Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Di Tengah Laut


__ADS_3

"Apa kau berusaha lari dariku, Baby?" Alexander menghimpit tubuh Alice yang terlihat ketakutan karena dia tidak bisa lari kemanapun karena saat ini mereka berada di tengah-tengah laut.


Alexander menyewa Yacth dan membawa Alice berlayar. Dia menghentikan yacth tersebut di tengah laut untuk memberi pelajaran pada Alice.


"Si_siapa yang bilang aku lari dari mu? A_aku hanya sedang jalan-jalan saja." seru Alice terbata


Alexander tersenyum. Dia mundur memberi ruang untuk Alice bernafas. "Kau mengelabui anak buahku dan pergi ke pelabuhan. Apa namanya jika bukan kabur?"


"Aku tak kabur. Tapi hanya sedang mencari udara segar saja." sangkal Alice


Alexander tersenyum . Dia duduk di kursi malas dan menyesap wine miliknya. Dia sempat khawatir jika terjadi sesuatu pada Alice. Tapi wanita itu menyangkal jika berniat kabur darinya dengan alasan yang konyol.


Alexander tahu rencana alice. Wanita itu ingin pergi menggunakan uangnya. Tapi karena surat-surat Alice, ia sita, Alice memilih pergi ke pelabuhan untuk pergi ke seberang sana.


"Mana?" Alexander menengadahkan tangannya di depan Alice. Tahu apa yang di maksud pria itu, Alice mengeluarkan black card dan mengembalikan pada Alexander.


"Aku harap kau tidak menghabiskan uangku." seru Alexander

__ADS_1


"Cih.. Apa kau takut miskin hanya karena aku berbelanja begitu banyak?"


"Tentu saja tidak, baby. Karena aku akan memotong gajimu untuk mengganti semua yang kau beli."


Alice melebarkan kedua matanya. "Apa? potong gaji?" pekik Alice. Dia tidak menyangka jika Alexander begitu perhitungan. Tahu begini dia tidak akan membeli begitu banyak barang bermerk. Apalagi gaji yang dia dapatkan tidak akan bisa melunasi semuanya dalam waktu setahun.


Melihat Alice yang panik membuat Alexander terkikik pelan. Sangat menyenangkan bisa mengerjai wanita itu. Ya, anggap saja ini sebagai hukuman untuknya karena berani kabur darinya.


Alice menghentakkan kakinya kesal dan memilih pergi melihat lautan yang terlihat sangat indah dan udara nya sangat segar. Setidaknya bisa mengurangi rasa kesalnya pada Alexander.


"Kau kenapa, hm?" Alexander memeluk Alice dari belakang. Tapi tidak biasanya Alice melepas paksa pelukannya dan menjauh darinya.


Alice melirik sekilas Alexander dan berkata, "Bukankah kau sangat pintar? Kau juga bilang, kau mencintaiku. Tapi kenapa hal seperti ini saja kau tidak tahu? Atau kau sangat menikmatinya?" ucap Alice ketus.


Alexander mencoba menerka apa yang terjadi pada Alice. Dia tidak begitu paham dengan wanita karena dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Kecuali Laura.


"Laura." Satu nama yang keluar dari mulut Alexander nyatanya bisa membuat Alice melengos pergi.

__ADS_1


Alexander terkekeh dan kembali mendekati Alice. "Apa kau cemburu dengan berita itu? Ah... Aku tahu sekarang. Kau pergi karena berita itu, bukan?"


"Kenapa kau sekarang sangat menyebalkan Lex?" gerutu Alice.


Alexander tertawa. Dia memeluk Alice dari belakang dan berkata, "Semua Itu tidak benar sayang. Aku bahkan tidak tahu jika foto kami bisa tersebar di dunia maya." Alexander mencoba meyakinkan Alice. Tapi semua tidak semudah itu. Alice masih saja mengerucutkan bibirnya. Tapi hal itu justru membuat Alexander merasa gemas.


"Besok aku akan mengadakan konferensi pers dan meluruskan permasalahan ini, jika aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Laura. Jadi kau tidak perlu khawatir. Oke."


Alice terdiam. Dalam hatinya merasa lega karena semua itu tidak benar. Tapi dia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Kenapa dia harus marah Alexander dekat dengan wanita lain? Bukankah jika hal itu benar maka itu bagus untuk nya. Dia bisa terbebas dari jeratan pria itu. Tapi....


"Jangan marah lagi!! Sebagai gantinya, Kita akan menikmati liburan kita hari ini di sini." seru Alexander


"A_apa? Liburan? Disini?" tanya Alice


"Yes. Kita akan bersenang-senang di sini. Lagipula aku penasaran dengan kejutan yang akan kau berikan padaku. Jadi kita akan bermalam di sini agar aku bisa menikmati kejutan dari mu."


"Ke_kejutan?" Alice jadi salah tingkah. Dia teringat ucapannya pada bodyguard saat berada di depan toko pakaian dalam wanita.

__ADS_1


"Lex, bagaimana meeting dengan Tuan Arsyad tadi?" tanya Alice. Dia segera mengalihkan pembicaraan mereka. Karena dia sangat malu jika ingat ucapannya yang ingin memberi kejutan pada Alexander. Padahal itu semua hanya trik agar bisa lepas dari bodyguard. Tapi jika membayangkan apa yang akan dia lakukan, membuat kedua pipinya merah seperti kepiting rebus.


Dan hal itu membuat Alexander merasa puas karena bisa membuat Alice cemburu sekaligus salah tingkah di depannya.


__ADS_2