Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda

Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda
Part.35


__ADS_3

Hazel sangat mengkhawatirkan Bella.


Hazel lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran tempat tidurnya dan memijit pelipisnya.


Ia menatap ponselnya yang kini ber wallpaper foro dirinya bersama Bella, sungguh saat ini ia sangat merindukan Bella.


Bahkan Hazel tak bisa tidur dengan baik karena terus memikirkan Bella.


Sesaat kemudian ponselnya berdering, Hazel terkejut dan menatap kecewa pada ponsel nya karena yang menghubungi nya bukanlah Bella orang yang sangat ia rindukan saat ini melainkan ibunya yang menghubungi nya.


"Hallo mom" Sapa Hazel setelah menerima panggilan telepon dari ibunya.


"Hazel, Mommy dan Daddy lagi dirumah sakit saat ini" Lirih Emilia.


"Rumah Sakit?, Siapa yang sakit mom?"


"Daddy mu penyakit jantung nya kambuh"


"Daddy?? bagaimana bisa?"


"Mommy akan cerita kan nanti padamu, tidak sekarang jangan lupa makan yang cukup dan minum obatmu dengan teratur"


"Iyh, Mom"

__ADS_1


Emilia lalu segera menutup panggilan tersebut karena tak ingin mendengar isak tangis nya karena ibah dengan nasib putranya.


Hazel terus berusaha menghubungi Bella walaupun hasilnya tetap sama ponsel Bella tidak dapat dihubungi sama sekali.


Tak ingin menyerah begitu saja Hazel lalu mencoba mengirimkan beberapa pesan singkat pada Bella menanyakan keberadaannya.


Setelah mengirimkan pesan tersebut, Hazel sekali lagi mencoba menghubungi Bella melalui via telepon.


Panggilan pertama, kedua dan seterusnya masih sama ponsel Bella masih juga belum aktif namun tak ada kata menyerah untuk Hazel.


Hazel terus menghubungi Bella sampai entah sudah telpon ke berapa kali yang ia lakukan ia tersenyum sumringah karena terdengar suara " Tiittt...Tiiitt " Akhirnya ponsel Bella aktif.


Setelah beberapa saat terdengar suara Bella.


"Hallo"


"Hazel, apa kamu baik-baik saja?"


"Tidak, aku sedang tidak baik-baik saja"


"Ada apa? apa kamu sakit? kamu sudah meminum obat mu?" Tanya Bella penuh kekhawatiran mendengar Hazel mengatakan ia sedang tidak baik-baik saja.


"Aku tidak baik-baik saja karena merindukan mu Bella, aku tidak butuh obat yang aku butuhkan sekarang adalah kamu, jadi ku mohon pulang lah aku ingin melihat mu"

__ADS_1


"Hazel aku..." lirih Bella diseberang telpon tak melanjutkan kata-katanya karena tak mampu menahan tangisnya.


"Ada apa Bella? apa kamu tidak merindukan ku?"


"A..aku juga merindukan mu" Ucap Bella, mendengar suara yang seperti sedang menangis membuat Hazel menautkan alisnya.


"Ada apa bella? dimana kamu? kenapa kamu meninggalkan mansion? apa kamu sudah mencintai aku lagi?"


"Hazel aku mencintaimu, tapi aku minta maaf "


"Tidak, jangan katakan sesuatu yang membuat ku terluka" serga hazel memotong apa yang diucapkan Bella padanya ia tak sanggup jika harus mendengarkan kata pisah dari Bella.


"Jangan menunggu ku lagi, aku tak bisa memberikan mu kebahagiaan, aku mencintaimu tapi kita tak bisa bersama selamanya maaf" lirih Bella.


"apa maksudmu? kita harus bertemu kamu di mana sekarang?"


"MAAF" hanya itu yang dikatakan Bella setelah itu ia mengakhiri telpon tersebut secara sepihak.


membuat Hazel frustasi, Hazel kembali menghubungi nomor telepon Bella namun sayang ponsel Bella sudah tidak aktif lagi.


Hazel terus berusaha menghubungi Bella dan mengirim kan beberapa pesan dimedia sosial milik bella berharap bella membaca dan mau bertemu dengannya.


Hazel kebingungan dengan sikap Ibunya dan Bella hari ini, seperti ada sesuatu yang mereka semua sembunyikan darinya.

__ADS_1


Ada rasa takut di dalam diri Hazel saat ini, ia sangat takut jika harus kehilangan orang yang ia cintai, ia merasa tak sanggup jika harus berpisah dengan Bella.


Tidak, itu tidak akan pernah terjadi aku harus membawa Bella kembali, ia akan menjadi milikku selamanya* pikir Hazel


__ADS_2