
"Kenapa kamu diam saja? kami tidak terkejut?" tanya Kai yang melihat Sky hanya diam saja sedari tadi ia berbicara.
Sky menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak terkejut, dan kenapa kalau aku diam? Salah?, Aku tidak harus mengamuk bukan?"Kekeh Sky membuat Kai menautkan alisnya.
"Kamu aneh!"
"Aku memang aneh Sebelum beritanya menyebar aku sudah lebih dulu tahu kalau aku dipecat, bahkan aku sudah menerima surat pemberhentian ku via email, dan tak masalah itu terjadi"
"Dan kamu hanya diam saja?, kamu tidak berusaha untuk meminta maaf begitu pada ayahmu?"
"Untuk apa?, Untuk membuat ayah ku berpikir aku tidak bisa tanpanya? jangan salah Kai aku bisa kok tanpanya, lagian aku sudah cukup bahagia bahagia sekarang dengan kehamilan Bella, jadi aku ingin cuti dan menunggu kelahiran anak kami" Sky berbicara panjang dengan senyum bahagia yang tak lepas dibibirnya membuat Kai kebingungan.
__ADS_1
"Kamu akan bekerja dimana Sky, bisakah kamu tanpa ayahmu?"
"Bisa, aku memiliki vila, apertemen bahkan rumah bahkan tanah yang berhektar-hektar dan itu tidak ada hubungannya dengan perusahaan aku berinvestasi dengan gaji ku, bukan dengan uang perusahaan. bahkan aku memiliki banyak tabungan, semoga saja kamu tidak lupa dengan bisnis parfum ku yang sudah go internasional juga beberapa restoran mewah ku, dan itu semua hasil keringat ku sendiri hasil dari kerja keras ku selama ini "
Kai mengangguk akhirnya ia mengerti sekarang, mengapa sahabatnya itu tidak bersedih sama sekali ketika ia di depak dari perusahaan yang ia jalankan tanpa kendala selama ini.
" Bahkan sekarang aku mendapatkan banyak pesan dari dalam maupun luar negeri, dengan berhenti nya aku dari perusahaan ayah ku aku akan mengembangkan bisnis kecil ku dan membangun perusahaan ku sendiri " lanjut Sky lagi.
"Kamu memang hebat " puji Kai.
Kai mengangguk paham sekarang ia tak bisa lagi menyuruh Sky meminta maaf pada kedua orang tuanya, yang dianggap memang akan menghancurkan Sky dengan cepat namun Kai tau Sky itu kuat dan bisa berdiri sendiri. Terlihat bagaimana ia selama ini mencoba bertahan meski sering di jatuhkan.
"Sekarang kamu tidak usah bekerja dengan ku lagi, kamu bisa bekerja dengan Hazel, kamu bukan asitenku lagi. Aku harap kamu bisa melanjutkan proyek tuan Mirza, aku sudah selesaikan aku juga sudah memberikan keuntungan untuk perusahaan dari proyek tuan Mirza jadi aku bebas sekarang" Ucap Sky kemudian berdiri dan melewati Kai.
__ADS_1
"Kata siapa aku bukan asistenmu lagi?" Ucapan Kai membuat Sky menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kai.
"Aku tetap asistenmu, aku memang bekerja untuk perusahaan selama ini, namun aku melakukan itu karena kamu adalah atasan ku, jadi aku tetap menjadi asistenmu membantu mengurus semua bisnis mu"
Sky tersenyum sumringah.
"Apa maksudmu Kai kau..-"
"Lagian masih bisa memberi ku gaji dari profit bisnis mu"
"Benarkah? kamu masih mau menjadi asisten ku, tapi gajimu tidak sebesar diperusahan kamu juga tidak mendapatkan banyak bonus seperti di perusahaan"
"Tidak masalah, aku tidak menginginkan hal itu asal aku bisa bersama mu aku bisa "
__ADS_1
" Kamu memang sahabat ku, kamu tidak pernah lepas dariku" Ujar terkekeh Sky sambil merangkul pundak Kai membuat Kai tertawa.
Keduanya lalu berjalan keluar dari restoran tersebut.