Teman Tak Kasat Mata

Teman Tak Kasat Mata
Kelulusan


__ADS_3

Suara kicau burung serta khas bau tanah menyengat ke Indra penciuman Via. Dia tengah duduk di koridor kelas yang menghadap ke taman sekolah. Wangi bunga Melati menyeruak, menciptakan ketenangan di dalam qalbu nya.


"Ngelamun aja Neng" sapa Dira.


"Eh, kamu baru datang ya. Tumben pagi banget?" tanya Via.


"Iya nih, kan hari terakhir kita sekolah" jawab Dira sambil tersenyum.


"Ke sini sama siapa?" tanya Via.


"Sama Ayah, tuh di sana lagi ngumpul sama bapak-bapak lainnya" jawab Dira sambil menunjuk ke arah sekelompok bapak-bapak yang tengah asyik mengobrol.


Via melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Dira, gelak tawa bapak-bapak terdengar oleh mereka meskipun tak tau apa penyebab kumpulan bapak-bapak itu tertawa lepas. Via membayangkan jika Papi nya ada, tentu akan sangat membahagiakan. Sayangnya, Tuan Bramantyo Aghata memilih menceraikan sang istri lalu menikahi pelakor nya.


"Kamu ke sini sama siapa?" tanya Dira cepat, ketika melihat perubahan air muka sahabatnya.


"Sendirian, tapi nanti Kak Zein datang kok. Mami nggak bisa datang karena keluar kota" jelas Via menahan air mata yang akan tumpah.


"Wah benar-benar Kakak yang baik, begitu peduli dengan sang adik. Pengen deh punya kakak kaya Kak Zein" ucap Dira sambil mesem-mesem.


"Tentu, aku udah kaya Putri raja yang selalu dilayani oleh pelayanan nya" Via tertawa kecil.


"Hey duo sejoli, asyik banget kaya nya ini ngobrol" sapa Haris teman sekelas mereka.


"Iya nih, daripada bengong" jawab Dira sambil tersenyum.


"Ya udah, kalau gitu gimana kita nyanyi bareng aja. Aku yang petik gitar, kalian yang nyanyi" usul Haris.


"Baiklah kalau gitu" ucap Dira tersenyum.


Alunan suara gitar terdengar sangat indah ketika di petik oleh jemari Haris. Mereka menyanyikan lagu Tiga Tahun Telah Bersama yang di populerkan oleh Angel 9. Lirik lagunya mengisahkan tentang perpisahan ketika tiga tahun bersama di sekolah, lagu yang tepat karena mereka akan berpisah bahkan mungkin ini terakhir kalinya mereka bertemu.


Tiga tahun telah kita bersama


Jalani kisah yang indah


Bersama telah dilalui semua


Suka duka telah kita rasa


Dira menyanyikan dengan sangat lembut, penuh penjiwaan bahkan tak terasa bulir bening mengalir dari kedua mata indahnya.


Bagiku kau teman terbaikku


Tempatku tuk berbagi luka


Walau kini ku rasa aku resah


Karena kita akan berpisah


Dilanjutkan oleh Via, dia pun menyanyikan sambil menghayati setiap liriknya karena menggambarkan bagaimana persahabatan mereka selama ini. Dira adalah satu-satunya sahabat yang selalu ada di setiap saat. Mereka pun bernyanyi bersama ketika mencapai reff dari lagu tersebut.


Selamat tinggal teman-temanku


Kita berpisah untuk selamanya


Ingatlah ‘pabila bertemu nanti


Mohon jangan lupakan aku


Selamat tinggal teman-temanku


Kita berpisah untuk selamanya


Tak mungkin lagi kita kan bersama


Mohon jangan lupakan aku


Beribu hari telah ku lewati


Beribu kisah telah ku jalani


Namun takkan ku temukan lagi


Kenangan indah saat bersama


Bagiku kau teman terbaikku

__ADS_1


Tempatku tuk berbagi luka


Walau kini ku rasa aku resah


Lagu telah usai mereka nyanyikan bersama, tak terasa air mata terus mengalir di kedua pipi mulus milik kedua remaja yang akan lulus sekolah tersebut.


Keduanya berpelukan seakan tak ingin berpisah, mengingat bagaimana hubungan persahabatan mereka selama ini. Haris menyaksikan air mata pilu tersebut ikut terharu.


"Ah dasar cewek, bisa nya nangis mulu" gerutu Haris lalu meninggalkan keduanya menuju ke dalam kelas.


Mereka berdua tak memperdulikan ucapan Haris, mereka hanyut dalam pikiran masing-masing.


"Dir, pokoknya kita harus tetap bersama" pinta Via.


"Aku juga maunya gitu, tapi kamu tau sendiri kan kalau kita belum tau bisa tetap bersama atau tidak" bantah Dira.


"Aku nggak mau pisah sama kamu, kamu sahabatku satu-satunya" ucap Via sambil meneteskan air mata.


"Kamu pikir aku mau pisah sama kamu, kamu juga satu-satunya sahabatku, Vi" balas Dira.


"Semoga nilai-nilai kita baik, agar kita bisa mendaftar di SMA yang sama" harap Via.


"Iya Vi, semoga saja karena bila nilai kita buruk maka kamu tau kan akibatnya akan sangat fatal dengan hidup kita" jawab Dira serius sambil menyeka air mata nya.


"Viiiii" teriak Bunga dari pintu kelas, keduanya pun menoleh ke belakang.


"Kenapa?" tanya Via.


"Yuk masuk, semua teman-teman sudah kumpul. Kita bikin dokumentasi untuk kenang-kenangan semasa SMP ini" ajak Bunga.


Keduanya berdiri dan berjalan ke arah kelas, mengikuti perintah Bunga.


"Yuk guys, baris yang rapi. Cowok berdiri di belakang lalu cewek berdiri di depan membentuk barisan melengkung" perintah Novi, siswi yang paling rempong dan alay di kelas IX B.


Mereka pun mengabadikan foto-foto bersama sebagai kenangan untuk bukti bahwa mereka pernah bersama. Ada foto yang rapi, foto dengan gaya bebas, bahkan video pun mereka buat.


"Gimana kalau kita nyanyi bareng, nanti di bikin video sebagai tanda perpisahan" usul Haris.


"Wah setuju nih" jawab Novi cepat.


"Gimana kalau lagu Perpisahan Rumah Bujang" usul Bunga.


"Setuju" jawab yang lain serempak.


"Haris, kamu tetap yang main gitarnya, yang lain nyanyi dan nanti kan ada kaya puisi nya gitu, Bunga yang ngucapin terus aku bikin videonya" perintah Novi.


"Setuju" jawab yang lainnya lagi.


Gitar di petik oleh Haris, musik yang mengalun menimbulkan irama yang enak di dengar. Beberapa siswa duduk rapi di kursi yang mengelilingi meja di mana Haris duduk.


Tak terasa begitu cepatnya ..


Perpisahan perkumpulan kita..


kini sudah saatnya


kita semua berpisah..


janganlah sobat bersedih


Jika kita berpisah..


Jika sobat bersedih


kami jUga bersedih..


("kata-kata")


"Sahabatku, saya harapkan,,,


"Jika kalian sampai disana nantinya


"Jangan pernah kalian lupakan


"Persahabatan yg kita jalin selama ini


"Karena mengingat persahabatan kita ini

__ADS_1


"Sudah makan bulan


"Jadi jangan pernah lupakan kita ini


"Susah Senang kita slalu pikul bersama


Selamat tinggal sobatku,


kini sdah tiba saatnya..


walaupun kita berpisah,


hati kita brsatu..


jagalah dirimu sobat


jika kita brpisah..


kalau kami brsalah,


maafkan kami semua..


Janganlah lupakan kami


krna kita saudara,


walaupun kita sudah jauh


semuanya slaluku kenang...


Lagu di nyanyikan oleh beberapa siswa, ada yang hanya bergendang di meja ataupun sebagai penyimak. Kini gitar di petik lebih lambat, alunan musik pun berubah menjadi lebih syahdu karena Bunga akan membacakan kata-kata sebagai pesan sesuai dari pencipta lagu tersebut.


(Kata kata)


"Sahabatku


"kalian disana pasti bersenang senang


"Dan saya Disini akan merasakan kesepian


"Yg begitu sepi


"Karna setiap malam kita slalu berkumpul


"Setiap mlm kita merasakan


"Susah dan senang


"Wlpun Kita Ini sdh tdk sama2 bkrja


"Tp kita prnah Sama merasakan


"Tidak ada uang


"Sama2 kita ada uang


"Jadi Tolong ingat kami disini


Beberapa siswa meneteskan air mata, mereka sadar bahwa hari ini sebagai hari perpisahan karena setelahnya mereka akan masuk ke sekolah sesuai keinginan atau sesuai nilai yang mereka dapatkan. Semua hanyut dalam pikiran masing-masing karena tak terasa tiga tahun telah mereka jalani bersama. Mereka terus melanjutkan menyanyi meskipun suara mereka kini bergetar akibat menahan air mata.


Selamat tinggal sobatku


kini sudah tiba saatnya ..


Walaupun kita berpisah


hati kita brsatu..


Jangnlah lupakan kami,


karna kita saudara ..


walaupun kita sudah jauh..


smuanya slalu ku kenang,


Video di save bahkan ada siswa yang siaran langsung ketika mereka bernyanyi. Sebadung apapun siswa kelas IX B, namun ketika berbaur dengan siswinya, mereka akan sangat kompak.

__ADS_1


__ADS_2