
Ctar
Ctar
Ctar
"ARRGH..." teriakan seseorang terdengar menggema di ruang eksekusi yang berada di ruang bawah tanah milik Alexander.
Orang itu merintih kesakitan karena cambuk yang mendarat di sekujur tubuhnya.
"Masih tidak mau mengatakannya?" tanya Aaron. Saat ini dia di tunjuk menjadi algojo untuk orang yang sekarang terikat di depan matanya.
Dia terus menyiksa orang itu agar mau mengatakan yang sebenarnya pada Alexander. Orang itu adalah Laura.
Merasa jika Laura menyembunyikan sesuatu, di tambah dengan kabar Alice di culik, membuat Alexander menyadari ada yang tidak beres. Dia kembali mengingat-ingat dengan akal sehatnya. Wajah Alice yang terlihat bingung saat di hotel di tambah rekaman cctv di pusat perbelanjaan di mana Alice berada juga terlihat aneh.
Alexander memerintahkan Aaron untuk meretas cctv pusat perbelanjaan dan memutar ulang rekaman cctv tersebut.
Dan memang ada yang aneh pada wanita yang mirip dengan Alice. Tidak!! Bukan mirip. Bahkan wajah wanita itu tidak terlihat karena membelakangi cctv. Tapi postur tubuh wanita itu sangat berbeda dengan Alice.
Sial!! Bodohnya Alexander baru menyadari sekarang. Untuk itu dia semakin yakin jika ada yang tidak beres dan dia yakin jika Laura ada hubungannya dengan semua ini.
"Kau mempunyai nyali yang sangat besar nona Laura. Tapi sayangnya tuan Alexander adalah orang yang tidak mempunyai belas kasih. Jadi aku sarankan lebih baik katakan pada ku dimana nona Alice." seru Aaron
"Be_berapa kali aku harus katakan padamu, aku tidak tahu."
"Cih..." Aaron mengangkat cambuknya dan....
__ADS_1
Ctar
Ctar
Ctar
Pria itu kembali mencambuk Laura dengan brutal.
"Cukup Aaron!!"
Aaron berhenti mencambuk dan menyingkir saat Alexander mendekat. "Laura Angelina. Kau tahu jika aku tidak akan membiarkan kau hidup, sekarang ataupun nanti. Untuk itu kau memilih untuk bungkam. Tapi bagaimana jika aku membawa keluarga mu untuk bergabung."
Deg
"Pasti akan menyenangkan jika permainan ini di lakukan beramai-ramai, kan." seringai Alexander
"Putri yang berbakti. Tapi melihat mu memohon justru membuat ku ingin melakukannya." Alexander melirik kearah Aaron.
"Baik Tuan." Aaron yang tahu maksud tuannya, segera meletakkan cambuknya dan pergi dari sana.
"TIDAK !! AKU MOHON JANGAN LAKUKAN !! BERHENTI AARON !!" teriak Laura putus asa. Dia menatap Alexander dan kembali memohon agar Alexander melepaskan keluarganya.
Dia begitu bodoh karena bermain-main dengan pria kejam seperti Alexander. Hanya karena cinta dia rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Alexander. Dan kini akibat perbuatannya, keluarganya ikut terseret.
"Aku mohon Lex!! Jangan keluarga ku!!" isak Laura
"Kalau begitu katakan!!"
__ADS_1
Dengan isakan tangis, Laura mulai mengatakan pada Alexander yang sebenarnya. Mulai dari dia meminta bantuan Sean dan merencanakan kejahatan bersama Sean dan juga sahabat Alice yaitu Samuel.
Mereka akan mendapatkan keuntungan masing-masing dengan Alice pergi, Laura bisa mendekati Alexander. Dan Samuel bisa membawa Alice kembali ke tanah air. Dan untuk Sean, dia sangat ingin melihat Alexander hancur dengan kepergian Alice.
Mendengar hal itu, Alexander tersenyum sinis. "Kau tahu, Laura. Kau adalah wanita bodoh yang pernah aku kenal."
"Apa kau pikir Sean akan menepati janjinya dan kau mendapatkan diriku?"
"Jawaban tidak Laura. Sean sangat ingin menghancurkan diriku. Dan dia berhasil dengan membuat Alice pergi dari ku. Tapi apa kalian tahu, dia adalah pria yang licik."
"Dia tidak akan berhenti sebelum membunuhku dan mendapatkan kekuasaan ku."
Deg
"Dan Samuel tidak akan pernah bisa membawa Alice pulang karena saat ini Alice di culik dan aku yakin jika itu adalah perbuatan Sean tanpa sepengetahuan Samuel. Dengan kata lain kalian sudah di manfaatkan oleh Sean untuk kepentingannya sendiri." lanjut Alexander.
"Dan apa kau yakin, kau hanya menginginkan Alice pergi? Aku yakin kau sangat ingin menyingkirkannya."
Deg
Laura melebarkan kedua matanya saat tahu jika Alexander bisa menebak pikirannya. Ya, dari awal dia sangat ingin menyingkirkan Alice. Jadi dia meminta Sean untuk membunuh Alice. Tapi dia tidak pernah berfikir jika Sean akan kembali memanfaatkan Alice untuk menghancurkan Alexander.
Jika itu benar, berarti sekarang Alice masih hidup, bukan?
"Aku rasa semua sudah cukup." Alexander pergi dari ruang eksekusi. Dan tidak berapa lama terdengar suara tembakan dan teriakan memilukan dari Laura.
"Semoga tenang di sana, Laura."
__ADS_1