
Bella turun dari mobil Sky, Emilia yang sedang berada ditaman bunga melihat kedatangan Sky bersama Bella membuatnya penasaran dan menghampiri keduanya.
"Aku kedalam dulu" Ucap Bella membungkukan badan menghormati Sky dan Emilia, setelah itu melangkah meninggalkan ibu dan anak itu.
Yang hanya dijawab Sky dengan menganggukkan kepalanya.
Melihat Bella yang telah pergi Emilia mulai menanyakan segelintir pertanyaan yang ada dikepalanya melihat Sky dan Bella pulang bersama bahkan ia tahu putranya itu tidak pulang semalaman.
"Kamu dari mana nak, semalam kamu tidak pulang, dan kamu bersama Bella??" Rentetan pertanyaan yang keluar Emilia, Sky hanya mengangguk kepalanya sesaat.
" Semalam aku dan Bella menginap diluar " Jawab Sky enteng. Membuat Emilia melebarkan matanya.
"Menginap? apa yang kamu lakukan nak, apa kamu tidak tahu kalau Bella adalah kekasih Hazel, dan mereka akan segera menikah" tanya Emilia lagi Sky mengangguk kepalanya.
"Aku tahu" jawab Sky enteng.
"Lalu kenapa kamu melakukan ini, menginap diluar dengan calon istri saudaramu sendiri? "
"Siapa yang mengatakan Bella calon istri Hazel, aku sudah menikah dengan Bella"
" Jangan bercanda Sky " Ucap Emilia tak terima.
" Aku tidak bercanda, mommy bisa tanyakan langsung pada Bella, aku menikahi Bella kemarin dan kami menginap di gereja tempat kami menikah bukankah itu sudah jelas terlihat aku dan Bella pulang bersama " Ucap Sky, Ia tahu betul sejak dulu ibunya tidak pernah sama sekali mendukung keinginannya dan selalu melakukan apapun untuk Hazel dan ia tahu jika ia memberitahu ibunya, ibunya tak akan terima dan akan menceramahinya.
"Sky, Bella itu calon istri Hazel, saudaramu sendiri jangan lakukan itu padanya kasihan dia. Kamu sudah memiliki apa yang dimiliki hazel dulu, dan kamu masih mau menghancurkannya dengan mengambil Bella darinya? Jangan seperti itu Sky mommy tidak akan pernah setuju kami menikah dengan Bella"
Seperti dugaan Sky ibunya tidak akan pernah mendukungnya, ia lebih mengutamakan Hazel dibandingkan Sky.
"Apa mommy lupa, apa yang dimiliki Hazel adalah milikku, bukan miliknya. Kenapa mommy berkata seperti seakan-akan aku ini jahat?"
"Kamu memang jahat, jika merebut Bella dari Hazel saudaramu sendiri."
"Mengapa mommy tidak menghitung berapa banyak kali aku harus mengalah pada Hazel, kenapa mommy tidak pernah mendukung ku? " tanya Sky mencoba menahan rasa kesal dihatinya yang ingin melawan pada ibunya.
" Hazel itu tidak sesempurna kamu nak, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau, tapi jangan lakukan ini pada saudaramu sendiri, mommy tidak melihat permusuhan diantara kalian" Ucap Emilia membuat Sky tertawa kecil.
Sky tidak habis pikir dengan sikap ibunya, sekarang ia berkata tak ingin melihat permusuhan diantara mereka tapi dulu ibunya meminta ia mengalah dan memberikan segala hal yang dimilikinya untuk Hazel tanpa ibunya sadari sejak dulu permusuhan diantara mereka sudah terjadi karena ulahnya sendiri yang pilih kasih terhadap keduanya.
"Mommy tidak ingin melihat permusuhan diantara kami, tapi mommy selalu melukai ku dengan meminta aku untuk selalu mengalah pada Hazel, apa mommy ini ibu kandung ku atau bukan?" tanya membuat Emilia melebarkan matanya karena terkejut dengan ucapan Sky.
__ADS_1
"Apa yang kamu bicarakan" Tanya Emilia tak habis pikir mengapa Sky menanyakan hal seperti itu.
" Intinya, Bella sekarang istriku, aku akan mengirimkan dokumen pernikahan kami, pernikahan kami sah secara hukum dan agama, aku sudah mendaftarkan pernikahan kami, jadi tidak ada lagi yang bisa merebut Bella dariku " Ucap Sky lalu melenggang pergi melewati ibunya yang masih berdiri termenung di tempatnya.
Sky tidak pernah mengerti mengapa kasih sayang dan perhatian ibunya lebih menonjol pada Hazel dibandingkan dirinya.
Dulu sewaktu mereka kecilpun ibunya selalu begitu jika mereka dibelikan mainan, Hazel pasti mendapatkan mainan yang lebih mahal dibandingkan dirinya. dan memory itu membawa Sky pada pemikiran sesatnya ia sempat berpikir kalau ia bukan anak kandung ibunya.
Sky menghela nafas panjang lalu melangkah masuk kedalam lift yang akan membawanya ke kamarnya.
****
Ditempat yang berbeda.
"Dari mana saja kamu dari kemarin Bella?" Tanya Nyonya Barbara yang baru melihat Bella sejak kemarin pagi.
Bella yang hanya terdiam dan menundukkan kepalanya ia tidak mungkin menjawab kemarin tidak pulang karena menikah dengan Sky itu akan membuat semua maid akan meradang dan membunuhnya.
"Ii.tu nyonya adikku tiba-tiba kritis dan aku,..-"
"Kamu hanya meminta ijin sehari, dan kamu kembali pada pagi hari ini, apa kamu sudah tidak ingin bekerja lagi disini"
" Kamu masih mau bekerja atau tidak?"
"Saya...-"
"Ada apa ini?" tanya Hazel memotong ucapan Bella menjalankan kursi rodanya menghampiri Barbara dan Bella, Semua maid yang melihat Hazel datang langsung membungkukkan badan.
"Ada apa ini, kenapa kamu memarahi Bella?" tanya Hazel membuat Bella membulatkan matanya melihat Hazel yang membelanya membuat ia tidak tega mengatakan hal sebenarnya yang terjadi kemaren sore, dan entah sampaikan ia akan menyembunyikan semua itu pada Hazel.
Bella menundukkan kepalanya tak mampu menatap mata Hazel, mata yang selama ini memandangnya penuh cinta.
"Tuan muda Hazel, saya minta maaf "
" Ada apa sebenarnya,?"
" Saya hanya menegaskan pada Bella beberapa peraturan pekerjaannya, karena Bella adalah anak buah saya jadi saya berhak memberikan ketegasan jika ia melanggar nya"
" Jangan lakukan ini lagi didepanku, aku tidak suka"
__ADS_1
"Maafkan saya tuan muda"
"Sekarang kalian semua bubar, tinggalkan aku dan Bella aku ingin berbicara dengan Bella" perintah Hazel membuat barabara dan para maid yang berada di sekitar mereka melangkah membubarkan diri meninggalkan Hazel dan Bella.
Sepeninggal Barbara dan beberapa para maid, Hazel lalu mendongak menatap wajah Bella yang masih setia menundukkan kepalanya tak mau menatap Hazel.
Hazel tau ada hal yang disembunyikan Bella sehingga ia tak mau menatapnya.
"Bell, ada denganmu? " tanya Hazel menatap wajah Bella yang kini sedang ditekuk.
"Aku tidak apa-apa, aku akan membuatkan tehmu " Ucap Bella lalu hendak melangkah meninggalkan Hazel namun genggaman tangan Hazel membuatnya terhenti dan berbalik menatap Hazel yang kini menatapnya.
Bella tak tahu harus berbuat apa, ia merasa bersalah dan tidak enak hati menatap Hazel yang kini menatapnya penuh cinta. ia bingung tak harus berbuat apa dan mengatakan apa, bahwa sekarang ia bukan miliki Hazel lagi tapi sekarang ia milik Sky.
"Ada apa Bella, Aku merasa kamu berbeda" Lirih Hazel. membuat Bella menggelengkan kepalanya dengan senyum mengembang.
"Aku tidak apa-apa, itu hanya perasaan mu saja" jawab Bella membuat Hazel hanya mengangguk kepalanya ia cukup paham sampai sekarang Bella tidak terlalu terbuka padanya.
"Aku mau membuatkan tehmu dulu"
"Tidak usah, biarkan maid yang membuatkannya" jawab Hazel menahan Bella.
"Aku maid Hazel "
"Tapi kamu beda, sebentar lagi kamu bukan lagi maid kamu kekasih ku dan calon istriku"
Deg... mata Bella membulat sempurna mengingat kejadian kemarin ada rasa nyeri dihatinya mendengar ucapan Hazel, tentu saja itu tidak akan pernah terjadi karena saat ini ia sudah berstatus istri dari Sky.
Bisa kah ia setega itu pada Hazel, tega mengatakan hal yang menyakitkan bahwa ia sudah menikah dengan Sky kemarin sore dan itu membuatnya tidak kembali ke mansion semalaman.
"Kenapa kamu diam saja?" tanya Hazel membuat Bella tersadar dari lamunannya.
"Aku tidak apa-apa" jawab Bella sedetik kemudian Hazel menarik Bella kedalam pelukannya memeluknya membuat Bella membungkuk, Usapan tangan Hazel sangat lembut dan terasa nyaman untuk Bella.
Bella menitikkan air mata, ia tak menyangka nasibnya akan seperti ini, ia ingin marah pada takdir yang membawanya menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, namun takdir membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.
Hazel tahu ada hal yang disembunyikan Bella, karena itu ia takut Bella berubah pikiran dan tak mau menikah dengannya.
"Aku tidak akan memaksa mu mengatakan apapun yang menjadi beban mu saat ini Bella, aku menghargai mu" Ucap hazel membuat Bella menyeka air matanya.
__ADS_1
"Eheeemmm..." Suara deheman seseorang membuat Hazel dan Bella saling melepaskan pelukan, Sky menatap Hazel penuh marah karena sudah berani memeluk Bella, memeluk istrinya didepan matanya.