Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Curiga


__ADS_3

Alexander masih setia dengan Wine miliknya. Dia terus menenggaknya berkali-kali agar bisa melupakan Alice walau hanya satu malam saja. Itu pun jika dia sudah sangat lelah dan tertidur.


"Kenapa kau selalu ada di pikiranku, Alice? Heh... Dasar sialan !!" umpat Alexander


Tiba-tiba dia merasa sepasang tangan meraba bahunya. Dia menoleh dan menatap wanita yang ingin dia lupakan berdiri di sampingnya. "Alice!!" gumam Alexander


"Kenapa kau kacau seperti ini, Lex?" wanita itu membelai bahu Alexander dan memeluknya dari belakang. "Apa sebegitu cintanya kau padaku sampai-sampai kau terlihat kacau seperti ini?"


Alexander hanya terdiam. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya menyadarkan dirinya. Ini pasti hanya halusinasi nya saja. Dia sudah mengusir Alice beberapa hari yang lalu. Jadi tidak mungkin wanita itu ada di sini.


"Lex!!" wanita itu meraih wajah Alexander dan mencoba mencium bibirnya. Tapi dengan sigap, Alexander langsung mencengkram tangan wanita itu dan mendorongnya hingga tersungkur di lantai.


"Akh.." pekik wanita itu. "Apa yang kau lakukan Lex?"


Alexander menyipitkan matanya saat sadar jika wanita itu memang benar bukan Alice. "Apa yang kau lakukan di sini, Laura?"


Laura berdiri dan membersihkan baju bagian belakang. "Apa kau lupa jika tadi kita sedang membahas kerjasama kita." gerutu Laura


Alexander menatap Laura tajam. "Sepertinya aku sudah memintamu untuk pulang. Kenapa kau masih disini?" tanya Alexander


Laura tersenyum dan kembali memeluk bahu Alexander. "Aku masih di sini karena aku yakin kau membutuhkan teman untuk mengobrol. Atau mungkin untuk menemanimu." Laura semakin berani dengan memeluk Alexander dari belakang dan menopang dagunya di bahu Alexander.


"Kau tahu, apa yang kau lakukan saat ini sangatlah bodoh. Kau merusak dirimu sendiri hanya karena seorang wanita. Apa kau pikir di dunia ini hanya ada Alice seorang?" Tidak ada jawaban ataupun penolakan dari Alexander membuat Laura semakin berani. Dia melepas pelukannya dan duduk di pangkuan Alexander dan memeluk leher pria itu.


"Masih ada aku, Lex. Aku akan membuatmu bahagia. Aku mencintaimu, Lex." ucap Laura


"Kau mencintaiku?" tanya Alexander yang si jawab anggukan oleh Laura. "Sejak kapan?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Sejak pertama kita bertemu. Tapi aku tidak berani mengatakannya padamu karena Aku takut kau akan menjauhiku jika aku melakukannya."


"Tapi kau justru malah membawa Alice kedalam kehidupan mu." Laura memukul pelan dada Alexander seolah sedang merajuk.


Tapi tetap saja tidak ada respon dari Alexander. Bahkan dia tidak marah dengan apa yang di lakukan wanita itu.


Laura tersenyum dalam hati. Dia merasa jika rencananya berhasil. Alexander tidak menolaknya dan ini merupakan kemajuan pesat. Dia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Kalau bisa, malam ini juga dia akan menjadikan Alexander miliknya. Hanya miliknya satu-satunya.


Tapi di luar dugaan, Alexander memeluk pinggang Laura dengan menggunakan satu tangan. Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengusap pipi Laura. "Jadi kau cemburu karena aku memilih Alice, hm?"


Deg


Laura bersorak senang dalam hati. Akhirnya Alexander tertarik padanya. "Iya. Aku sangat sangat cemburu saat kau bermesraan dengan Alice. Tapi mau bagaimana lagi, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa."


"Tapi sekarang dia tidak ada di sini. Dia sudah pergi. Jadi kau tidak perlu cemburu lagi." Bibir Alexander begitu dekat dengan wajahnya. Sampai-sampai dia bisa merasakan hembusan nafas Alexander.


"Alice mengkhianati ku. Dia tidur dengan pria lain. Aku tidak bisa memaafkannya." seru Alexander. Dia mengusap paha Laura dan mencium leher Laura.


"Akh.." Laura menggigit bibir bawahnya. Dia melenguh saat bibir Alexander menempel di lehernya. Apalagi sentuhan tangan Alexander membuat dia meremang. Dia sudah tidak tahan lagi. Rasanya dia ingin mendorong Alexander ke ranjang dan melakukan olahraga yang penuh dengan kenikmatan.


"Aku harap kau tidak mengkhianati ku, sayang." bisik Alexander. Dia menggigit telinga Laura. Dan hal itu lagi-lagi membuat wanita itu semakin menginginkan lebih.


"Kau tenang saja sayang. Aku tidak mungkin mengkhianati mu. Aku bukan Alice. Dia sudah salah karena lebih memilih sahabat nya dari pada dirimu. Padahal sudah jelas, kau mempunyai segalanya."


Alexander tersenyum evil. Dia menatap Laura dengan tatapan sayu. Tapi lama kelamaan tatapan itu berubah tajam. Dia mencengkeram leher Laura kuat dan membuat wanita itu kesakitan dan sulit bernafas.


"Al_alexander!! A_apa ya_ng kau la_laku_kan?" Laura mencoba melepas tangan Alexander dari lehernya. Tapi cekikan Alexander justru semakin kuat.

__ADS_1


"L_lex!!!"


"Apa kau mencoba membodohi ku, hm?"


"A_apa maksud mu?"


Alexander mendorong Laura hingga tersungkur keras. Wanita itu terbatuk-batuk memegang lehernya dan meraup udara sebanyak-banyaknya.


Alexander mendekat dan jongkok di depan Laura. Dia mencengkram kuat dagu Laura dan kembali berkata, "Katakan padaku!! Dari mana kau tahu jika pria yang tidur dengan Alice adalah sahabatnya? Aku rasa, aku tidak pernah mengatakannya padamu. Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, Laura?"


Deg


Sial!!! Dia keceplosan. Pantas saja Alexander marah. Sekarang pria itu pasti mengira jika semua ada hubungannya dengan nya. Tidak!! Dia harus bersikap tenang agar tidak di curigai.


"Lex, Aku tahu semuanya karena Alice pernah memperlihatkan foto sahabat nya padaku. Dia menceritakan semuanya padaku dari awal dia datang kemari dan bertemu dengan mu. Itu sebabnya aku tahu jika pria itu adalah sahabat nya." terang Laura


Alexander tertawa keras


Dia melepaskan cengkraman nya dengan kasar dan berdiri di depan Laura. "Apa kau pikir aku percaya, hm? Mungkin memang benar jika Alice pernah bercerita padamu mengenai sahabat nya. Tapi saat memperlihatkan rekaman itu padaku, kenapa kau seolah-olah tidak mengenal pria itu, Hah?" teriak Alexander


"A_aku....


"Tuan!!" Aaron yang masuk ke ruangan Alexander secara tergesa-gesa, terlihat terkejut dengan Laura yang duduk di lantai dengan keadaan yang berantakan.


"Katakan!!" titah Alexander


"Maaf tuan. Aku mendapat kabar jika nona Alice di culik."

__ADS_1


Deg


__ADS_2