
Bella hendak masuk ke kamar Hazel karena Hazel memanggilnya melalui telepon.
Namun Sky malah mencegah dan menarik pergelangan tangannya. Membuat Bella membulatkan matanya karena terkejut melihat Sky ini yang membuat ia selalu was-was saat menjalankan tugasnya untuk ke kamar Hazel. ia sangat takut setiap melihat Sky.
" Lepaskan aku " Ucap Bella berusaha memberontak melepaskan diri dari Sky.
Namun Sky makin mempererat cengkraman nya lalu menyeret paksa Bella masuk ke kamarnya.
Sky mendorong kasar Bella ke dinding kamar menatap Bella dengan wajah marah.
" Aku sudah bilang berulang kali padamu kamu bukan hanya pelayan Hazel tapi kamu juga pelayan ku " ucap Sky.
" Aku bukan pelayan mu tuan muda Sky yang terhormat, aku hanya ditugaskan menjadi pelayan Hazel " jawab Bella.
" Mau ku adukan pada kepala pelayan Barbara "
" Silahkan saja " jawab Bella menantang lalu menundukkan kepalanya ia tak sanggup beradu tatapan dengan pria selalu memperlakukannya sesuka hatinya.
" Waahhh,,, sudah berani melawan yah, sudah tidak takut kehilangan pekerjaan mu apa karena hazel menyukai mu? "
" Terserah apa yang kamu pikirkan, itu urusan mu " kata Bella lalu berbalik hendak keluar melangkah keluar dari kamar Sky.
Namun Sky malah menariknya tangannya membuat tubuh Bella berbalik lalu mencium bibir Bella walaupun tanpa balasan.
"Lepaskan aku" pintah Bella memberontak.
Namun sky tidak memperdulikan nya ia terus melakukan aksinya.
Bella tak kehilangan akal dia lalu menekuk lutut nya memukul adik kecil Sky. Membuat Sky melepaskan bella.
Sky meringis kesakitan sambil memegang adik kecilnya.
" Apa kau gila?? kenapa kau terus memperlakukan ku seperti ini, aku bukan kekasih mu bukan istrimu, bukan wanita pemuas nafsu mu " Ucap Bella marah lalu keluar dari kamar Sky.
Sky begitu marah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa apa lagi mengejar Bella karena rasa sakit yang dirasakannya.
" Aku akan membuat mu menjadi milikku apapun yang akan terjadi! "Ucap Sky di dalam kamar.
__ADS_1
" Dasar pria mesum, brengsek! uhhh hampir saja " umpat Bella setelah keluar dari kamar Sky.
Bella berusaha tenang lalu berjalan menghampiri kamar Hazel.
Setelah selesai mengurusi Hazel, Bella lalu berjalan menuruni tangga ia sedang malas mengunakan lift anggaplah itu olahraga untuk menumpahkan kekesalannya.
Bella lalu masuk ke kamarnya dan berbaring, ia memikirkan penyakit adiknya juga perlakuan Sky padanya.
" Huffff....." Helaan napas panjang dari Bella ia berusaha memejamkan matanya agar beristirahat melupakan sejenak beban pikirannya.
***
Tidur Bella terusik karena dering phonselnya, ia mengerjapkan matanya, lalu melihat siapa yang meneleponnya ia buru-buru mejawab panggilan tersebut setelah melihat ibunya yang menghubungi.
" Bella " panggil sang ibu di seberang telepon.
" Iyh bu, ada apa? apa terjadi sesuatu ? Bagaimana keadaan Misyah dan Kesyah bu? " Tanya Bella rentetan karena khawatir jika terjadi sesuatu pada keluarga nya.
" Bell, apa kamu masih memiliki sedikit uang? biaya perawatan Misyah harus segera dibayarkan besok, gaji ibu tidak cukup menutupi biayanya "
Bella terdiam ia tidak mungkin meminta gajinya karena ia baru bekerja seminggu lebih. Sekalipun ia sudah menerima gajinya, gajinya tidak akan cukup biaya rumah sakit ia harus mengumpulkan 5 bulan gajinya baru cukup untuk membayar biaya pengobatan adiknya.
" Iyh, bu Bella dengar "
" Bella apa kamu setuju kalau ibu menjual rumah ? "
" Jangan bu, kalau ibu menjual rumah kita akan tinggal dimana, rumah itu harta kita satu-satunya yang tersisa, rumah itu juga rumah peninggalan ayah bu "
" Tapi bagaimana dengan pengobatan adikmu bell,, "
" Aku akan mencoba membicarakan ini dengan bosku dulu bu "
" Baiklah, batasnya hanya sampai besok siang bell "
" Iyh, bu aku akan menghubungi ibu kembali "
Bella mengakhiri telponnya. Lalu menghela napas panjang lalu bangkit berjalan keluar mencari kepala pelayan Nyonya Barbara.
__ADS_1
Ia kedapur melihat Nyonya Barbara deng para koki sedang berbicara mengatur menu makan malam nanti.
" Nyonya apa boleh saya berbicara " tanya Bella.
" Apa yang ingin kamu bicarakan Bella "
Bella menoleh menatap sesaat para pelayan yang menatapnya menunggu apa yang ingin ia sampaikan lalu menundukkan kepalanya.
Barbara mengerti lalu menarik bella ke ruangan khusus nya.
" apa yang ingin kamu bicarakan Bell? " tanya Ny. Barbara.
" Ny. Saya... saya.. " Bella mendadak gagap.
" Iyh, kamu kenapa ? "
" Ny. bisakah saya meminta gaji saya walau hanya setengah? "
" Kamu baru bekerja seminggu lebih disini, dan kamu mau minta gaji mu, untuk apa bell ?
" Itu adik saya dirawat di rumah sakit, dan saya membutuhkan uang membayar biaya pengobatannya " jawab Bella menundukkan kepalanya sambil kedua tangannya saling meremas.
" Saya tidak bisa membantu mu bell, gaji para maid belum diberikan nyonya besar kepada saya, biasa nyonya akan memberikan uang itu seminggu sebelum waktunya para maid menerima gaji, uang pribadi saya juga sudah dikirim ke anak-anak saya untuk membayar keperluan sekolah mereka "
Bella menganggukkan kepala ia cukup mengerti.
" Baiklah nyonya "
" Maafkan saya bella, saya tidak bisa menolong mu "
" Tidak apa-apa nyonya, saya paham "
" Kalau nyonya besar sudah memberikan uangnya kepada saya, saya sudah memberikan gajimu meski belum waktunya "
Bella mendongak dengan mata berbinar
" Terima kasih nyonya, terima kasih " ucap Bella memegang tangan Ny. Barbara.
__ADS_1
" Baiklah saya harus kembali bekerja, bagaimana dengan pekerjaan mu bell "
" Sudah selesai nyonya " jawab Bella.