Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Pernyataan Laura


__ADS_3

Laura memutuskan untuk menemui Sean. Dia ingin rencana awal segera di lakukan. Dia merasa terhina dengan ucapan Alexander di depan awak media. Untuk itu, dia tidak mau menundanya lagi.


"Apa kau yakin ingin melakukan rencana itu sekarang?" tanya Sean.


"Tentu saja. Semakin cepat semakin baik. Aku tahu jika rencana ini cukup beresiko tapi jika rencana ini berhasil, tidak hanya aku," Laura menatap Sam dan kembali berkata, "Kau juga bisa segera membawa wanita itu kembali ke negara asalmu."


Sean melirik Sam yang terdiam. Sebenarnya dia sangat setuju dengan rencana ini karena dengan begitu, Alexander akan terpuruk. Dan dia bisa memanfaatkan situasi dan keadaan Alexander untuk menghancurkan kejayaan keluarga Smith.


Benar-benar rencana yang sempurna. Hanya karena wanita, Alexander bisa selemah itu. Bahkan dengan mengancam nya saja, Alexander sudah menunjukkan reaksi yang menunjukkan jika wanita itu sangat berarti untuk nya. Dan hal itu bisa dia manfaatkan untuk menghancurkan Alexander.


"Bagaimana? Apa kau setuju?" tanya Laura pada Sam


"Aku setuju asalkan aku yang menjadi pemeran pria nya." seru Sam


Laura tertawa mendengar hal itu. Tentu saja Samuel yang akan menjadi pemeran utama prianya.


Melihat kecemburuan Alexander pada Ahmad saja, sudah membuatnya tahu jika pria itu benar-benar mencintai Alice. Apalagi Alexander tidak segan untuk membunuh Ahmad saat itu juga.

__ADS_1


Menyebalkan memang. Tapi tidak masalah untuk nya. Dia yakin Alexander tidak akan memaafkan Alice kali ini jika sampai melihat keintiman Alice dengan Samuel yang merupakan sahabat Alice. Sudah pasti Alexander akan sangat kecewa nantinya.


"Baiklah, kalau begitu kita deal akan menjalankan rencana itu. Aku akan menemui mereka dengan alasan video kami yang tersebar. Dan dari situ aku kan melakukan pendekatan sekali lagi dengan Alice."


"Saat aku mendapatkan kepercayaan dari Alexander, aku akan membawa Alice ke tempat yang sudah di tentukan. Dan kau harus siap di tempat mu." seru Laura pada Sam


"Baiklah!! Aku pasti akan melakukan tugasku dengan baik." seringai Sam


Setelah mencapai kesepakatan, Laura mengendarai mobilnya kembali ke perusahaan nya. Di Sana, di depan perusahaan Art Angel company telah berjejer rapi awak media yang menyambut kedatangan Laura. Mereka berbondong-bondong menemui Laura yang saat ini keluar dari mobilnya. Mereka menghadang Laura untuk meminta keterangan dari wanita itu.


"Ada beberapa pertanyaan yang ingin kami tanya kan nona."


"Tolong nona!! beri kami kesempatan."


Begitulah usaha Wartawan menahan Laura agar mau di wawancara mengenai rumor yang beredar mengenai dirinya dan Alexander.


"Nona Laura!!!"

__ADS_1


Laura menghentikan langkahnya. Dia menatap satu persatu wartawan dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "3 pertanyaan." ucapnya singkat


"Bagaimana pendapat anda mengenai video anda dan tuan Alexander yang tersebar di sosial media?" tanya wartawan


"Itu semua tidak benar. Maksud ku, kami hanya makan malam bersama setelah selesai bekerja. Jadi tidak ada yang spesial. Itu hanya makan malam biasa." jawab Laura


"Berarti anda juga menyangkal rumor tersebut?"


"Iya." jawab Laura singkat


"Sayang sekali padahal banyak masyarakat yang senang dengan kedekatan anda dengan tuan Alexander. Kalian terlihat sangat serasi."


"Aku juga berharap hubungan ku dengan Alexander seperti yang di beritakan. Tapi semua ini karena Alice. Gara-gara wanita itu, Alexander menolak ku." batin Laura. Dia mengepalkan tangannya menahan geram di hatinya.


"Jangan menyebarkan gosip seperti itu. Aku dan Alexander hanya berteman. Jangan sampai karena berita itu, hubungan kami jadi memburuk." setelah mengatakan hal itu, Laura pergi dari sana. Dia malas memberi pernyataan untuk hal yang tidak dia sukai.


Jika saja Alexander tidak menyangkal, mungkin dengan senang hati dia akan menjawab semua pertanyaan wartawan. Dia akan memberi clue pada mereka yang membenarkan jika mereka mempunyai hubungan.

__ADS_1


__ADS_2