
Alice pergi ke pusat perbelanjaan dekat dengan restoran tempat Alexander mengadakan meeting dengan kliennya. Dia memborong semua baju merk terkenal dan beberapa tas yang limited edition.
Dia tidak perduli apakah uang di kartu Alexander habis atau tidak. Yang terpenting adalah dia senang dan bisa melupakan berita yang memuat Alexander dengan wanita lain.
Tapi ternyata itu hanya angan-angan saja. Nyatanya saat dia masuk di setiap toko, ada pemberitaan tentang Alexander dan Laura.
Hal itu membuat dia kesal. Alhasil, dia mempunyai ide gila untuk kabur dari sana menggunakan uang yang ada di kartu Alexander.
Dia tahu jika itu tidak akan mudah. Dalam hitungan menit, anak buah Alexander pasti bisa menemukannya. Tapi tidak ada salahnya mencoba bukan?
Alice memberikan semua belanjaannya pada bodyguard yang mengikutinya. Dia membuat bodyguard sibuk dengan tingkahnya yang berjalan kesana kemari, mencoba ini itu dan membeli semua baju yang dia coba.
Dan saat dia melewati toko baju dalam khusus wanita, dia berhenti sejenak. Sekilas terbesit ide di kepalanya. Dia memutar tubuhnya menatap bodyguard yang terlihat kesusahan membawa barang belanjaannya.
"Kalian tunggu disini sebentar ya, aku mau masuk ke dalam." ucapnya pada bodyguard
__ADS_1
"Tapi nona, kami di minta untuk mengikuti kemanapun anda pergi."
"Termasuk masuk kedalam toko itu?" Alice menyela ucapan bodyguard dan menunjuk toko yang ada di belakangnya.
Bodyguard melihat toko yang di maksud Alice. Melihat nama tokonya saja sudah membuat mereka menelan salivanya kasar. Toko itu khusus menjual pakaian dalam wanita. Jika mereka ikut masuk, yang ada mereka akan malu sendiri. Tapi jika mereka tidak melakukannya, nyawa mereka taruhannya.
"Tenang saja, aku tidak akan lama. Kalian cukup tunggu di sini dan setelah aku mendapatkan baju dalam yang aku inginkan, aku akan segera keluar." Alice mendekati bodyguard dan kembali berkata, "Aku ingin memberi kejutan pada Alexander. Jadi aku minta pada kalian untuk tidak memberitahu Alexander. Kalian mengerti maksudku, kan?"
Bodyguard saling pandang dan mengangguk paham. Biarlah nona mereka masuk sendiri yang terpenting dia tidak lepas dari pengawasan mereka.
Alice melirik bodyguard, dia tersenyum karena rencananya berhasil. Dia berpura-pura melihat lingerie itu dan menempelkannya di tubuhnya. Dan saat bodyguard lengah, dia pergi ke ruang ganti dan mengganti bajunya dengan baju yang dia beli sebelumnya. Tidak lupa dia juga memakai kacamata hitam dan topi.
Saat ada rombongan pembeli keluar dari toko tersebut, dia ikut membaur dengan mereka dan setelah semua aman, dia memisahkan diri dan keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.
"Ah... Leganya. Aku tidak menyangka sangat mudah mengelabui mereka." Alice memegang kartu black card di tangannya dan menyeringai. Mungkin lebih baik dia langsung saja pergi ke bandara atau pelabuhan agar bisa menjauh dari Alexander. Jika perlu dia akan kembali ke negara nya. Ide yang bagus.
__ADS_1
Dia menyetop taksi dan pergi ke tempat yang jauh dari jangkauan Alexander. Semoga saja kali ini dia berhasil kabur dari pria itu. Dan setelah dia sampai di negaranya, dia akan menghubungi Sam dan memintanya untuk menyusulnya.
Taksi yang di naiki Alice berhenti di pelabuhan. Awalnya dia ingin pergi ke bandara, tapi dia baru ingat jika surat-surat nya di sita oleh Alexander. Jadi dia memutuskan untuk pergi kepelabuhan.
Dia akan pergi jauh untuk sementara waktu sambil mengurus surat-surat yang di butuhkan untuk kembali ke negaranya. Mungkin dia bisa melaporkannya dengan alasan kehilangan surat-surat nya. Baru setelahnya dia akan menjalankan rencana selanjutnya.
Kini dia berada di pelabuhan Old Port, Doha. Di sana deretan kapal pesiar mewah berjejer rapi dan banyak yacht hingga kapal-kapal kecil yang bersandar. Kapal-kapal tersebut di jadikan tempat penginapan bagi suporter yang datang untuk menyaksikan langsung piala dunia beberapa waktu yang lalu.
Andaikan semua surat nya tidak di sita Alexander, dia bisa langsung ke bandara Hamad karena Old port Doha, berdekatan dengan bandara Hamad. Jaraknya hanya sekitar 15 menit saja.
"Indah sekali." gumam Alice. Dia merentangkan kedua tangannya dan menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya.
"Apa kau tersesat, baby?"
Deg
__ADS_1