Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Maafkan Aku


__ADS_3

Malam itu juga, Alexander memerintahkan Aaron untuk bersiap menyelamatkan Alice. Walaupun Laura tidak mengatakan secara pasti di mana Alice tapi dia bisa menebak jika Alice di culik oleh Sean.


Dan saat ini, Aaron tengah mengotak-atik komputer, mencoba meretas sistem keamanan di markas Sean untuk mencari keberadaan Alice di sekap.


"Bagaimana?" tanya Alexander


"Saya sudah meretas cctv di rumah tuan Sean. Tapi nona Alice tidak ada di manapun. Apa jangan-jangan nona di sekap di tempat yang lain?"


"Itu tidak mungkin. Di tempat lain tidak ada yang mempunyai sistem keamanan seketat rumah utamanya. Jadi aku yakin Alice pasti ada di sana." Alexander terdiam sejenak berfikir di mana kira-kira ruangan yang pas untuk menyekap seseorang.


Hingga dia melebarkan kedua matanya dan meminta Aaron untuk mencari apakah Sean mempunyai ruang bawah tanah seperti dirinya atau tidak.


"Ada lorong gelap yang mencurigakan. Sayangnya tidak ada cctv di sana." seru Aaron


"Aku yakin Alice ada di sana." ucap Alexander. Dia menatap Aaron dan kembali berkata, " Siapkan bodyguard!! Kita selamat kan Alice malam ini juga!!" titahnya


"Baik Tuan."


"Alice!! Tunggu aku!!" gumam Alexander dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Samuel baru saja pulang. Dia terlihat lesu karena belum juga menemukan Alice.


Berhari-hari dia terus mencari, bertanya kesana kemari tapi tidak ada satupun petunjuk keberadaan wanita itu.


Hal itu membuatnya hampir putus asa. Apa benar Alice di usir Alexander? Tapi kenapa wanita itu tidak ada dimanapun? Apa dia melewatkan sesuatu?


Samuel duduk di sofa dan memijat pelipisnya. Kepalanya rasa nya ingin meledak karena khawatir akan keadaan sahabat nya itu. Padahal tinggal sedikit lagi dia bisa membawa wanita itu pulang. Tapi sekarang dia justru kehilangan dirinya.


"Apa aku harus meminta tolong pada Tuan Sean? Tidak!! Aku sudah sering merepotkannya. Bahkan rencana ini berhasil juga karena dirinya. Jadi aku tidak mungkin meminta pertolongannya lagi. Tapi..." Samuel tampak menimang-nimang apakah dia akan meminta bantuan Sean sekali lagi atau tidak.


Tapi dia tidak bisa menunggu lagi. Dia takut terjadi sesuatu pada Alice. Sudah beberapa hari setelah Alice di usir. Entah bagaimana keadaannya sekarang. Apakah dia baik-baik saja atau tidak.

__ADS_1


"Sial!! Aku tidak bisa menunggunya lagi." Samuel memutuskan untuk meminta bantuan Sean untuk mencari Alice. Pria itu mempunyai koneksi di mana-mana jadi Samuel yakin Sean dapat membantunya.


"Kemana tuan Sean?" Samuel celingak-celinguk kesana kemari karena tidak menemukan keberadaan Sean. Bahkan Ghani tidak terlihat. Apakah mereka sedang pergi?


Samuel mencari di setiap ruangan tapi tidak menemui Sean dan juga Ghani. Sampai dia melihat bodyguard keluar masuk di ruang bawah tanah dan membuatnya curiga.


"Ada apa? Apa tuan Sean mendapatkan mangsa?" karena penasaran, Samuel diam-diam masuk ke ruang bawah tanah. Dia yakin jika Sean ada di sana.


Tapi langkahnya terhenti saat melihat orang yang dia cari-cari berada di depannya dalam keadaan terikat.


"Alice!!" pekik Samuel


Baik Alice maupun Sean menoleh kearah Samuel. Pria itu berlari dan langsung memeluk wanita itu. "Alice!! Aku mencari mu kemana-mana. Aku tidak menyangka jika kau berada di sini." ucap Samuel. Dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Tapi yang membuatnya bingung kenapa Alice berada di sana dan tangannya terikat?


"Dia yang membawaku kemari." seru Alice yang tahu apa yang dipikirkan Samuel.


Pria itu nampak mengerutkan keningnya. Dia menatap Alice dan Sean bergantian. "Tuan, apa maksudnya semua ini? Kenapa kau membawa Alice ke tempat seperti ini dan..." Samuel tidak melanjutkan ucapannya. Tapi dia melihat kedua tangan Alice yang terikat.


"Sudah jelas jika aku menangkapnya, Sam. Aku membantumu mencarinya dan aku membawanya kemari " jawab Sean.


"Kenapa kau bilang? Tentu saja untuk membuat Alexander hancur. Sebelum Alexander mati, aku tidak akan membiarkan kau membawanya pergi begitu saja."


Deg


"A_apa? Bukankah kesepakatan kita....


"Kau mempercayai kesepakatan itu?" sela Sean. "Cih.. Konyol!!" Sean memberi kode pada anak buahnya yang langsung memegang kedua tangan Samuel dan menjauh dari Alice.


"Sam!!" teriak Alice


"Tuan!!" Samuel memberontak tapi pegangan kedua anak buah Sean sangat kuat. "Apa maksudnya ini, Tuan? Kau mengingkari janjimu?"


"Astaga Sam!! Kau benar-benar mengira jika aku akan membantumu, begitu?"

__ADS_1


"Asal kau tahu, aku melakukan hal ini karena ingin membalas Alexander dan bukan membantumu menemukan wanita itu agar bisa kau bawa pulang." seru Sean. Dia mendekati Sam dan kembali berkata, "Dari awal aku memang tidak berniat membantumu. Tapi membantu diriku sendiri."


"Saat aku tahu kau adalah sahabat dari wanita itu, Aku memperlakukan mu dengan baik dan mengatakan jika wanita itu di tangkap oleh Alexander. Dan tujuanku adalah agar kau melawan Alexander."


"Tapi sayangnya kau tertangkap. Tsk.. Lemah." ejek Sean.


"Tapi aku tidak mungkin membiarkan mu mati begitu saja karena kau masih berguna untuk ku. Kau dan Laura." Sean tertawa keras yang membuat Samuel menggeram dan meludahi wajah Sean.


"Cuih.. Dasar Bajingan!! Jadi selama ini kau membohongiku, hah?" teriak Samuel


Sean mengusap wajahnya. Dia tersenyum sinis dan memukul perut Samuel.


Bugh


"Ugh..!!" Samuel kesakitan tapi dia tidak bisa melawan karena kedua tangannya di cekal oleh anak buah Sean.


"Kau sudah tidak berguna lagi untuk ku." Sean memberi kode pada kedua anak buahnya dan setelah itu dia pergi dari sana.


"Dasar bajingan!! Mau kemana kau? Lepaskan kami!!" teriak Samuel. Tapi semua itu percuma karena tiba-tiba kedua anak buah Sean melepas tangan Samuel dan mengajar pria itu habis-habisan.


"SAM!!" teriak Alice


Samuel tidak tinggal diam. Dia melawan dengan sekuat tenaga. Tapi salah satu dari anak buah Sean mengeluarkan pisau dan menusuk perut Samuel.


"TIDAAKK!!!" teriakan Alice terdengar pilu. "Sam!!"


Samuel memegang perutnya yang berdarah. Dia muntah darah dan ambruk di dekat Alice.


"Sam!! Bertahanlah!! Aku mohon!!" Isak Alice. Dia merasa putus asa karena tidak bisa membantu sahabatnya itu.


"A_alice!!" Samuel mencoba mendekati Alice, tapi karena lukanya yang cukup parah membuatnya tidak bisa bergerak.


"Sam!! hiks hiks..!!" Alice menangis melihat sahabatnya yang terluka. Hatinya tersayat melihat keadaan Sahabatnya.

__ADS_1


"Ma_maafkan A_aku, A_alice. A_aku men_cintaimu." Sam tersenyum dan menutup matanya secara perlahan.


"SAM!!! BANGUN!! AKU MOHON!! SAAMM!!!"


__ADS_2