
Jam menunjukkan pukul sembilan malam, Sky yang hari itu disibukkan dengan pekerjaannya baru pulang dan sampai dimansion 1 jam lalu tapi saat memasuki mansion dan melihat semua maid bekerja ia tak melihat Bella sama sekali. Sky yang tak mau berpikiran macam-macam melanjutkan langkahnya masuk kedalam lift menuju kamarnya bergegas ia melakukan rutinitasnya mandi dan berganti pakaian tapi saat ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 09 ia belum juga melihat Bella datang ke kamarnya.
Sky lalu mengambil ponselnya segera menghubungi Bella, sudah setengah jam Sky menghubungi Bella namun tak dijawab bahkan chatnya tidak dibaca sama sekali.
Sky yang tidak sabar bergegas keluar dari kamarnya.
....
Sky berjalan menyusuri lorong mansion, lorong yang menjadi akses para maid untuk melakukan pekerjaannya.
Terlihat semua pelayan melihat Sky dengan cepat mereka membungkukkan badan menghormatinya. Tidak ada yang menyangka sang tuan muda ada dilorong yang selama ini tidak pernah terlihat siapapun dari keluarga Sky lewat lorong tersebut.
" Eh kamu," panggil Sky pada seorang maid yang sedang berdiri didepan nya sembari membungkukkan badannya menghormati sang tuan muda.
" Iyah, tuan muda "
" Kamu, lihat Bella tidak?"
" Iyah, dia sedang berada di kamarnya" jawab maid tersebut.
" Dia sudah makan?" tanya Sky membuat para Maid yang mendengar ucapannya menautkan alisnya, tentu saja mereka bertanya tanya untuk apa Sky menanyakan hal seperti itu, sedangkan yang mereka tahu Bella adalah kekasih Hazel.
" Lupakan pertanyaan ku " Ucap Sky lalu melewati para Maid yang masih menatap punggungnya dengan sejuta pertanyaan dipikiran mereka ada hubungan apa Bella dengan kedua tuan muda keluarga konglomerat ini.
Sky melanjutkan langkahnya menuju tempat dimana kamar maid berada, tanpa memperdulikan tatapan para Maid padanya. Jangankan untuk datang ketempat itu, bertegur sapa dengan para maid saja Sky tidak pernah melakukan itu sebelumnya Bella membawa perubahan besar padanya.
Sampai diarea kamar Maid, lagi-lagi semuanya membungkukkan badan padanya. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam dimana sebagian Maid bergantian sifth dengan maid lainnya.
Tanpa memperdulikan semuanya, Sky berjalan kearah kamar Bella lalu mengetuk pintu kamar Bella yang tertutup rapat.
Beberapa kali Sky mengetuk pintu kamar Bella namun tidak ada jawaban sama sekali, dengan tidak sabaran Sky membuka pintu kamar Bella, ia terperangah melihat Bella yang tergeletak dilantai kamar dengan piyama tidurnya.
Sky yang terkejut segera menghampiri Bella, ia tak lagi mencoba membangunkan Bella, Sky langsung mengangkat tubuh Bella membawa Bella keluar dari kamar, ia memilih kembali melewati jalan khusus untuk Pelayan dibandingkan ia harus lewat jalan utama yang akan memperlihatkan apa yang dilakukannya pada keluarganya yang mungkin saja masih berada di ruang keluarga lantai satu.
" Kalian jangan katakan pada siapapun tentang ini " Ucap Sky pada semua maid yang membungkukan badan menghormatinya. mendengar perintah majikannya para maid yang mendengar itu dengan sigap mengangguk kepala mereka.
Sky berlalu meninggalkan para maid berjalan keluar dimana mobil nya berada.
__ADS_1
"Aku mohon sadarlah " Ucap Sky yang masih mengendong Bella menatap wajah polo Bella yang tampak pucat. Bella memang selalu tampil natural ia tak pernah mengunakan make up tebal, wajahnya sudah sempurna kulitnya yang putih bibirnya yang merah alami, dengan rambut hitam khas wanita Asia karena Ibunya blasteran Chinese Inggris.
Setelah sampai dimobilnya Sky lalu mendudukkan Bella di kursi penumpang disebelahnya dan menurunkan kursinya agar Bella sedikit berbaring.
Sky kemudian melajukan mobilnya membela jalanan ibu kota yang masih ramai dengan orang-orang meski sudah jam 10 malam.
Setelah beberapa menit perjalanan, sampai disebuah rumah sakit mewah yang tak jauh dari kediamannya.
Sky turun dari mobilnya lalu mengendong Bella masuk kedalam rumah sakit, salah seorang dokter yang melihat Sky berjalan menghampiri Sky lalu membungkukan badannya.
" Baringkan pasien disini tuan " Ujar dokter tersebut Sky lalu mengikuti instruksi dokter tersebut membaringkan Bella disebuah ranjang rumah sakit.
"Dia pingsan dok, lakukan yang terbaik" Ucap Sky pada dokter tersebut.
" Baik tuan, kami akan melakukan yang terbaik" ucap dokter tersebut yang diikuti anggukkan kepala beberapa perawat.
Sky tak akan kemana-mana dan tidak siapapun yang berani menyuruhnya untuk keluar, Sky segera meraih ponsel disaku celananya lalu mengirimkan pesan singkat pada Kai.
Sky menyaksikan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan dokter pada Bella, ia terus berada disamping Bella dan mengabaikan semua orang yang sedang sibuk dengan urusan mereka. Sky tidak mau terjadi apa-apa pada Bella karena itu akan melukainya.
Kai yang sudah sampai di rumah sakit, berlari kecil menghampiri Sky.
"Ada apa?" bisik Kai membuat Sky menoleh padanya lalu berjalan meninggalkan Bella juga dokter dan para perawat yang sedang memeriksanya.
"Kamu harus menjadi wali Bella"
"Kenapa harus aku, kamu kan suaminya"
"Yah, aku suaminya,namun kamu tahu sendiri aku tak boleh terlihat dengan seorang wanita, apa kamu mau sibuk dengan scandal yang akan bermunculan? "
" Ya, yah baiklah aku akan melakukannya untuk tuan muda kita ini, Tuan Sky sang pengusaha muda yang tampan melebihi selebritis" Sindir Kai.
" lakukan saja apa yang aku katakan, sekarang pergilah kebagian administrasi urus semuanya"
"Baiklah" Ucap Kai dengan malas berjalan pergi ke bagian administrasi rumah sakit meninggalkan Sky sendiri.
....
__ADS_1
Tak lama kemudian Kai kembali setelah selesai dengan urusannya, Kai berjalan menghampiri Sky yang terlihat mengkhawatirkan Bella.
"Perasaan yang berlebihan itu tidak baik bro! Itu rentan membuat mu menjadi terobsesi, memang sih! Cinta mengandung sedikit obsesi tapi kalau kadarnya terlalu banyak kamu tidak akan mendapatkan kehidupan cinta yang sehat"
Sky terdiam mendengarkan ucapan Kai. Tak tahu apa yang dirasakannya, ia memang merasa takut kehilangan Bella dan ia merasakan itu cinta tapi terkadang juga ia berpikir itu hanyalah obsesi nya saja.
" Jadi kamu berpikir ini obsesi ku? "
" Bedakan mana cinta mana obsesi bro"
"Bagaimana membedakannya?"
"Dengan cinta, segalanya terasa menyenangkan, Contoh nya ketika kedua pasangan saling mencintai harusnya mereka saling mengerti ada hal dan tujuan yang ingin dicapai bersama. Tapi kalau kamu mulai merasakan perasaan yang tidak nyaman lagi lalu berujung rasa marah dan muak, mungkin kamu sudah menjalani hubungan percintaan yang diawali dengan obsesi.
" Lalu kenapa kamu beranggapan seperti itu, aku sudah melakukan banyak hal untuk Bella dan itu sudah pasti aku lakukan karena perasaan ku padanya "
"Sepertinya,, Kamu sudah melakukan banyak hal untuk menyenangkan Bella, tapi kamu masih merasa tidak puas dan selalu curiga, coba kamu pikirkan lagi itu pacaran atau pengadilan?" Tanya Kai membuat Sky menoleh menatap nya sesaat lalu kembali menatap ke arah ranjang yang ditempati Bella yang masih belum sadarkan diri seseorang dokter dan tiga perawat masih melakukan pemeriksaan.
" Cinta adalah suatu perasaan yang membahagiakan saat kamu menjalin hubungan dengan seseorang, kamu akan merasakan perasaan bahagia saat bersamanya akan sangat merindukan jika berjauhan dan tidak bisa bisa berhenti memikirkannya. Saat Sky dan Kai saling bertukar pendapat tentang cinta suara derap langkah yang terdengar mendekati keduanya menghentikan pembicaraan keduanya menoleh menatap dokter yang menangani Bella yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Suami pasien?" tanya dokter tersebut pada Sky dan Kai.
Kai menoleh ke arah Sky memintanya memberi jawaban namun Sky tak mungkin melakukan hal itu karena para dokter mengenali nya.
"Aku pacarnya dok, ada apa dengan pacarku" jawab Sky terpaksa menurunkan ego nya, karena tak sudi jika Kai yang harus mengaku-ngaku sebagai suami Bella.
"Apa pacar ku baik-baik saja" tanya Sky lagi.
....
Author butuh saran dan kritikkan kalian tentang novel ini jangan sungkan memberikan saran dan kritikkan nya yah... 😊😊
Dan jangan lupa mampir dinovel satunya lagi berjudul Suamiku VS Mantanku.
Berceritakan tentang Clarissa yang ditinggal menikah kekasihnya yang sudah dipacarinya selama empat tahun. Tak berselang lama Clarissa dijodohkan orangtuanya dengan anak bos dari bapaknya.
__ADS_1