
Weekend ketiga tanpa seorang kakak sangatlah membosankan bagi Via, hidup di rumah yang megah dan mewah tanpa keluarga karena mamiya selalu pergi untuk urusan bisnis.
Via berselancar di akun Facebook miliknya dan meng-upload sebuah foto miliknya yang tengah duduk di ayunan taman belakang rumah sendiri.
Foto diupload dengan caption, "Kapan bisa punya teman untuk berbagi agar kesepian ini segera lenyap selamanya" dengan emoticon sedih.
Tak lama ponsel nya berdering, ada panggilan masuk dari Catur.
Catur: "Hallo".
Via: "Hallo juga".
Catur: "Lagi apa?".
Via: "Duduk santai aja".
Catur: "Aku ganggu kamu enggak nih?".
Via: "Nggak kok, ada apa?".
Catur: "Nggak ada apa-apa, cuma pengen ngobrol aja".
Via: "Oh boleh".
Catur: "Gimana dengan persiapan mau ujian nasionalnya?".
Via: "belum ada sih tapi kata kakakku, aku disuruh untuk mengikuti les privat".
Catur: "Gimana kalau kita belajar bareng?".
Via: "Ide bagus, nanti kita belajar bareng nya ajak Bunga dan Dirga".
Catur: "Oke, oh ya kapan-kapan nonton yuk".
Via: "Boleh".
Catur: "Gimana kalau besok siang, hari Minggu kamu nggak ada kegiatan kan?".
Via: "Boleh, jemput aja ya di rumah ku".
Catur: "Siap tuan putri, besok pasti di jemput"
Via: "Hahahaaaaaa"
Catur: "Ya udah dulu Vi, aku mau shalat dulu. Kamu jangan lupa shalat dan makan biar nggak sakit. Kalau sampai sakit kan yang repot aku".
Via: "Kok kamu yang repot?"
Catur: "Aku yang repot karena bakal kehilangan senyuman manis di wajah bidadari karena tertutup sama wajah pucat akibat sakit".
__ADS_1
Via: "Mulai deh gombal".
Catur: "Nggak boleh?".
Via: "Nggak ngelarang sih".
Mereka pun tertawa bersama dan Via mengakhiri panggilan telepon tersebut.
___________________________________________
Siang yang begitu cerah, mentari menjalankan tugas nya untuk menyinari bumi Pertiwi ini. Suasana yang cerah bersamaan dengan isi hati seorang remaja, ya kini hati Via sedang berbunga karena akan pergi menonton bersama dengan Catur, ini pertama kalinya bagi Via untuk pergi berdua dengan lelaki selain kakaknya, Zein.
Dengan penampilan yang perfect, agar tak terlihat buruk di mata Catur. Via menggunakan jeans panjang 7/8 dengan model stik balik, kaos hitam, jaket jeans senada dengan celananya serta tak lupa boots berwarna hitam. Mereka pergi hanya berdua menggunakan motor matic milik Catur tanpa Bunga dan Dirga.
Sepanjang perjalanan mereka asyik bercengkrama, tertawa bersama bahkan ketika ada pembicaraan yang tak jelas tertangkap oleh telinga, maka berbicara sambil teriak lah yang mereka lakukan.
Tiba di parkiran mall mereka langsung mencari tempat parkir, Via turun dari atas motor sambil melepaskan helm miliknya.
"Duh, kok ini helm susah banget ngelepasin nya sih" batin Via.
Catur yang dari tadi memperhatikan Via dari belakang berniat membantu Via.
"Vi, coba sini aku bantu" tawar Dirga sambil menepuk pundak Via.
"Iya nih, kok sudah banget. Nggak biasanya loh ini helm kaya gini" balas Via sambil membalikkan badan.
Kini keduanya saling berhadapan, membuat jarak begitu dekat dan kedua netra mereka beradu menyebabkan hati bergemuruh.
Catur membantu melepaskan helm di kepala Via, dia terlihat agak gemetaran. Butuh beberapa kali agar helm tersebut bisa terlepas. Setelah selesai, keduanya memasuki mall untuk menuju ke Bioskop.
Antrian mengular, mereka ikut mengantri untuk membeli tiket bioskop. Film yang mereka tonton adalah film Get married di bulan Oktober 2008. Tiket telah di beli sedangkan jam tayang sekitar 40 menit lagi, waktu yang cukup lama jadi mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
"Mau makan apa?" tanya Catur.
"Apa saja, yang penting makan makanan bukan makan teman" jawab Via.
"Hahhahaha, iya lah makan makanan masa mau makan teman. Jahat banget loh" balas Catur tertawa karena kini Via tak sedingin dulu.
Mereka menuju restoran cepat saji, Catur memesan dua porsi nasi goreng seafood dengan lemon tea dan dua Aqua. Sambil menunggu pesanan datang, mereka asyik mengobrol. Kini keduanya sangat enjoy menikmati weekend bersama tanpa adanya kecanggungan.
"Vi, sebelumnya pernah jalan bareng cowok nggak?" tanya Catur serius.
"Pernah" jawab Via singkat.
"Ke mana?" tanya Catur kembali.
"Banyak, kadang ke pantai bareng, makan bareng, olahraga bareng gitu" jawab Via sambil tersenyum yang membuat mimik wajah Catur menjadi cemburu.
"Wah asyik ya, bisa selalu bersama. Kok akhir-akhir ini dia nggak ngajak kamu main gitu?" tanya Catur penasaran.
__ADS_1
"Dia sibuk kuliah" jawab Via singkat sambil menahan tawa akibat melihat perubahan bahasa Catur.
"Beruntung ya dia bisa bersama kamu terus" ucap Catur lirih.
"Tentu" jawab Via hampir tertawa melihat ekspresi kecewa di wajah tampan Catur.
"Kirain kamu masih Single" ucap Catur lagi.
"Memang masih Single kok" jawab Via tersenyum.
"Tadi katanya udah punya pacar" jawab Catur bingung.
"Perasaan aku nggak pernah bilang tuh" jawab Via.
"Cowok yang sering jalan sama kamu itu pacar kamu kan?" tanya Catur.
"Kamu nggak mau nanya cowok yang sering jalan sama aku itu siapa?" Via berbalik bertanya.
"Emang siapa?" tanya Catur semakin bingung.
"Yang suka pergi sama aku itu Zein" ucap Via sambil tertawa terbahak-bahak yang membuat pengunjung lain menatap ke arah mereka.
"Zein kan kakak kamu?" tanya Catur lagi.
"Iya donk, kakak tertampan dan terbaik yang pernah ada jadi siapa bilang Kak Zein pacar ku" jawab Via tersenyum.
"Baik lah, kalau Kak Zein, kakak tertampan dan terbaik dalam hidupmu maka aku akan menjadi teman tertampang, terbaik serta terspesial di dalam hidup mu" ucap Catur sambil menatap lekat netra Via.
Saat keduanya tengah mengobrol serius dan membuat Via sedikit tegang, tiba-tiba pramusaji menghidangkan pesanan mereka.
"Yuk makan dulu, biar nanti nonton" ajak Via untuk mengurangi rasa gugupnya ketika mendengar pengakuan Catur tadi.
"Iya, bisa makan sendiri atau mau aku suapin nih?" tanya Catur.
"Bisa makan sendiri, masih komplit tangan aku" jawab Via sambil tersenyum.
Keduanya pun makan tanpa obrolan apapun, sibuk dengan makanan dan pikiran masing-masing.
Selesai makan, merekakembali ke ruangan bioskop. Masih ada 10 menit sebelum film diputar, Catur membelikan cemilan dan minuman untuk di makan di ruangan bioskop.
Catur dan Via berjalan bersisian, mereka menuju bangku paling ujung pojok sebelah kanan. Via duduk persis di samping tembok dan Catur berada di sebelah kiri Via. Penonton belum sepenuhnya memasuki ruangan, di layar lebar pun masih ada iklan.
"Film nya kalau sesuai dengan sinopsis sih seru tau" jelas Catur.
"Tentang pernikahan?" tanya Via karena film yang mereka tonton berjudul Get Married.
"Iya, selain itu juga banyak leluconnya" balas Catur.
"Ya semoga saja nggak membosankan, karena durasinya lumayan panjang, 105 menit jadi hampir dua jam kita di sini" jelas Via.
__ADS_1
"Iya, sambil nonton, nih makan cemilannya" tawar Catur.
"Iya makasih" jawab Via sambil meraih cemilan yang di ulurkan Catur kearah nya.