Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Alice Di Culik?


__ADS_3

Setelah kepergian Alice, Alexander benar-benar terlihat kacau. Dia lebih sering menghabiskan waktu nya dengan bekerja dan minum-minuman beralkohol.


Hal itu membuat Aaron khawatir. Dia takut hal itu akan membuat kesehatan Alexander menurun.


Ini pertama kalinya Alexander bersikap seperti ini dan semua itu karena wanita. Hal itu membuktikan jika Alice benar-benar wanita spesial untuk Alexander.


"Tuan!!" Aaron mendekati Alexander yang terus menenggak wine nya. "Apa perlu saya mencari nona Alice, tuan?"


"Untuk apa kau mencarinya? Dia sudah mengkhianati ku. Dia tidur dengan pria lain. Padahal aku sangat menjaganya." Alexander menenggak wine nya lagi dan kembali berkata, "Ternyata dia sama saja dengan wanita di luaran sana. Murahan." ejek Alexander


Aaron hanya terdiam. Ingin membantah pun percuma. Di mata Alexander, Alice sudah melakukan kesalahan fatal. Tapi jika Alexander mau berfikir jernih, pasti dia juga merasa ada yang janggal dengan semua yang terjadi.


Sepertinya Alexander sudah di buta kan oleh cinta. Dia tidak akan mendengar saran orang lain. Apalagi jika sampai dia di khianati seperti sekarang ini. Baginya Alice sudah membunuh kepercayaannya.


Aaron memilih keluar dari ruangan Alexander. Dia ingin mencari udara segar malam hari. Rasanya sudah lama dia tidak keluar malam. Dia hanya akan pergi jika Alexander pergi. Dan sekarang Alexander hanya menghabiskan waktunya di rumah.


"Bagaimana? Apa kita akan melaporkannya pada Tuan Alexander?"

__ADS_1


"Tapi kau tahu sendiri jika tuan Alexander sudah mengusir Nona Alice. Pasti dia tidak mau mendengarkan kita dan tidak perduli dengan semua itu."


"Tapi bagaimana jika kita di salahkan karena tidak melapor?"


Perdebatan kedua penjaga mengundang perhatian Aaron. Dia mendekati kedua penjaga tersebut dan bertanya, "Ada apa?"


"Tu_tuan Aaron." kedua penjaga tersebut membungkuk hormat.


"Apa yang kalian perdebatan kan?" tanyanya lagi


keduanya saling pandang dan mulai menceritakan semuanya. "Tadi ada seorang wanita paruh baya yang datang. Dia ingin bertemu dengan Tuan Alexander."


"Kami tidak tahu tuan. Tapi dia mengatakan jika Nona Alice di culik dan mengira jika tuan Alexander pelakunya."


Aaron terdiam. Nona Alice di culik? Tapi kenapa wanita itu mencari kemari? Apa nona Alice menceritakan semuanya pada wanita itu?


"Di mana wanita itu sekarang?" tanya Aaron

__ADS_1


"Wanita itu baru saja pergi." mendengar hal itu, Aaron buru-buru menyusulnya. Dia berlari mencari wanita paruh baya yang di maksud penjaga. Hingga dia melihat seorang wanita yang berjalan menuju ke jalan utama.


"Tunggu!!" teriak Aaron


Wanita itu menoleh dan melihat Aaron yang berlari kearahnya. Tiba-tiba dia merasa takut dan memilih berlari. Tapi kekuatannya tidak sebanding dengan Aaron. Pria itu dengan cepat menghadang wanita itu.


"A_ampun tuan!! Tolong jangan bunuh saya. Saya salah karena masuk ke wilayah tuan Alexander. Tolong ijinkan saya pergi." Wanita itu berlutut ketakutan.


"Berdirilah!! Aku tidak akan menangkap mu. Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu." seru Aaron


Wanita itu berdiri dan bertanya, "a_apa yang ingin anda tanya kan tuan?"


"Apa kau yang mengatakan pada penjaga jika nona Alice di culik?"


Wanita itu mengangguk dan menceritakan semuanya mulai dari pertama dia bertemu dengan Alice. Dia juga menceritakan kenapa dia bisa tahu mengenai Alexander, itu karena Alice menceritakan semuanya padanya. Dan tadi sore, Tetangganya mengatakan jika ada yang membawa Alice dengan mobil tanpa plat. Mereka juga sudah melaporkannya pada pihak berwajib.


Mendengar hal itu, Aaron mulai mencurigai seseorang. Dia adalah orang yang sangat berambisi menghancurkan Alexander.

__ADS_1


"Sean!!" Aaron kembali untuk mengatakan informasi yang dia dapatkan pada Alexander. Dia tidak tahu, Alexander akan percaya atau tidak. Tapi jika Alexander benar-benar mencintai Alice, dia pasti tidak akan tinggal diam.


__ADS_2