Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda

Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda
Part. 31


__ADS_3

Sky saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya, Selama beberapa hari belakangan ini ia tak masuk kantor ia harus menemani Bella dirumah dan melakukan semua pekerjaannya dari rumah.


Sky memijit pangkal hidungnya, ia pusing dengan sikap Bella yang masih belum mau menerimanya walaupun saat ini Bella sedang mengandung anaknya.


Bahkan ia tak bisa bekerja karena harus menjaga Bella agar tak keluar dari villa yang sedang mereka tempati sekarang.


Bella setiap hari menangis dan merengek padanya agar mereka kembali ke mansion agar ia dapat bertemu dengan Hazel.


Namun Sky tidak mengijinkan, andai Bella tau apa yang saat ini Sky hadapi demi mempertahankan dirinya dan anak yang saat ini sedang ia kandung mungkin Bella bisa berubah sedikit lebih baik.


Namun Sky tak memberitahukan pada Bella, biarlah Bella yang akan tahu dengan sendirinya, ia juga yakin tuhan bisa membolak-balikan hati manusia.


Ia berharap suatu saat nanti Bella menyadari perasaan tulusnya.


Sky sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya ia harus memeriksa semua pekerjaan yang ia tunda.


Saat Sky sedang sibuk dengan berkas-berkas di hadapannya, pintu ruangannya dibuka tanpa diketuk Sky mengangkat pandangan ke arah pintu, masuklah Handerson dan Emilia.


Sky berdiri menyambut ayah ibunya yang mendadak datang ke ruangannya tanpa memberitahukan nya dulu tidak seperti biasanya.

__ADS_1


"Mom Dad kenapa tidak menghubungi ku dulu kalau kalian mau kemari"


"Plaakkk" Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi Sky yang putih, Sky terkejut bukan main selama bertahun-tahun ia tidak pernah di tampar oleh ayahnya.


Pipi kiri Sky memanas dan memerah karena tamparan Hans padanya namun ia tak menjawab ataupun bertanya karena ia tahu letak kesalahannya yang membuat ayah murka ia lebih memilih menundukkan kepalanya.


"Apa yang yang kamu lakukan Sky, apa kamu sudah tidak punya akal sehat lagi sehingga kamu tega menyakiti saudara mu sendiri?" Tanya Hans penuh amarah pada Sky tapi Sky hanya diam saja memegang pipinya yang terasa sangat panas.


"Apa kamu tidak sayang pada adikmu satu-satunya atau kamu.." Ucapan Hans terhenti melihat Sky menyeringai mengerikan bukannya menyesali perbuatannya.


"Kamu tertawa?"


Sky tertawa miris saat ini yang ia tahu semua orang tak ada satupun yang mendukungnya, bahkan orang tuanya hanya mendukung Hazel.


Hans mengelus dadanya yang terasa sesak kekurangan oksigen karena amarahnya. Emilia membantu Hans duduk disofa agar bisa berpikir dengan tenang karena tujuan mereka datang bukan untuk berkelahi tapi mereka datang untuk meminta Sky mau melepaskan Bella untuk Hazel.


"Sky tinggalkan Bella, biarkan ia bersama Hazel kamu tahu bukan adikmu itu sudah tidak sempurna lagi apa kamu tega melihatnya terpuruk lagi" tanya Emilia menghela nafas.


"Sekarang aku tanya aku ini anak mom dan dad atau bukan?" Membuat mata Hans membulat mendengar pertanyaan yang dilontarkannya Sky.

__ADS_1


"Kami kemari bukan mau mendengarkan pertanyaan konyolmu itu, Kenapa kamu bersikap pengecut seperti itu, kamu menikah tanpa sepengetahuan orang tua mu apa kamu sudah tidak menganggap kami orang tua mu lagi"


"Aku menikah dan ingin menikah dengan perempuan yang aku mau belum tentu direstui kalian, selama ini aku sudah banyak mengalah pada Hazel, bisakah kali ini Hazel mengalah untuk ku, aku sudah banyak mengalah pada Hazel tapi Hazel tidak pernah mengalah untuk ku, sebenarnya anak mom dan daddy hanya Hazel? dan aku bukan begitu?" Tanya Sky dengan mata mengembun karena kecewa dengan sikap orang tuanya yang menurutnya pilih kasih.


"Hazel bisa saja mengalah untukmu, tapi tidak dengan cara kamu mengambil apa yang ia miliki" ucap Hans membuat Sky terkekeh mendengarnya.


"Aku juga pernah melepaskan apa yang aku punya padanya, karena itu aku menikahi Bella, aku menginginkan perempuan itu dan aku tidak mau Hazel memiliki nya, yang terjadi sudah terjadi aku sudah menikah dengan Bella,dan Bella sekarang milikku."


"Mengalah kali ini untuk adikmu lagi, kamu harus tahu apa yang dibutuhkan adikmu, jadi Daddy mohon tinggalkan Bella biarkan ia kembali bersama Hazel, Kamu itu masih sempurna, kamu bisa memiliki perempuan mana saja yang kamu inginkan, sedangkan adikmu sudah cacat belum tentu ada yang mau padanya hanya Bella yang membuatnya bangkit dari keterpurukannya.


"Aku tidak mau, yang akan mengalah adalah Hazel bukan aku"


"SKY" Teriak Hans murka dengan ucapan Sky.


"Apa kamu sudah tidak sayang pada keluarga mu?"


"Dad mom saat ini Bella sedang hamil, ia sedang mengandung anakku" Lirih Sky.


"Apa?? Hamil?" tanya Hans memastikan apa yang didengarnya tidak salah, Sky mengangguk kepalanya lalu berkata

__ADS_1


"Yah, Bella hamil"


......


__ADS_2