
Seluruh wali murid SMP N Nusa Bangsa (bukan nama sekolah sebenarnya) berkumpul di tengah lapangan untuk mendengarkan pengarahan dan pembagian hasil kelulusan kepala sekolah.
Semua begitu khidmat mengikuti rangkaian acara dari pihak sekolah, saat kepala sekolah menaiki mimbar dan memberikan sambutan pun semuanya diam menyimak.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh" ucap kepala sekolah melalui microphone.
"Walaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh" jawab wali murid serempak.
"Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka pembagian hasil kelulusan siswa siswi SMP N Nusa Bangsa, semoga seluruh murid dapat lulus semua dan tentunya dengan hasil yang memuaskan. Nanti saat pembagian di lakukan di kelas masing-masing, jadi semua orang tua maupun wali murid bisa mencari kelas yang telah di sediakan oleh pihak sekolah. Saya selaku kepala sekolah di sini meminta maaf jika ada kesalahan yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Kami telah berusaha melakukan yang terbaik dalam mendidik seluruh murid kami untuk menjadi anak yang berprestasi agar dapat membanggakan pihak sekolah dan orang tuanya. Anak yang berprestasi pun telah demi sediakan beasiswa masuk sekolah terbaik di Jawa Barat dan semoga tahun ini semua nya dapat lulus dengan nilai yang baik pula. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, saya mohon maaf jika ada salah. Saya akhiri wasalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh" pesan dari kepala sekolah SMP N Nusa Bangsa.
"Walaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh" jawab orang tua dan wali murid serempak.
Di halaman depan sekolah ini semuanya berkumpul, baik guru, tata usaha, orang tua dan wali murid, seluruh siswa kelas IX, security, bahkan pihak polisi pun ikut serta berbaris. Polisi di undang untuk mengantisipasi karena di khawatirkan ada kegaduhan dari siswa yang tidak lulus sekolah.
"Acara selanjutnya adalah pemberitahuan siswa berprestasi di sekolah ini dan satu siswa beruntung yang akan mendapatkan beasiswa ke SMA terbaik se Jawa Barat" Bu Siti membacakan susunan acara selanjutnya.
Pak Sigit selaku kepala sekolah membacakan nama-nama siswa yang berprestasi untuk maju ke depan, berdiri di dekat tiang bendera menghadap ke barisan orang tua dan siswa.
"Baiklah, saya akan membacakan nama-nama siswa berprestasi di sekolah ini. Saya minta untuk nama yang di sebutkan dapat maju ke depan beserta orang tua maupun wali nya".
Suasana menjadi semakin hening, siswa dan orang tua menjadi gugup. Berharap jika nama nya yang akan di panggil menuju ke depan sebagai siswa berprestasi.
"Untuk kelas IX A, ranking ketiga jatuh kepada (Pak Sigit menjeda ucapannya sehingga membuat semua penasaran) muridku yang bernama Galih Pratama, untuk Galih dan orang tua nya harap maju ke depan" pinta Pak Sigit.
Suara tepuk tangan dan ucapan selamat begitu bergemuruh dari barisan paling ujung sebelah kanan di mana semua siswa kelas IX A berbaris.
Galih dan orang tuanya maju menuju ketempat yang telah di tunjuk Bu Acha, mereka berbaris di dekat Bu Acha.
"Lanjut ke ranking kedua dari kelas IX A, (Pak Sigit kembali menjeda ucapannya) siswa berprestasi selanjutnya adalah Indah Pertiwi. Kepada Indah dan orang tuanya silakan maju ke depan" ucap Pak Sigit kembali.
__ADS_1
Suara tepuk tangan kembali bergemuruh dan ucapan selamat pun terlontar dari teman-teman nya.
"Selanjutnya adalah ranking pertama di berikan kepada (kembali Pak Sigit menjeda ucapannya agak lama sehingga semua terlihat gusar dan cemas, banyak yang berharap nama nya lah yang akan di sebut) siswi cantik dan berprestasi itu bernama Angelica Putri Kinanti. Kepada Angelica dan orang tuanya di harapkan maju ke depan" ucap Pak Sigit sambil bertepuk tangan.
Saat kebahagiaan menyelimuti hati Angelica, tiba-tiba suasana menjadi tegang karena teriakan histeris dari Lina Diana, dia menangis lalu tiba-tiba pingsan akibat namanya tak di sebut sebagai salah satu siswa yang mendapatkan ranking karena selama ini dia selalu masuk ke tiga besar di kelasnya. Beberapa anggota UKS pun membopong Lina menuju ruang UKS yang terletak di samping perpustakaan di belakang siswa yang sedang berbaris. Suasana kembali kondusif setalah semuanya di tenangkan oleh beberapa polisi dan guru.
Pak Sigit pun kembali melanjutkan pembacaan siswa berprestasi.
"Selanjutnya adalah kelas IX B, harap perhatikan baik-baik dan semoga saja tak ada insiden seperti tadi. Kita harus berlapang dada dalam mengahadapi kenyataan meskipun tak sesuai harapan kita" pesan Pak Sigit.
"Siswa kelas IX B yang mendapat kan ranking ketiga adalah (kembali di jeda) bernama Bunga Ayu Lestari, kepada Bunga dan orang tua nya harap maju ke depan" pinta Pak Sigit.
Semua teman-teman nya memberikan ucapan selamat kepada Bunga.
"Selanjutnya ranking kedua diberikan kepada (Pak Sigit kembali menjeda ucapannya) siswi yang bernama Selvia Nindi Aghata, kepada Selvia dan orang tuanya di harapkan maju ke depan" ucap Pak Sigit.
Siswa kembali teriak histeris, bukan karena ada yang pingsan namun karena ketampanan Zein ketika berjalan bersisian dengan Via. Wajah rupawan mirip bintang film Korea itu menjadi pusat perhatian seluruh siswi dan guru-guru yang menyaksikan. Tubuh atletisnya serta hidung mancung dan mata yang agak sipit membuatnya sangat menawan. Ketika Zein tersenyum ke arah Bu Acha, sontak membuat Bu Acha kagum akan daya pikat yang di miliki oleh Zein. Penampilan yang terkesan formal dengan celana bahan warna hitam, sepatu pantofel hitam, serta jam berwarna hitam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Penampilan yang sungguh fashionable untuk mahasiswa di bawah dua puluh tahun.
Dira dan ayah nya langsung sujud syukur atas prestasi yang di dapatkan Dira. Semua yang menyaksikan terharu, meskipun dari kalangan bawah bahkan keluarga tak mampu tapi semangat untuk belajar dan prestasi nya sangat mengagumkan.
Kedua sahabat tersebut berpelukan karena mencapai nilai yang mereka inginkan. Kini Dira berdiri tepat di depan Via, karena dia yang mendapatkan rangking pertama.
"Selanjutnya untuk kelas IX C, ranking ketiga di berikan kepada (hening sejenak) siswa yang bernama Fatimah Khumaira, kepada Fatimah dan orang tuanya diharapkan untuk maju ke depan" ucap Pak Sigit.
"Ranking kedua akan di peroleh oleh siswa yang bernama (kembali di jeda) Ferliana, kepada Ferliana dan orang tuanya diharapkan untuk maju ke depan" ucap Pak Sigit kembali.
"Sekarang saatnya kita mengetahui siapakah yang akan mendapatkan rangking pertama di kelas IX C, siswa berprestasi selanjutnya adalah Satria Darmawan. Kepada Satria dan orang tuanya diharapkan maju ke depan" ucap Pak Sigit sambil tepuk tangan bangga atas pencapaian siswa nya.
"Sekarang pengumuman untuk kelas terakhir yaitu kelas IX D, ranking ketiga diberikan kepada (hening sejenak) Tita Marlina. Kepada Tita dan orang tuanya di harapkan untuk maju ke depan" ucap Pak Sigit dan semua siswa bertepuk tangan.
__ADS_1
"Kita lanjut ke ranking yang kedua, ranking kedua adalah (kembali diam sejenak) Hadi Irawan. Kepada Hadi dan orang tuanya diharapkan untuk maju ke depan" ucap Pak Sigit.
"Ini yang terakhir, rangking pertama diberikan kepada Charles Hutagalung. Kepada Charles dan orang tuanya diharapkan untuk maju ke depan" ucap Pak Sigit.
"Nah sekarang kita sama-sama akan menyaksikan siapakah yang akan menjadi bintang sekolah dengan nilai tertinggi dan akan mendapatkan beasiswa" ucap Pak Sigit lantang.
"Siswa yang ranking satu dari kelas IX A, IX B, IX C, dan IX D harap untuk maju dua langkah ke depan" perintah Pak Sigit.
Semua siswa pun tegang, menantikan siapakah siswa yang beruntung mendapatkan beasiswa tersebut.
"Dari keempat siswa ini akan ada tiga siswa yang menjadi juara umum serta satu siswa beruntung akan mendapatkan beasiswa" jelas Pak Sigit.
Semua terdiam menantikan hasilnya.
"Juara umum ketiga jatuh kepada (Diam sejenak) kelas IX D, Charles Hutagalung" ucap Pak Sigit. Bu Acha menyalami Charles dan orang tuanya serta memberikan bingkisan sebagai hadiah.
"Selanjutnya juara umum kedua atas nama (di jeda sejenak) Angelica Putri Kinanti dari kelas IX A" ucap Pak Sigit yang membuat siswa kembali bertepuk tangan. Angelica kemudian menyalami Bu Acha serta memberikan bingkisan sebagai hadiah.
"Nah sekarang saat yang di nantikan, siapakah siswa yang akan mendapatkan juara umum tersebut, apakah kelas IX B atau kelas IX C" ucap Pak Sigit.
Semua siswa saling meneriaki kelas masing-masing, mensupport teman mereka.
"Juara umum satu jatuh kepada (Pak Sigit kembali terdiam dan suasana kembali mencekam) siswi yang bernama Dira Ambarwati dari kelas IX B" ucap Pak Sigit.
Suara gemuruh tepuk tangan mewarnai sekolah SMP N Nusa Bangsa. Dira maju ke depan untuk menyalami Bu Acha dan mengambil bingkisan, lalu dia tersungkur bahagia dan sujud syukur atas nikmat dari Allah SWT.
Kebahagiaan tak lama menyelimuti hati Semuanya karena tiba-tiba.
Buuukkkk
__ADS_1
Suara benda terjatuh sangat keras di hadapan tempat Dira sujud syukur. Dira segera mengangkat kepalanya yang sujud di semen lapangan itu dan menjerit histeris ketika mengetahui bahwa seorang siswa ada di hadapannya. Seluruh orang yang ada di halaman tersebut bisa melihat dengan jelas benda yang terjatuh dari lantai dua adalah seorang siswa laki-laki masih mengenakan seragam lengkap, darah segar mengucur dari kepala bahkan tubuhnya remuk akibat benturan keras karena menghantam lantai lapangan.