Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Persiapan Konferensi Pers


__ADS_3

Alexander memutuskan untuk mengajak Alice pulang karena besok dia akan mengadakan konferensi pers tentang berita yang tersebar mengenai hubungannya dengan Laura.


Dia tidak ingin berita ini semakin meluas. Apalagi dia tidak suka dirinya menjadi pembicaraan banyak orang. Menurutnya gosip murahan itu sangat mengganggu ketenangannya.


"Apa kau yakin ingin mengadakan konferensi pers besok? Pasti mereka sangat kecewa jika kau menyangkal hubungan mu dengan Laura." seru Alice


"Jadi menurutmu aku harus mengakui sesuatu yang tidak terjadi? Aku dan Laura hanya rekan kerja tidak lebih. Dan foto itu di ambil saat kami makan malam setelah selesai mengerjakan pekerjaan kami. Sangat lucu jika mereka mengatakan jika kami sedang kencan."


"Oh.." Alice menatap keluar jendela. Ada rasa lega mendengar ucapan Alexander. Tapi tetap saja berita itu membuatnya tidak nyaman. Apa dia sedang cemburu?


Alice menggeleng-gelengkan kepalanya menyangkal semua itu. Tidak mungkin dia cemburu. Dia tidak mempunyai perasaan apapun pada Alexander. Jadi dia yakin jika ini bukan rasa cemburu.


Mobil yang di kendarai Alexander terparkir sempurna di depan mansion. Alice segera keluar dan bergegas ke kamar.

__ADS_1


Alexander hanya menatap Alice tanpa ada keinginan untuk menyusul wanita itu. Dia justru pergi keruangan nya dan mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


"Tuan, saya sudah menyelidikinya. Orang yang menyebarkan berita itu adalah seorang wartawan yang bekerja di kantor aliansi jurnalis. Dia mengaku jika mendapatkan sebuah paket tanpa nama yang berisi foto anda dan nona Laura." seru Aaron


"Lalu kenapa dia menyebarkan berita itu di sosial media? Apa dia mempunyai banyak nyawa?" ucapan Alexander begitu dingin dengan tatapan yang tajam membuat Aaron menunduk takut


"So_soal itu, di_dia mengatakan jika ada surat di dalam paket tersebut yang mengatakan jika itu adalah berita asli dan memintanya menyebarkan berita baik itu a_agar semua orang tahu, tu_tuan." ucap Aaron terbata


"Cih.. Konyol." Alexander terdiam sejenak memikirkan hukuman apa yang pantas untuk wartawan tersebut. Jika hanya menyiksanya itu tidak akan menyenangkan. Tapi bagaimanapun juga dia tidak sepenuhnya bersalah. Jadi mungkin dia hanya akan membuat orang itu jera.


"Baik tuan."


Sementara itu, di sebuah apartemen mewah di kawasan elite. Seorang wanita tengah menyaksikan berita heboh yang saat ini menjadi trending topik di dunia maya.

__ADS_1


Dia adalah Laura.


Dia tersenyum puas dengan pemberitaan tersebut. Di sana, mereka para stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan berita tentang kedekatannya dengan pengusaha nomor 1 di Qatar yang menjadi incaran banyak wanita, Alexander Smith.


Dia senang dengan respon Masyarakat tentang berita itu. Bahkan banyak dari mereka yang mendukung hubungan kedekatan mereka.


"Aku tidak menyangka jika berita ini menjadi trending topik. Dan lihat!! Semua orang mendukung hubungan kami." Laura tertawa keras. Dia menyesap minumannya dengan sorot mata yang penuh dengan kebahagiaan.


Dia sudah menghubungi Sean untuk membantunya menyebarkan foto makan malam romantisnya dengan Alexander. Dia mempertemukan orang yang dia bayar sebelumnya dengan Sean. Dan mereka bertiga merencanakan semua ini dan memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika sampai Alexander bertindak.


Setidaknya mereka tidak mau menjadi incaran Alexander. Untuk itu, mereka melimpahkan semuanya pada salah satu wartawan dari aliansi jurnalis untuk di jadikan tumbal. Dan berhasil.


Belum ada konfirmasi dari pihak Alexander dan hal itu membuat Laura merasa senang karena hal itu semakin membuat publik merasa jika berita itu adalah benar.

__ADS_1


"Tinggal selangkah lagi, aku akan membuat Alexander menjadi milikku. Dan untuk Alice, aku akan segera menyingkirkan nya." seringai Laura


__ADS_2