galen pun pasrah saja saat Tiara mengabaikan dirinya dan malah fokus memakan makanan di piringnya.


"Oh ya, nanti malam jangan lupa kamu datang lagi ke apartemen saya!" ucap Galen.


"Bapak gak perlu ingetin saya kayak gitu, saya bukan orang pikun," ucap Tiara.


"Saya kan mau kasih tau aja, siapa tahu kamu lupa. Jangan marah-marah dong Tiara!" ucap Tiara.


"Ya ya ya, terus itu makanan kapan mau dimakannya pak?" tanya Tiara.


"Saya nunggu disuapin sama kamu Tiara," jawab Galen dengan santai.


"Bapak jangan aneh-aneh deh! Gak mungkin saya suapin bapak di depan Mimin sama kak Edwin," ucap Tiara tersentak kaget.


Galen memajukan tubuhnya ke dekat Tiara.


"Ada yang salah dengan itu Tiara?" tanya Galen sambil tersenyum lebar.




Sementara itu, Nadira baru sampai di depan restoran miliknya bersama Gavin yang memang sengaja mengantarnya.


Wanita itu turun dari mobil, menatap sejenak wajah Gavin dan melayangkan senyuman sebelum mencium tangan sang suami.


"Gak dulu deh, mungkin lain waktu baru aku ikut kamu lihat-lihat restoran ini. Soalnya aku kan harus ke kantor, kamu tau lah si Davin gak bisa diandalkan untuk urusan kantor," jawab Gavin.


"Ah iya, aku ngerti mas. Tapi, seenggaknya kamu masuk dulu terus ketemu sama Galen. Jam segini biasanya dia datang untuk makan siang loh," ucap Nadira.


"Yaudah, aku ikut kamu deh sebentar. Abis itu baru aku pergi ke kantor," ucap Gavin.


"Makasih ya mas! Aku cuma mau hubungan kamu sama Galen membaik," ucap Nadira.


"Itu juga yang aku mau sayang, tapi kamu tahu sendiri Galen anaknya kayak gimana," ujar Gavin.


"Sabar ya mas! Yuk kita masuk aja dulu, barangkali Galen udah mau bicara sama kamu!" ucap Nadira.


Gavin mengangguk setuju, lalu Nadira menggandeng tangan pria itu dan masuk bersama ke dalam restoran tersebut.


Benar saja yang diucapkan Nadira, putranya itu sudah lebih dulu berada di restoran dan tengah asyik menikmati makan siangnya.


"Nah kan, itu Galen ada disana!" unjuk Nadira.


"Iya sayang, tapi dia sama siapa ya? Kok suap-suapan begitu?" heran Gavin.


"Eee gak tahu juga mas, mungkin itu pacarnya atau cuma temannya," tebak Nadira.


"Gak mungkin cuma teman, orang mereka kelihatan dekat banget begitu," ujar Gavin.

__ADS_1


"Udah biar gak penasaran kita langsung samperin aja mereka!" usul Nadira.


"Iya benar, yuk sayang!" ucap Gavin setuju.


Mereka pun mendekat ke arah Galen serta Tiara yang sedang asyik saling menyuapi satu sama lain cukup mesra.


"Galen!" panggil Nadira pelan.


Sontak Galen menoleh, ia tersenyum lebar melihat bundanya datang bersama ayah tirinya.


Tiara yang melihat itu langsung terkejut, ia spontan menjauh membuang muka dan salah tingkah.


"Eh mama?" Galen bangkit dari duduknya, lalu mencium tangan mamanya.


"Galen, tangan papa kamu dicium juga dong! Kamu gimana sih?" suruh Nadira.


"Udah gapapa," lirih Gavin.


"Gak bisa gitu mas, ayo Gavin cepat salim sama papa kamu!" titah Nadira.


"Iya ma," Galen menurut dan mencium tangan papanya dengan terpaksa.


Gavin tersenyum tipis sembari mengusap punggung putranya.


"Ini pacar kamu?" tanya Nadira menunjuk ke arah Tiara.


"Hah?" Tiara tersentak kaget mendengarnya.


"Ah iya ma, ini—"


"Bu-bukan tante, saya cuma karyawannya pak Galen di kantor. Mana mungkin lah saya bisa jadi pacarnya pemilik perusahaan tempat saya bekerja?" potong Tiara dengan cepat.


"Oh ya? Jadi kamu kerja sama anak saya?" tanya Nadira.


"Benar tante, eee maaf ya tante saya permisi kesana dulu!" ucap Tiara gugup.


"Eh jangan dong cantik! Udah kamu disini aja, saya yakin Galen masih mau berduaan sama kamu! Lanjut aja dulu makannya!" ucap Nadira.


"Iya Tiara, jangan ngada-ngada deh!" sahut Galen.


"Nama gadis ini Tiara?" tanya Nadira.


"Iya ma, cantik kan? Sesuai lah sama orangnya," jawab Galen sambil tersenyum.


Tiara dibuat tersipu dan menundukkan kepalanya begitu mendengar pujian yang dilontarkan Galen kepadanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2