Tawanan Cinta Tuan Alexander

Tawanan Cinta Tuan Alexander
Alice Vs Sean


__ADS_3

Alexander dan Ghani saling menyerang dengan menembak satu sama lain. Hingga peluru milik Alexander habis dan Ghani memanfaatkan hal itu untuk menyerang Alexander. Dia berlari dan melayangkan bogem mentah nya pada Alexander. Tapi pria itu tidak tinggal diam. Dia menangkis dan membalas serangan Ghani. Sampai saat ada kesempatan, Ghani mengambil pistolnya dan menodongkannya pada Alexander.


"Harusnya kau diam saja di rumahmu. Tapi kau justru datang untuk mengantar nyawamu." seru Ghani


Alexander terlihat tenang. Tidak ada sedikitpun rasa takut di wajahnya. Dia menatap Ghani dengan tatapan tajam dan berkata, "sedikit saran untuk mu. Di saat ada kesempatan, langsung habisi musuhmu."


"A_apa...


Belum selesai Ghani berbicara, Alexander dengan cepat menendang tangan Ghani hingga senjata di tangannya terlepas. Alexander kembali menendang sisi kepala Ghani hingga tersungkur di lantai.


"Uhuk.. uhuk.." Ghani muntah darah. Dia menyeka mulutnya dan kembali berdiri. "Aku tahu, aku tidak akan pernah menang melawannya. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja." batin Ghani. Dia melirik senjatanya yang terjatuh tidak jauh darinya dan kembali menatap Alexander.


Alexander yang tahu apa yang akan dilakukan Ghani, melakukan tendangan keras yang membuat sepatutnya lepas dan mengenai wajah Ghani.


"Akh.." Ghani tersentak dan menutupi hidung nya yang terkena sepatu milik Alexander.

__ADS_1


Dan hal itu di manfaatkan oleh Alexander untuk mengambil senjata milik Ghani dan mengarahkannya tepat di dahi pria itu.


Ghani tertegun. Dia menyingkirkan tangan yang dia gunakan untuk menutupi hidungnya yang berdatah dan melihat moncong senjata tepat di depan matanya.


"Goodbye!!" Alexander menarik pelatuk senjatanya. Dan...


Dor


Alexander melepas tembakan tepat di dahi Ghani yang membuat pria itu tewas seketika.


Alexander mengusap wajahnya yang terkena cipratan darah milik Ghani. Dia membuang senjatanya dan memakai kembali sepatunya. Dia harus bergegas mencari Alice sebelum Sean menemukannya terlebih dahulu. Tanpa dia ketahui jika saat ini, Alice tengah berhadapan dengan Sean.


"Apa itu penting?" Alice mengarahkan senjata pada Sean.


"Sial!!" Sean menghindar saat Alice melepas tembakan. Dia bisa melihat jika wanita itu belum mahir menggunakan senjata. "Cih.. Ternyata kau hanya seorang amatiran." ejek Sean

__ADS_1


"Walaupun aku amatiran, nyatanya bisa membuat mu bersembunyi karena ketakutan." Alice tersenyum sinis. Dia masih mengarahkan senjatanya di tempat persembunyian Sean.


"Brengsek !!" teriak Sean. "Baiklah!! Akan aku perlihatkan bagaimana cara menembak yang benar." Sean keluar dari tempat persembunyiannya. Dia berlari menyerang Alice dan merebut senjata milik wanita itu.


"Jika kau tidak bisa menggunakan senjata, jangan berlagak seolah kau ahli menggunakannya." Sean melingkarkan lengannya di leher Alice dan menodongkan senjata kearah pelipis wanita itu.


"Harusnya kau berdiam saja di ruang bawah tanah. Maka kau tidak akan mengalami hal seperti ini."


Alice memejamkan matanya saat Sean menarik pelatuknya. Tapi beberapa saat tidak terjadi apa-apa. Dia memberanikan diri untuk membuka matanya dan melihat jika pistol tersebut kehabisan peluru.


"Sepertinya Dewi Fortuna berpihak padaku." Alice menginjak kaki Sean kuat yang membuat pria itu mengaduh. "Jangan pernah meremehkan orang amatiran." Alice kembali memberi hadiah dengan memukul perut Sean menggunakan sikunya yang membuat cengkraman pria itu terlepas.


"Ugh..!!" Sean memegang perutnya. "Kau...." Sean menggeram kesal. Dia menegakkan tubuhnya dan berlari menyerang Alice. Dia terus melayangkan pukulan yang tidak terelakkan. Dan membuat Alice tersungkur dan muntah darah.


Nafasnya terengah-engah. Pandangannya mulai kabur. Tubuhnya terasa remuk mendapatkan pukulan yang begitu keras.

__ADS_1


Dari awal dia sudah tahu jika dia tidak akan menang melawan pria itu. Kekuatannya tidak sebanding. Tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan. Walaupun dendamnya tidak terbalas.


"Pergilah menyusul sahabat mu!!" Sean mengeluarkan pisaunya dan bersiap menusuk Alice. Tapi....


__ADS_2