
Cukup lama Via pingsan dan siuman ketika adzan subuh berkumandang di masjid sekitar kompleks rumah nya. Kepalanya terasa sakit dan sedikit terhuyung ketika mencoba berjalan keluar kamar.
"Pagi tuan Putri" sapa Zein ketika melihat Via datang menghampiri nya yang sedang membantu Mbok Asih memasak untuk sarapan.
"Pagi juga my bodyguard" jawab Via sambil terkekeh.
"Sana mandi, biar sarapan bareng terus selesai sarapan kita jogging" perintah Zein.
"Aku mau bantuin masak" ucap Via sambil mendekat ke arah Zein yang sedang menggoreng ikan.
"Sana jauh-jauh, nanti kena percikan minyak panas" usir Zein.
"Pelit, mau bantuin doang ga boleh" sungut Via.
Saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba saat Zein membalik ikan agar tidak gosong, Via justru terkena cipratan minyak.
"Tuh kan, bandel sih" ucap Zein lalu membantu melihat tangan Via yang terkena cipratan minyak panas.
"Iya maaf, Kakak nggak jadi pergi kan hari ini?" tanya Via sambil memeluk Kakak nya.
"Jadi, nanti siang langsung pergi ke ke Jakarta" jawab Zein sambil membelai rambut panjang Via.
"Aku nggak mau di tinggal sendiri di rumah, takut" rengek Via.
"Takut apa?, kan ada Mbok Asih sama Pak Sukur kalau malam jaga di depan" ucap Zein.
"Kak, si Mr. Pose selalu ngeganggu tidur ku. Dia datang dan menakuti ku hingga pingsan" jelas Via sambil terisak.
"Kamu hanya halusinasi, istirahat yang cukup dan teratur aja" pesan Zein mencoba untuk menenangkan Via.
"Halusinasi gimana sih, bahkan kita semua kan pernah saat itu di datengin bareng-bareng sama Mr. Pose. Gara-gara dia muncul, kita jadi pingsan berjamaah semaleman" ucap Via mengingatkan pertama kalinya si Mr. Pose muncul.
"Ya saat itu mungkin dia nyasar, tapi buktinya hingga pagi ini dia udah nggak muncul lagi kan" jelas Zein.
"Semalam dia hadir lagi, bahkan aku sampai pingsan. Nggak bisa teriak minta tolong, cuma bisa menatap wajah buruknya dengan linangan air mata" jelas Via.
__ADS_1
"Mungkin kamu hanya mimpi" ucap Zein mencoba membantah ucapan Via agar tidak larut dengan rasa takut nya.
"Kalau mimpi itu beda, ga bisa lihat secara langsung" bantah Via kesal.
"Ya udah, pokoknya nanti di jagain sama Mbok Asih ya" bujuk Zein.
"Belum lagi dengan mimpi itu, selalu berulang-ulang setiap tidur. Mimpi dengan kejadian yang sama di sekolahan, tentang Haris, tentang Mr. Pose dan teriakan minta tolong di gudang sekolah" jelas Via.
"Mungkin kamu terlalu kepikiran dengan kematian teman mu itu sehingga terbawa ke mimpi" bantah Zein lagi.
"Nggak mungkin, Kak. Mimpi itu terasa nyata banget, seakan-akan ini ada kaitan dengan pembunuhan di sekolah ku" argumen Via.
"Mungkin Non Via di pilih untuk memecahkan misteri pembunuhan di sekolah itu" sambung Mbok Asih setelah mendengar penuturan Via.
"Maksud Mbok apa?" tanya Zein dan Via bersamaan.
"Logika nya aja Den, nggak mungkin banget kan ini semua kebetulan semata. Di mulai dari kejadian pembunuhan di sekolah, pemakaman Haris yang menyebabkan kaki Non Via terluka secara tidak wajar, lalu kita semua di datangi oleh pocong yang maksa minta tolong, dan sekarang Non Via lagi yang selalu mimpi hal ghaib di gudang sekolah" jelas Mbok Asi, lalu menghembuskan nafas berat.
"Lantas apa hubungan semuanya Mbok?" tanya Via penasaran.
"Karena kasus nya bukan satu korban, jadi mungkin korban lain atau Haris meminta pertolongan dengan Non Via agar membantu mengungkap motif pelaku di balik semua ini. Pihak kepolisian kan sulit mengungkap semuanya, bisa jadi mereka langsung yang meminta melalui mimpi" ucap Mbok Asih.
"Den Zein, secara logika memang nggak bisa di percaya begitu saja ke berasalan mereka, namun mereka itu ada dan nyata" ucap Mbok Asih menekankan pengucapannya.
"Udah jangan terlalu tersugesti dengan pikiran yang aneh-aneh" ucap Zein meninggalkan keduanya menuju meja makan untuk menyusun menu sarapan mereka.
"Pokoknya Via nggak mau di tinggal" rengek Via duduk di meja makan.
"Udah dong, Kakak harus kembali ke Jakarta untuk kuliah. Jangan kayak anak kecil gini" ucap Zein sambil menggenggam tangan adik nya.
"Takut" jawab Via berlinang air mata.
"Sana mandi, biar sarapan bareng terus jogging. Masa pagi-pagi gini mewek ga jelas" ucap Zein sambil menghapus air matanya.
Via beranjak dari tempat duduk nya menuju ke atas kamar untuk mandi, sedangkan Zein hanya menggelengkan kepalanya karena tingkah kekanakan Via. Zein meneruskan masakannya yang sempat tertunda.
__ADS_1
Usai sarapan, mereka bergegas akan pergi jogging bersama sebelum Zein pergi ke Jakarta kembali. Namun saat melewati ruang keluarga, langkah mereka terhenti karena dering telepon. Zein segera menuju tempat telepon rumah nya berada dan menjawab panggilan tersebut.
"Hallo, selamat pagi" sapa Zein.
"Hallo, Zein, ini Mami" ucap wanita di seberang telepon.
"Eh, iya Mi, kenapa?" tanya Zein kikuk.
"Mami sepertinya nggak bisa pulang besok siang, karena sore nya akan ada tinjauan ke lokasi anak cabang perusahaan di Sulawesi. Mungkin seminggu Mami berada di Sulawesi, jadi tolong kasih tau ke Via ya" jelas Mami nya.
"Iya, nanti Zein akan sampaikan ke Via. Mami hati-hati di sana ya, jangan lupa makan dan istirahat yang cukup" pesan Zein.
"Tentu, maaf Mami benar-benar sibuk akhir-akhir ini" ucap Mami nya lagi.
"Iya" jawab Zein singkat karena ini bukan pertama kalinya sang Ibu meninggalkan mereka demi pekerjaan.
"Ya udah, see you. Nanti Mami akan bawakan kalian oleh-oleh ya" ucap Mami nya riang.
"Makasih" jawab Zein singkat, lalu meletakkan gagang telepon di tempat nya semula.
"Kenapa, Kak?" tanya Via.
"Mami nggak bisa pulang besok siang karena sorenya akan pergi ke Sulawesi, biasa ada pekerjaan di luar kota yang lebih penting" ucap Zein datar.
"Ya, pekerjaan memang lebih penting daripada waktu bersama dengan keluarga" keluh Via.
"Udah nggak usah di pikirin, semua juga ada alasannya kan" jawab Zein.
Keduanya melangkahkan kaki keluar rumah untuk jogging bersama.
Sore harinya Zein pamit dengan Via karena akan pergi ke Jakarta.
"Kamu jaga diri baik-baik ya, Dek" pesan Zein.
"Tentu, Kakak juga hati-hati di sana" ucap Via.
__ADS_1
Meskipun tiap akhir pekan Zein selalu pulang ke rumah, namun tetap saja Via merasa tidak rela jika Zein berada jauh dari nya. Zein satu-satunya Kakak yang di miliki, untung keduanya selalu kompak dan akur.
Sore hari Via rebahan di kasur nya dan terlelap. Aneh nya, saat tidur selalu saja bermimpi mengenai gudang misterius di sekolah nya yang tak pernah terbuka sekalipun.