Teman Tak Kasat Mata

Teman Tak Kasat Mata
Pocong jelek


__ADS_3

Meskipun di kamar ada pendingin ruangan, namun keringat terus bercucuran di tubuh mereka. Bau busuk kian menyengat, membuat mual dan ingin muntah. Bulu kuduk pun semakin berdiri, seperti ada sesuatu di belakang tempat Novi, Bunga, serta Dirga berdiri.


"Coba Nov, kamu cek di belakang ada apa!" bisik Dirga ke Novi.


"Nggak mau ah, kamu aja sana lihat ke belakang" jawab Novi menolak.


"Kamu kan baik, lihat dikit aja untuk mastiin kalau di belakang kita itu nggak ada apa-apa" bujuk Dirga.


Novi pun terpaksa menyanggupi keinginan Dirga, dengan sangat perlahan-lahan mencoba menengok ada apa di belakang mereka berdiri kini. Napas memburu dengan sangat cepat, wajah pucat pasi serta keringat semakin mengucur. Meskipun ragu untuk menengok, namun di hati Novi pun penasaran karena tercium bau busuk yang sangat menyengat.


"Huuuuuaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Novi ketika telah melihat ke belakang, dia langsung terjatuh dan pingsan.


Bunga, Dirga, Via, Zein serta Mbok Asih melihat ke dekat jendela, belakang Bunga dan Dirga berdiri secara bersamaan.


Sosok pocong dengan kain kafan lusuh, wajahnya di penuhi oleh belatung serta mata yang hampir copot dari tempatnya. Penampakan yang sangat mengerikan sehingga mereka semua terjatuh dan pingsan akibat rasa terkejut dan sangat ketakutan.


Si pocong terus melompat-lompat di dekat Dirga pingsan. Dirga semakin gugup dan takut karena dirinya tidak lah pingsan, ia hanya berpura-pura pingsan agar tidak melihat si pocong.


"Dasar pocong jelek, ngapain juga lompat-lompat kaya ga ada kerjaan di samping aku" batin Dirga sambil tetap memejamkan mata, seolah-olah pingsan.


"Hey, aku bisa tau kalau kamu cuma pura-pura pingsan" ucap pocong tersebut.


Dirga semakin takut karena mendengar ucapan si pocong, bagaimana mungkin si pocong bisa mengetahui jika kini ia tengah berpura-pura pingsan agar tidak terlalu takut karena yang lainnya telah pingsan.


Rasa takut yang berlebihan membuat Dirga tidak bisa mengendalikan dirinya, ia akhirnya buang air kecil di celana. Tepat di hadapan sang pocong.


"Woy, sejelek-jeleknya aku tapi ga pernah tuh pipis di celana. Udah gede juga masih pipis di celana ya, hahahahhaah" ledek pocong jelek sambil tertawa.


Pocong jelek agak membungkuk kan tubuh nya sehingga wajah buruk nya tepat di hadapan Dirga.


"Mau sampai kapan pura-pura pingsan?" ucap pocong jelek di hadapan wajah Dirga.


"Hhuuuuuuuaaaaaaaaaa" teriak Dirga ketika membuka mata dan melihat wajah pocong jelek yang di hadapannya.


Pocong tersebut kaget akibat teriakan Dirga, spontan tubuhnya terguling ke samping Dirga terbaring. Dirga yang menyadari jika pocong jelek berbaring di sampingnya pun semakin ketakutan.


Akhirnya Dirga benar-benar pingsan, ia tidak bisa menahan rasa takutnya lagi. Bau busuk serta wajah buruk si pocong telah sukses membuat nya pingsan sungguhan.


"Ye elah Tong, masa gitu aja pingsan. Kalau semua pingsan gini, aku mau minta tolong ke siapa donk" ucap pocong jelek sedih.

__ADS_1


Merasa jika tidak ada yang akan membantu nya, jadi pocong jelek memilih untuk pergi.


"Bye semuanya, nanti kalau kalian semua sudah sadar, aku akan kembali meminta pertolongan sama kalian ya" ucap pocong jelek lagi.


"Duh kalian ko nggak ada yang mau jawab sih?" pocong jelek berbicara sendiri.


"Oh iya lupa, kalian semua kan lagi pingsan. Kalau gitu, kalian pokok nya harus mau bantuin aku setelah nanti siuman. Aku nggak mau tau, kalian pasti bisa bantuin aku" ucap pocong sambil melompat-lompat pergi.


____________________________________________


Udara pagi begitu sejuk, adzan subuh mengalun dengan sangat merdu, menenangkan jiwa bagi yang mendengarnya.


"Duh kepala ku kok sakit banget" keluh Via sambil memegangi kepalanya.


"Iya Dek, kita semua pingsan semalaman" jelas Zein.


Di kamar ada Zein, Bunga, serta Dirga, sedangkan Novi dan Mbok Asih sedang shalat subuh di kamar Mbok Asih.


"Lama juga ya pingsan nya" lirih Via.


"Iya Vi, ini semua gara-gara pocong jelek itu" sungut Dirga.


"Pocong jelek gimana?" tanya Zein.


"Tentu, sampai ngompol kan, sayang" jawab Bunga sambil tertawa.


"Aku nggak ngompol lho, sayang" elak Dirga.


"Terus kenapa celana kamu bisa basah gitu, apa semalem hujan? ledek Bunga.


"Ini semua gara-gara pocong jelek itu" ucap Dirga geram.


"Emang semalam kamu di apain sama pocong itu? tanya Zein penasaran.


"Di samperin, Kak. Mana muka nya jelek banget, bau, terus muka jelek nya dekat sama aku lagi. Aku jadi kaget setengah mati kan, sampai pingsan beneran" jelas Dirga emosi karena mengingat bagaimana perbuatan si pocong jelek.


"Aku juga dengar saat baru siuman kalau si pocong bilang akan kembali lagi ke sini" ucap Novi ketika masuk ke kamar.


"Serius?" tanya Zein, Bunga, Dirga dan Via bersamaan.

__ADS_1


"Iya donk, jadi kan aku memang pingsan duluan tapi jadi siuman lagi karena mendengar suara berisik dari pocong itu" jelas Novi.


"Jadi kamu juga dengar semua ocehan pocong jelek itu?" tanya Dirga ke Novi.


"Nggak semua sih, ucapan terakhir saat dya mau pergi" jelas Novi.


"Enak ga di ganggu sama si pocong, aku mah hampir mati ketakutan tau" ucap Dirga sebal.


"Kira-kira siapa pocong itu?" tanya Via setelah puas menyimak pembicaraan.


"Ga tau deh, pocong nyasar kali" jawab Dirga asal.


"Kalau nyasar ga mungkin ngebet banget minta tolong ke kita dan maksa gitu, kaya cewek yang udah hamil minta pertanggung jawaban sang pacar aja" jawab Novi.


"Apa hubungannya pocong sama cewek hamil?" tanya Bunga.


"Sama-sama menakutkan" jawab Dirga sambil tertawa terbahak-bahak.


"Apa ini ada kaitannya dengan kejadian di pemakaman?" tanya Mbok Asih sambil memandang mereka satu persatu.


"Jadi maksud Mbok, itu pocong yang nyasar dari pemakaman?, nggak sengaja ikut kami gitu?" tanya Novi.


"Ya nggak tau, Mbok hanya menebak, Non" jawab Mbok Asih.


"Apa mungkin pocong itu arwahnya Haris?" tanya Via yang membuat semua orang sontak memandang ke arahnya.


"Nggak lah, masa Haris jadi sejelek itu. Haris kan termasuk anak yang ganteng" jelas Dirga.


"Heh, dimana ada sih pocong yang ganteng. Kalau pocong ganteng, bisa-bisa si Oppa-Oppa malah kalah saingan dong" jawab Novi.


"Udah-udah, kalian ini malah pada becanda aja" ucap Bunga.


"Kamu kan yang paling jelas melihat, apa mungkin si pocong itu arwahnya Haris?" tanya Zein ke Dirga.


"Ya nggak tau Kak, wajah jeleknya si pocong nggak bisa di kenali" jawab Dirga serius.


"Baiklah, untuk sementara waktu kalian siang nanti saya antar pulang satu-persatu ke rumah masing-masing. Saya juga akan kembali ke Jakarta untuk kuliah. Nanti, kalau ada perkembangan mengenai kasus Haris, kalian hubungi saya" perintah Zein ke teman-teman Via.


"Baik Kak" jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Ya udah Mbok masak dulu kalau gitu" pamit Mbok Asih keluar.


Zein menyuruh mereka untuk mandi dan segera sarapan, agar setelahnya akan di antar pulang ke rumah masing-masing. Meskipun masih terlihat dengan jelas raut ketakutan itu ada di wajah mereka, namun berusaha untuk menghilangkan bayangan pocong jelek yang telah meneror mereka semalaman. Belum ada bukti apapun, kenapa sampai si pocong jelek bisa meneror ketentraman hidup mereka.


__ADS_2