Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Berita Besar


__ADS_3

Alexander dan Alice berangkat ke restoran tempat meeting di lakukan. Dan seperti biasa, Alexander membawa beberapa Bodyguard karena Alice ikut meeting. Biasanya dia hanya pergi dengan Aaron saja. Tapi sekarang berbeda karena ada Alice yang harus dia jaga.


Menurut Alice, semua itu terlalu berlebihan. Mereka hanya pergi meeting dan bukan untuk berperang. Lagipula ada Alexander dan Aaron jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dan hal itu menjadi perdebatan antara keduanya.


Alhasil, Alexander pemenangnya. Alexander memberi pengertian pada Alice. Jika bersama Alexander saja musuh berani terang-terangan menyerang mereka bagaimana jika tidak ada dirinya?


Alexander tidak mungkin menjaga Alice selama meeting berlangsung. Dia pasti akan tenggelam dalam diskusi yang akan mereka lakukan nantinya. Dan bagaimana jika Alice bosan dan ingin keluar atau mungkin ke toilet? Itu yang di khawatirkan Alexander.


Alice mengerti. Dan sekarang mereka sudah sampai di restoran tempat mereka akan meeting.


Bodyguard yang di perintahkan menjaga Alice juga ikut masuk dengan menyamar menjadi pengunjung restoran. Karena mereka tidak memesan ruang VIP jadi bodyguard bisa leluasa mengawasi Alice.


"Mana Tuan Arsyad? Kenapa dia belum datang?" tanya Alice


"Kita datang terlalu awal sayang. Jadi bersabarlah."


"Ya sudah, kalau begitu aku mau ke toilet sebentar."


"Mau aku temani? Mumpung tuan Arsyad belum datang."


"Ck.. Aku bukan anak kecil. Lagipula antek-antek mu pasti mengikuti ku." gerutu Alice


Alexander terkekeh. Dan saat Alice pergi, dia melirik ke arah bodyguard meminta mereka untuk mengikuti Alice.


"Huft dasar menyebalkan." Alice masuk ke toilet dan menyelesaikan hajatnya. Dia berdiri di depan wastafel untuk mencuci tangannya.


"Sampai kapan aku harus menipu diriku sendiri? Aku lelah." gumamnya bermonolog. Dia menatap bayangan dirinya yang terlihat menyedihkan di cermin wastafel.

__ADS_1


Ya, selama ini Alice hanya berpura-pura di depan Alexander. Dia menjalankan rencana awalnya dengan bersikap baik pada pria itu agar mendapatkan kepercayaan darinya. Dan setelah uang terkumpul, dia akan melarikan diri saat ada kesempatan.


Untuk itu dia menolak ajakan Sam. Selain dia tidak ingin Sam terluka, dia tidak mau kepercayaan yang dia dapat dari Alexander hilang begitu saja.


Tapi walaupun begitu, rasa nyaman yang dia rasakan itu nyata. Dia nyaman dengan perlakuan Alexander padanya. Tapi tetap saja, dia tidak mencintai pria itu. Bukan tidak, tapi dia belum menyadarinya.


"Hah... Aku harus bersabar lebih lama agar usahaku ini tidak sia-sia." Alice hendak keluar dari toilet. Tapi tiba-tiba ada dua wanita yang masuk ke toilet. Mereka membicarakan berita yang menjadi trending topik di media.


Awalnya Alice tidak perduli. Tapi saat salah satu dari mereka menyebut nama Alexander, dia menghentikan langkahnya. Dia memasang telinganya baik-baik mendengar obrolan mereka.


"Aku tidak menyangka jika diam-diam tuan Alexander berkencan dengan nona Laura."


"Iya kau benar. Dari awal mereka juga di gadang-gadang memiliki hubungan spesial kan. Lagipula mereka terlihat sangat cocok."


"Ya, mereka terlihat cocok. Yang satu tampan dan yang satunya cantik. Aku jadi iri."


Alice mengepalkan tangannya mendengar hal itu. Dia mengambil ponselnya dan melihat berita yang di bicarakan kedua wanita itu.


Dan benar saja, foto keduanya sedang makan malam romantis terpampang di sana dan menjadi trending topik dengan judul "Kencan Romantis Tuan Alexander dan Nona Laura"."


Banyak pengikut mereka yang mendoakan semoga mereka berjodoh dan segera menikah. Bahkan ada yang mulai membagikan kebersamaan keduanya sebelumnya dan mengunggahnya.


Hal itu membuat Alice geram. Dia memasukkan ponselnya dan keluar dari toilet dengan menahan kesal. Dia ingin kembali ke meja di mana Alexander mengadakan meeting. Tapi tiba-tiba dia menjadi malas. Alhasil dia memilih duduk di meja lain dan memesan makanan dan minuman yang dia inginkan.


Sikap Alice yang tiba-tiba menghindar membuat Alexander bingung. Kenapa tiba-tiba Alice duduk di meja lain? Bukankah awalnya dia sangat bersemangat untuk ikut meeting? Merasa ada yang tidak beres, Alexander ingin menghampiri Alice. Tapi sayangnya, Tuan Arsyad lebih dulu datang. Dan mau tidak mau mereka memulai meeting mereka.


Alice menatap Alexander dengan kesal. Dia kembali melihat berita di media sosial yang masih membahas Alexander dan Laura. Bahkan para netizen membuat tagar untuk keduanya.

__ADS_1


"Cinta Sejati Dua pengusaha? cih.. menggelikan." gumam Alice.


Cukup lama Alexander meeting dengan kliennya dan hal itu membuat Alice bosan apalagi dengan berita yang baru saja dia dapatkan. Rasanya dia ingin pergi dari sana.


"Ini sangat membosankan." Alice terdiam dan terbesit ide di otaknya. Dia mendekati Alexander dan mengulurkan tangannya.


"Ya?" tanya Alexander bingung. Begitu juga dengan Tuan Arsyad yang menatap keduanya.


"Aku minta uang. Aku ingin berbelanja." pinta Alice


Alexander menaikkan kedua alisnya. Tidak biasanya Alice berani meminta uang padanya. Tapi dia tidak mau ambil pusing. Dia mengeluarkan kartu black card dan memberikan pada Alice.


"Cepat kembali !!" seru Alexander


"Tidak janji." Alice pergi begitu saja di ikuti bodyguard.


"Maaf jika saya lancang tuan. Kalau boleh tau, siapa wanita itu?" tanya tuan Arsyad


"Kekasihku." jawab Alexander singkat


"O_oh begitu. Aku kira kekasih anda itu nona Laura."


"Laura? tanya Alexander bingung


"Begini tuan, berita anda dan nona Laura tersebar di media sosial dan menjadi pembicaraan hangat publik." tuan Arsyad mengeluarkan ponselnya dan mencari berita Alexander. "Ini lihatlah!!" tuan Arsyad memperlihatkan berita yang tersebar di media sosial


"Wow . Sangat berani." ucap Alexander. Pantas saja sikap Alice berubah. Mungkin wanita itu melihat berita ini.

__ADS_1


"Hah.. Sepertinya ini akan sedikit sulit." batin Alexander


__ADS_2