
Bella Chalista seorang gadis cantik dan manis berusia 20thn. Masalah hidupnya yang pelik memaksanya menguburkan impian dan cita-citanya, ia harus menjadi tulang punggung keluarga menjadi penghasil pundi-pundi uang untuk ibu tiri dan dua adik tirinya. masalahnya semakin sulit ketika adik tirinya yang terakhir berumur 9 tahun mengidap kanker hati dan membutuhkan biaya pengobatan yang tak sedikit ia harus berhenti kuliah dan fokus mencari mencari uang.
Bella memiliki dua adik tiri yang pertama bernama Kesya yang ber umur 12 tahun dan yang kedua bernama Misya, Ibu kandung Bella meninggal sewaktu melahirkan Bella dan ayahnya menikah lagi sewaktu dia berumur 9 tahun, kemudian ayahnya meninggal setahun yang lalu karena serangan jantung ayah difitnah mengelapkan dana perusahaan oleh rekan kerjanya setelah ia menjabat sebagai direktur keuangan ditempatnya bekerja. semenjak saat itu hidupnya berubah ia harus kerja sambil kuliah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bella menghela nafas berat, ia harus mendapatkan uang dari mana lagi untuk membayar biaya tagihan rumah sakit, pendapatannya yang hanya bekerja sebagai penyanyi caffe tidak akan pernah cukup, walaupun ditambah dengan pendapatan ibu tirinya yang bekerja disebuah restoran.
Bella saat ini sedang duduk termenung dibangku taman rumah sakit.
Ia berjaga setiap paginya, dan berganti dengan adiknya yang lain setelah pulang sekolah.
" Ehheemm... " suara deheman seseorang menyadarkan dari lamunannya, Bella mendongak dan menatap sahabatnya, ia adalah aris satu-satunya laki-laki yang terus berada disampingnya memberikan semangat lewat cerita dan tepukannya. Aris selalu menyempatkan diri datang ke rumah sakit menjenguk adiknya dan dirinya yang kini banyak pikiran.
" Kamu ngapain disini bell, aku dari ruangan Misya, melihatnya tapi dia masih tertidur" ucap Aris sambil duduk di samping Bella.
" Kamu ngapain kerumah sakit jam begini Ris,? harusnya kamu kerja bukan kemari,, " jawab Bella sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi besi yang mereka duduki.
" Pagi ini aku senggang bell, jadi aku kemari jangan menghakimi ku.." balas Aris.
" Yah, baiklah, aku tidak mau merepotkan mu, aku sudah pernah bilang datanglah disaat waktu senggang mu.. " ucap Bella.
" Aku memang senggang bell, sudahlah jangan dibahas lagi jawab pertanyaan ku, kamu ngapain disini dan apa yang sedang kamu pikirkan, sulitkah?? " tanya Aris.
" Hmmm... aku sedang memikirkan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup. " ucap Bella.
" Pekerjaan??, "
__ADS_1
" Hhhmmm.. iyah "
" Aku akan mencoba menanyakan lowongan pekerjaan yang kosong dibos ku "
" Tidak perlu Ris, aku tahu diperusahan tempat mu bekerja, mencari karyawan minimal lulusan S1, sedang aku.... " ucap Bella
" Kenapa, bukannya kamu membutuhkan pekerjaan? apa salahnya aku bertanya dulu pada bosku " jawab Aris.
" Tidak salah, Ris hanya saja... "
" Lagian kamu pintar bell, " ucap Aris memotong jawaban bella.
" Pintar saja tidak cukup Ris, "
Bella hendak menjawab ucapan Aris tapi suara deringan ponselnya disaku celananya terdengar ia pun bergegas mengambil ponselnya ia takut itu telpon dari perawat yang menjaga Keysha, namun ia salah di layar ponselnya terdapat nama Clara, Clara adalah teman kampus Bella.
" Siapa? " Tanya Aris.
" Clara " jawab Bella.
" Clara? " tanya Aris
" Clara teman kampus ku, aku angkat telponnya dulu yah,, " jawab Bella.
Bella menghela napas memperbaiki suaranya, ia takut jika Clara memberitahunya tentang jadwal kuliah.
__ADS_1
" Hallo,, Ra " sapa Bella setelah menempelkan ponselnya ke telinga.
" Hallo, bell kamu di mana? " tanya Clara.
" Aku dirumah sakit Ra " jawab Bella.
" Benar kamu mau cuti? " tanya Clara.
" Iyhh, benar memangnya ada apa? " tanya Bella.
" Kok kamu tega sih tidak memberitahukan ku "
" Aku minta maaf Ra, tidak sempat memberitahu mu karna kamu sibuk dengan tugas-tugasmu."
" Haiisss, apa yang penting dari tugas-tugas ku?, kita harus bertemu aku mau mendengar penjelasan mu, kebetulan pagi ini tidak ada jadwal kuliahku, aku akan ke rumah sakit menemui mu. Ucap Clara di seberang telepon dan langsung mengakhiri telponnya secara sepihak.
" Clara mau kesini " Ucap Bella pada Aris, yang sedang memandang dengan raut wajah penasaran.
" Baiklah, kamu bisa mendunggunya disini aku akan kedalam melihat Misyah, " Ucap Aris.
" Kamu ngak masalah? " tanya Bella.
" Ohh yah ampun bell, jangan menganggap ku seperti orang lain, sudahlah aku kedalam dulu " ucap Aris berjalan meninggalkan Bella.
****
__ADS_1