
Emilia dan Hans kini sedang duduk diruang tamu, tidak ada obrolan diantara keduanya.
Hans sibuk membaca koran yang memberitakan pemecatan anaknya sendiri dari perusahaannya sedangkan Emilia dengan manjalah fashion nya.
Mereka tampak tak menyesal sama sekali sudah memecat Sky dan tak menganggap Sky lagi didalam keluarga.
Mereka tampak baik-baik saja, karena masih memiliki Hazel yang bisa menjadi kebanggaan meski Hazel cacat dan tidak bisa berjalan.
Suara ******* napas kesal keluar dari mulut Hans, ia sangat kesal mengingat putra sulungnya telah berani melawan nya.
Sedangkan selama ini Sky selalu mengikuti apa yang hans inginkan. Bahkan menurut Sky keluarga adalah segalanya.
"Sayang, ada apa?. Tanya Emilia mendengar ******* napas kesal dari mulut suaminya yang kini melempar kasar koran yang dibacanya tadi ke atas meja.
"Perusahaan akan mengadakan pesta penyambutan untuk Hazel. ucap Emilia lagi.
"Heemm.
"Sayang, kamu tidak sedang memikirkan Sky kan? tanya Emilia menatap wajah hans.
"Memangnya kenapa, jika aku memikirkan Sky dijuga anakku. Ucap Hans menghela nafasnya.
"Aku tahu dia anakmu, tapi jangan terus memikirkan dia pikirkan saja kesehatan mu. ucap Emilia
"Semua orang tua akan melakukan hal yang sama dengan ku Em, aku ingin. Sky kembali tapi sikapnya sudah membuat ku muak.
__ADS_1
"Jika kamu muak, kamu tidak usah memikirkan nya lagi.
"Orang tua mana yang tidak memikirkan anaknya.
"Kamu membuat ku kesal saja. Gumam Emilia membuat hans menatap wajah istrinya yang kini terlihat kesal.
" Em. panggil Hans pada istrinya.
" Ada apa?
"Kamu tidak memikirkan Sky? bukankah kamu menyayangi nya?
"Aku menyayanginya " jawab Emilia singkat.
Hans mencoba mengingatkan nya.
"Aku memikirkan nya sayang, namun aku berusaha melupakannya.
"Aku tahu dia salah, namun dia tidak pernah tahu kamu bukan ibu kandungnya, dan dia sangat menyayangi dan menghormati mu, jangan membeda-bedakan mereka.
"Aku tidak pernah membeda-bedakan antara Sky dan Hazel bagiku keduanya sama. Jawab Emilia kemudian menyeruput tehnya.
"Kenapa kamu mengatakan itu padaku, Kamu sendiri yang memutuskan mengeluarkan Sky dari perusahaan, dan kamu sendiri yang menyuruh Hazel mengambil alih posisi Sky, Namun melihat sikapmu sekarang sepertinya kamu menyesal.
Lanjut Emilia, Hans menghela nafasnya, ia hanya mengingat putra sulungnya yang selama sudah banyak berjuang dan berkontribusi dalam perusahaannya, bahkan Sky selalu mengalah pada Hazel.
__ADS_1
Mengingat Bella yang saat ini sedang mengandung anak Sky cucu pertamanya, membuat ia berpikir bahwa tindakannya saat ini salah, namun keegoisan hatinya membuatnya menyerah pada putranya sendiri yang sudah berani melawannya.
Kai datang membungkuk kan badannya pada Hans dan Emilia yang saat ini terlihat bersitegang.
Semenjak Sky dikeluarkan dari perusahaan, Kai juga memilih tidak lagi bekerja pada perusahaan milik Hans.
"Selamat sore om tante " Sapa Kai membuat Hans mengangguk.
"Duduk dulu Kai. Ucap Hans mempersilakan Kai duduk.
"Tidak perlu paman, saya berdiri saja. Jawab Kai menundukkan kepalanya.
"kamu bukan hanya asisten Sky, kamu juga teman Sky, jadi teman Sky adalah putra ku juga. Ucap Hans memperjelas yang disambut anggukkan kepala dari Emilia.
"Terima kasih paman. Ucap Kai kemudian duduk dihadapan Hans dan Emilia.
"Aku sudah tidak pernah melihat mu dikantor. tanya Hans.
"Maaf paman, saya sudah mengundurkan diri dari perusahaan. jawab Kai
"Apa karena Sky sudah tidak lagi bekerja?
"Alasan utamanya itu paman.
Sesaat kemudian seorang maid membawakan secangkir teh dan sepiring kudapan untuk Kai yang kini sedang diinterogasi oleh Hans dan Emilia.
__ADS_1