
Suasana berubah menjadi rasa was-was dan ketakutan. Siapakah sosok siswa yang terjatuh tersebut. Lalu mengapa setiap tahunnya di SMP N Nusa Bangsa selalu ada korban seperti pembunuhan kepada siswa.
Pihak polisi langsung bergerak ke beberapa tempat guna mencari jejak pelaku dan sebagian lagi menghubungi ambulans untuk mengangkut korban.
Saat korban di dekati, ternyata Haris, siswa dari kelas IX B. Kepalanya pecah, darah mengalir deras dan nyawanya telah tiada. Di tangannya terlihat secarik kertas. Pihak polisi langsung mengamankan sebagai barang bukti.
Pembagian hasil kelulusan tertunda hingga beberapa jam karena insiden ini. Jenazah segera di larikan ke rumah sakit karena akan di lakukan outopsi di rumah sakit.
Dira syok hingga pingsan sedangkan Via menangis sesenggukan di dalam pelukan Zein. Zein tahu jika Via sangat takut karena kejadian tersebut tepat di hadapan mereka.
"Tenang, kita pulang aja yuk" ajak Zein.
Via terus membenamkan kepalanya di dada bidang Zein. Kini kemeja yang dia kenakan telah basah terkena air mata adik semata wayang nya.
Pihak sekolah langsung membagikan amplop yang berisi kertas kelulusan dan membubarkan siswa serta orang tua dan wali murid yang hadir saat itu. Pihak sekolah pula yang memohon agar kasus ini tidak terlalu di publikasikan dan meminta kepolisian segera melakukan penyelidikan atas kasus yang sering menimpa setiap tahun nya.
Via, Zein, Bunga, Dirga serta Novi pulang ke rumah Via. Mereka semua masuk ke mobil milik Zein setelah izin ke orang tua masing-masing. Suasana mobil sangat sepi karena larut dengan pikiran masing-masing.
____________________________________________
_Di Rumah Via_
Semua berkumpul di ruang tamu, tanpa obrolan.
"Den mau di siapkan makan siang?" tanya Mbok Asih ketika melihat semuanya masih lengkap memakai seragam sekolah.
"Kalian makan dulu ya" tawar Zein ke teman-teman Via.
"Nggak laper kak" jawab Bunga.
"Ya udah Mbok nggak usah, tolong siapin minuman dengan cemilan" pinta Zein.
"Iya Den, tunggu ya" balas Mbok Asih sambil berlalu ke dapur.
Ting
Suara pesan masuk di semua ponsel milik mereka.
"Astaghfirullah haladzim" pekik Novi.
"Kenapa?" tanya Zein penasaran karena melihat ekspresi Novi yang begitu terkejut.
"Guys, kalian tau kan mengenai mitos yang beredar di sekolah kita?" tanya Novi yang membuat Bunga dan Zein bingung.
__ADS_1
"Mitos apaan?" tanya Zein dan Bunga bersamaan.
"Setiap tahun di saat pembagian hasil kelulusan pasti ada satu nyawa yang akan jadi korban" jelas Novi serius.
"Ah masa sih, kok aku nggak pernah dengar?" tanya Zein penasaran.
"Ya wajar lah, kan pihak sekolah menutup kasusnya. Bahkan media pun di larang mempublikasikan karena khawatir akan tercemar nama baik sekolah itu" jelas Novi.
"Kenapa seperti itu, harusnya kasus itu di telusuri hingga tuntas" jawab Zein kesal.
"Mungkin nggak sih kalau mereka itu di jadikan tumbal kaya di film-film horor gitu?" tanya Bunga.
Prank
Suara benda pecah akibat terjatuh ke lantai, hal tersebut membuat mereka serentak menoleh ke belakang, ke arah sumber suara.
"Maaf Den, Mbok nggak sengaja jatuhin satu gelas karena kaget mendengar ucapan temannya Non Via" ucap Mbok Asih gugup.
"Ya sudah nggak apa-apa Mbok, hati-hati bersihin bekas pecahan gelas nya" ucap Zein.
Mbok Asih kembali membersihkan pecahan gelas dan membuatkan segelas es jeruk yang tadi terjatuh satu.
"Lalu kenapa setiap ada yang tidak lulus sekolah di SMP N Nusa Bangsa pasti akan menjadi korban pembunuhan dan selalu dalam kondisi yang sama?" tanya Dirga.
"Emang siapa lagi yang menjadi korbannya?" tanya Mbok Asih yang tiba-tiba muncul di belakang Zein. Mereka semua tampak terkejut akibat kedatangan Mbok Asih yang begitu tiba-tiba sekali.
"Ya nggak apa-apa Mbok" jawab mereka bersamaan.
"Teman sekelas kami ada satu yang jadi korban Mbok" ucap Bunga sedih.
"Siapa?" tanya Mbok Asih.
"Haris Mbok" jawab Bunga kembali.
"Teka teki yang rumit" gumam Zein.
"Apa kalian melihat sesuatu yang mencurigakan ketika sebelum terjadinya insiden?" tanya Zein memandang mereka satu persatu.
"Aku ingat, pagi hari Haris di panggil oleh Bu Melati, adik dari Kepala sekolah ke kantor. Sayangnya aku nggak tau, untuk urusan apa Haris di panggil ke kantor" jawab Dirga.
"Lalu apa lagi?" tanya Zein penasaran.
"Haris tak terlihat lagi setelah itu" ucap Dirga.
__ADS_1
"Akupun melihat Haris sempat masuk ke ruang kepala sekolah dan keluar dengan wajah yang murung" tambah Novi.
"Apa ini ada kaitan dengan pembunuhan itu?" tanya Bunga.
"Bisa jadi" ucap Zein.
"Kalian melihat Haris itu setelah kita bertukar Diary atau sebelumnya?" tanya Via tiba-tiba.
"Sebelum" jawab Dirga dan Novi bersamaan.
"Akupun setelah melihatnya bersama dengan orang asing, namun aku sama sekali tidak bisa mengenali wajahnya" ucap Via sambil mengingat.
"Bisa ceritakan dengan detail Dik, agar kakak paham dengan situasinya karena ini akan memudahkan dalam melakukan penyelidikan" pinta Zein kepada Via.
"Setelah kita semua bertukar Diary tiba-tiba aku mules ingin ke toilet, toilet terletak di ujung kelas. Saat ingin ke toilet, di pojok kiri ketika keluar dari kelas, aku melihat Haris berbicara dengan orang asing yang memakai jaket Hoodie berwarna hitam. Namun, aku nggak bisa lihat siapa di balik Hoodie itu. Saat aku masuk ke toilet, sempat menoleh ke belakang dan mereka menuju ke lantai dua. Aku nggak tau lagi apa yang terjadi karena telah masuk ke toilet, setelah keluar dari toilet kita di arahkan untuk berkumpul di lapangan dan tanpa kita sadari jika Haris tidak ada dalam barisan kita" jelas Via.
"Di sekolah cctv kalian selalu di pakai kan?" tanya Zein.
"Setahu aku sih nggak pernah di matikan kak" jawab Dirga.
"Kalau begitu harus cek cctv, jawaban akan terungkap" ucap Zein bersemangat.
"Percuma" timpal Mbok Asih.
Semua melihat ke arah Mbok Asih.
"Apa maksud Mbok?" tanya mereka bersamaan.
"Pihak sekolah pasti akan menjelaskan bahwa cctv sekolah tidak di aktifkan karena ruangan kelas tidak di gunakan, atau mereka akan memberikan keterangan bahwa seluruh cctv di aktifkan namun cctv di tempat kejadian telah rusak beberapa hari sebelumnya dan belum sempat di perbaiki. Oh ya, bukan rusak tapi lebih tepatnya di rusak dengan sengaja untuk menghilangkan jejak dari pembunuhan ini" jelas Mbok Asih dengan emosi.
"Kenapa Mbok begitu paham dengan cerita mengenai sekolahan itu?" tanya Zein.
"Bukan rahasia lagi, Den. Nantinya kasus ini pasti di tutup dan menghilang tanpa jejak sedikitpun. Tahun berikutnya pasti akan terjadi lagi" balas Mbok Asih.
"Benar-benar rumit, apa kasus ini telah terjadi begitu lama?" tanya Bunga penasaran.
"Kasus ini ada sejak tahun 1985, sekarang tahun 2008 jadi telah 23 tahun kasus ini ada. Korban pun yang jatuh berarti telah 23 nyawa" jelas Mbok Asih.
"Kok Mbok bisa tahu banyak tentang kasus ini?" tanya Novi.
"Keluarga Mbok pernah mengalaminya" ucap Mbok Asih sedih.
"Coba Mbok ceritakan semuanya, siapa tau ada petunjuk lain yang membuat kita jadi tau sesuatu yang penting. Kasus ini harus di tuntaskan karena kasihan jika ada korban selanjutnya" ucap Zein.
__ADS_1
"Dulu, tahun 2000 keponakan Mbok lulus dari sekolah itu, ya seperti hari ini di adakan kelulusan dengan di panggil nya orang tua atau wali murid. Keponakan Mbok namanya Kiranti, biasa di panggil Ranti. Dia anak yang baik serta pendiam namun semuanya berubah ketika ayahnya meninggal dunia karena di bunuh oleh begal. Dia tumbuh menjadi anak yang suka bolos, malas belajar bahkan menjadi urakan. Di sekolah dulu sering sekali terjadi pembulian terhadap anak-anak yang baru masuk sekolah ke SMP. Ranti dan teman-temannya sering membully adik kelas, sehingga sering di panggil oleh guru BK dan Mbok pun pernah beberapa kali pergi untuk ke sekolah karena Ranti membuat ulah" ucap Mbok Asih sambil terisak karena harus mengingat kisah keponakannya.
"Lalu apa lagi Mbok?" todong Novi tak sabar.