
Sam keluar dengan tergesa-gesa. Dia meletakkan peralatan kebersihannya di sembarang tempat dan mulai mencari celah untuk keluar dari perusahaan Alexander. Dia tidak menyangka jika Alice menolak ajakannya untuk pergi dari sana. Tapi dia mencoba percaya jika Alice akan baik-baik saja. Dan dia tahu Alice pasti mempunyai rencana sendiri.
Tapi tetap saja semua itu membuat Sam khawatir. Ia takut jika Alice akan jatuh ke pelukan Alexander. Dan Bagaimana jika Alexander mempunyai niat buruk pada Alice?
"Seperti nya aku harus mencari cara lain agar Alice mau pergi denganku. Mungkin benar sekarang bukan waktu yang tepat. Tapi jika aku membiarkan Alice terlalu lama berada di sana, aku takut dia akan berubah pikiran." gumam Sam dalam hati.
Sam menoleh kesana kemari memastikan jika tidak ada orang. Dan setelah semua aman, Sam keluar dari perusahaan Alexander melalui pintu belakang.
Sam merasa dia bisa keluar dengan mudah tanpa ada yang menghalanginya dan hal itu membuatnya sedikit curiga tapi dia tidak terlalu memikirkannya. Dia hanya berpikir jika dia sedang beruntung kali ini.
Sam tidak tahu saja jika semua itu sudah diatur oleh Alexander. Dia membiarkan Sam keluar dari perusahaannya dengan mudah karena Alexander ingin mengetahui Kemana perginya pria itu.
Alexander yakin jika ada yang membantu Sam. Dan dia ingin tahu siapa orang itu. Dia berharap orang itu bukanlah Sean. Karena jika itu terjadi maka dia tidak akan segan untuk membunuh Sam.
Sam masuk ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari perusahaan Alexander. Dia menatap sekilas perusahaan itu sebelum akhirnya melajukan mobilnya.
Dari arah belakang, Aaron juga mengendarai mobilnya mengikuti Sam. Dia bertindak hati-hati agar pria itu tidak menyadari keberadaannya.
__ADS_1
Tapi sayangnya, anak buah Sean mengetahuinya. Mereka mencoba menghalangi Aaron dengan menghimpit mobil Aaron.
"Shiit!!" Aaron mengumpat. Dia menambah kecepatan agar terlepas dari kedua mobil yang berada di kedua sisi mobilnya.
Aksi mereka di tengah jalan mengundang banyak perhatian. Termasuk Sam yang melaju tidak jauh dari mereka. Dia melirik dari kaca spion dan melihat dua mobil Sean yang sedang menghalangi mobil orang lain.
"Apa yang terjadi? Apa mobil itu target Sean? Tapi kenapa mereka beraksi di tengah jalan yang ramai?" gumam Sam penasaran. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sam mengangkat sambungan telepon tersebut setelah tahu jika Sean yang meneleponnya
"Iya Tuan?"
"Cepat pergi dari sana!! Anak buahku sedang berusaha menghalangi Aaron yang mencoba mengikuti mu." seru Sean di seberang sana
"Kita tidak punya banyak waktu." teriakan Sean membuat Sam tersentak. "Ba_baik." Sam memutuskan sambungan telepon dan melempar ponselnya ke dashboard mobil. Dia melirik sekilas kaca spion melihat mobil Aaron yang masih di halang-halangi oleh anak buah Sean.
"Sial! Aku tertipu. Ternyata ini semua hanya jebakan." Sam menambah kecepatan laju mobilnya.
Sementara itu, Aaron masih berusaha untuk lepas dari himpitan kedua mobil milik anak buah Sean.
__ADS_1
"Brengsek!! Kalau begini caranya, jangan salahkan aku menggunakan kekerasan." Aaron mengeluarkan pistolnya dan membuka kaca jendela dan mengarahkan pistolnya keluar dan menembak ban mobil salah satu anak buah Sean.
Dor
Mobil anak buah Sean oleng dan menabrak pengendara lain.
Aaron menstabilkan laju mobilnya kembali. Dia mengurangi kecepatan dan memberi jarak dengan mobil anak buah Sean yang lain. Dan setelahnya Aaron menabraknya mobil tersebut dari belakang.
Bruakh
"Sial!!" Anak buah Sean menambah kecepatan. Tapi sayangnya, Aaron kembali menabrak mobil itu dan mendorongnya. Dan saat berada di tikungan, Aaron masih terus mendorong mobil anak buah Sean dengan kecepatan tinggi hingga mobil itu terjun bebas ke jurang.
Mobil Aaron berhenti tepat di tepi jurang. Dia menghela nafas panjang dan menelepon Alexander.
"Maaf Tuan, Pria itu lolos." Seru Aaron
"Tidak masalah. Segera kembali." ucap Alexander di seberang sana
__ADS_1
"Baik." Aaron mematikan sambungan telepon dan melihat kepulan asap dari bawah sana.
Sayang sekali dia tidak mengetahui siapa orang-orang itu. Tapi yang jelas, mereka sengaja menghalanginya mengikuti Sam. Dan hal itu menjadi bukti jika Sam di selamatkan salah satu musuh Alexander.