Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda

Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda
Part. 17


__ADS_3

Keesokan paginya.


Bella mengerjapkan matanya karena merasa terganggu dengan cahaya yang temus pada pada tirai jendela yang berwarna putih.


Kamar maid lebih mirip kostan yang bejejer dan berhadapan antara satu kamar dan kamar lainnya, setiap kamar diisi satu sampai dua orang maid.


Bella kemudian bangun untuk memulai rutinitas sehari-hari tapi sedetik kemudian ia baru sadar kalau ia masih keadaan polos tanpa sehelai benang apapun yang menutupi tubuhnya.


Kemudian bella teringat apa yang terjadi semalam Sky meniduri nya dan menghujani tubuhnya dengan kasar bahkan Sky tidak memperdulikan ringisan dan tangis Bella.


Bella melihat kiri dan kanan sudut kamarnya Sky sudah tidak ada ditempatnya.


Bella lalu bangkit dari ranjang mengambil bathrobe yang sudah tersedia diatas ranjang, Bella melihat kertas kecil diatas ranjang lalu mengambil dan membacanya.


- Terima kasih untuk malam indahnya - Isi catatan yang ditinggalkan Sky untuk Bella.


Setelah membaca itu lalu berjalan masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah dikotori oleh Sky.


Beberapa menit kemudian Bella selesai mandi lalu bergegas memakai eragam maidnya dan mengikat rambut nya dengan rapih lalu berjalan keluar.


Bella yang keluar kamar melihat beberapa maid sedang berkumpul dan mengobrol.


" Ada apa ini? " tanya Bella, karena penasaran apa yang mereka bicarakan, sekaligus memastikan bahwa bukan dirinya yang menjadi bahan cerita.


" Tidak ada apa-apa " jawab salah satu maid.


" Bella " panggil nyonya Barbara. membuat Bella berbalik melihat nyonya Barbara.


" Kamu baru bangun Bella? " Tanya Ny. barbara membuat Bella dengan mengangguk kepalanya.


" Wahhh, luar biasa sekali kamu akhir-akhir ini mulai tidak disiplin yah Bella "


" Maaf nyonya, akhir-akhir ini saya sering merasakan cepat lelah. " Ucap Bella.


" Lelah?? Lelah apa??, Lelah mengurus tuan muda Hazel begitu " tanya Barbara.


Belum sempat Bella menjawab suara bariton dari arah belakang nyonya Barbara terdengar.


" Bawakan tehku " Teriak Sky di balik tembok pembatas. ia sengaja mengalihkan perhatian Barbara pada Bella.


" Dan aku mau Bella yang mengantarnya.. " Ucap Sky lagi.


" Apa kamu dengar itu, lakukan sekarang juga " Ucap Nyonya Barbara setengah berteriak.


Membuat Bella segera meraih teko lalu membuatkan teh untuk Sky. Setelah selesai membuatkan teh Sky Bella lalu membawa nampan berisi teko dan satu cangkir yang sengaja dikosongkan ke ruang keluarga dimana Sky berada.


" Ini teh mu " Ucap Bella lalu menaruh nya di atas meja.


Melihat Sky yang sudah rapi seperti biasa ia selalu berpenampilan casual atau semi formal dengan setelan kemeja atau T-shirt yang dipadukan dengan celana kain atau jeans membuat nya terlihat tampan seperti hari ini Sky mengunakan T-shirt putih polos dengan celana kain biru langit dengan jas yang berwarna senada dengan celananya memberikan kesan pria smart.



" Tampan, tapi dia bukan tipe ku " Bella membatin.


...


" Apa kamu tidak akan menuangkan tehnya untuk ku? " Tanya Sky membuat Bella menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak, mau " jawab Bella. membuat Sky tertawa mendengar penolakan Bella.

__ADS_1


" Yang ia lakukan hanyalah menertawakan, mengancamku, dan meniduri ku " Bella membatin lalu menghela nafas berat.


" Yah sudah, aku akan menuangkan nya sendiri " ucap Sky lalu menuangkan teh ke cangkir kosong yang dibawa Bella.


" Yah sudah, aku pergi dulu " ucap Bella hendak melangkah namun langkahnya terhenti karena Sky memegang pergelangan tangannya.


" Apa lagi? " Tanya Bella ketus.


"Tetap disini temani aku " jawab Sky.


" Pekerjaan ku bukan hanya melayani mu tetapi tetapi juga melayani seluruh keluarga mu jadi tidak usah merengek " Ucap Bella membuat Sky lagi-lagi tertawa.


" Hanya sebentar, Hazelkan sudah tidak sarapan dikamar nya lagi jadi kamu sudah tidak ada tugas mengantarkan sarapan untuknya kan?? " Tanya Sky. membuat Bella mengangguk.


Hazel memang sudah tidak sarapan dikamarnya, ia selalu turun sarapan, makan siang dan malam bersama keluarga semenjak menjalani hubungan dengan Bella.


Bella berdiri didekat Sky.


" Duduk saja " Ucap Sky. membuat Bella menggelengkan kepalanya.


" Tetap memperlakukan ku seperti Maid " jawab Bella.


" Apa masih sakit " Tanya Sky, membuat seorang maid yang hendak melewati Bella dan Sky menoleh melihat kearah keduanya.


Membuat Bella Berdehem keras berharap maid tersebut tidak mendengar apa yang ditanyakan Sky tadi.


" Apa yang kamu yang kamu lihat?, apa kamu sudah bosan bekerja disini " Tanya Sky pada maid tersebut membuat ia dengan panik berjalan tergesa-gesa meninggalkan Bella dan Sky.


" Selalu saja melakukan sesuatu sesukamu, kamu harus tahu posisi ku disini hanyalah seorang maid, bukan siapa-siapa jangan mempersulit ku dengan melakukan segala sesuatu sesukamu " Ucap Bella. membuat Sky lagi-lagi tertawa.


" Selalu saja tertawa " gumam Bella.


" Aku harus pergi sekarang, aku harus menyiapkan sarapan untuk keluarga mu " Ucap Bella.


" Tetap disini, mereka akan turun setengah jam lagi " Ucap Sky membuat Bella menghela napas panjang.


" Akuu - "


" Cukup, Bella! bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu adalah maid dimanasion ini, dan tugas mu adalah melayani kami, jadi apa yang aku katakan bukankah tugas maid biasanya " Sergah Sky.


Mebuat Bella mengalah, dan tetap berdiri di samping Sky, ia memang tidak akan pernah bisa melawan perkataan Sky, Perkataan yang akan membuatnya semakin terluka.


" Aki tadi bertanya, apa kau tidak mendengar? " tanya Sky.


" Apa sihh! " jawab Bella memutar bola matanya malas.


" Aku tanya, apa masih sakit? " ucap Sky mengulang pertanyaan nya.


" Masih sakit, dan sangat sakit " jawab Bella.


" Baiklah, aku minta maaf " Ucap Sky membuat mata Bella melebar terperangah apa yang diucapkan Sky barusan.


" Apa aku tidak salah dengar, lelaki brengsek ini meminta maaf " Bella membatin.


....


" Bella " Panggil Hazel membuat Bella menoleh ke arah lift khusus untuk keluarga dimanasion tersebut. dan melihat Hazel baru keluar dari lift.


Bella tersenyum mengabaikan tatapan kesal Sky padanya.

__ADS_1


" Kamu sudah bangun " tanya Bella berjalan menghampiri Hazel meninggalkan Sky.


" Aku minta maaf karena tidak datang menemuimu dikamar " Ucap Bella lagi membuat Hazel hanya menganggukkan kepalanya.


Bella lalu berjalan kebelakang kursi roda milik Hazel lalu mendorong nya untuk bergabung bersama Sky diruang keluarga tersebut.


" Aku akan menyiapkan teh untuk mu " Ucap Bella membuat Hazel lagi lagi hanya menganggukkan kepalanya.


Bella lalu berjalan meninggalkan Hazel yang sekarang sudah duduk bersebelahan dengan Sky.


* Hazel POV.


**Beberapa hari ini aku merasa aneh dengan sikap Bella, ia lebih banyak diam ketika bersamaku. aku ingin lebih mengenalnya dan membuat nya lebih terbuka padaku menceritakan semua hal yang ia pikirkan, namun nyatanya tidak. Bella terus mengalihkan pembicaraan ketika aku bertanya.


Aku bahagia sangat sangat bahagia ketika ia mau menjadi bagian dari hidupku, bahkan karena ia lah aku bangkit dari keterpurukan ku dari mimpi gelapku yang membuatku menghindari semua orang bahkan keluarga ku.


Mengatakan menyukai buku yang aku buat, membuatku semakin bersemangat apa lagi melihat ia yang begitu peka pada tokoh utama yang ada dalam buku tersebut yang tak lain adalah diriku sendiri.


Aku menulis menuangkan cerita hidup ku sendiri pada buku tersebut. menceritakan seluruh hidup ku yang sempurna karena terlahir dari keluarga kaya, sampai aku menyukai kekasih Sky, lalu menjalin hubungan dengan laura di belakang Sky, sampai pada akhirnya aku meminta mommy membujuk Sky melepaskan laura untuk ku, lalu kami mengalami kecelakaan mobil yang sangat parah dan aku menyelamatkan nya, alhasil aku mengalami cacat seumur hidupku aku sudah tidak bisa mengunakan kaki ku untuk selamanya.


Setelah semua yang terjadi, Laura malah pergi meninggalkan ku. membuat ku semakin terpuruk dan terus mengurung diri dikamar.


" Jangan pernah meninggalkan ku, demi seseorang yang sempurna bell, " pintah ku pada bella.


Membuat Bella hanya menatap ku tanpa menjawab.


" Kenapa kamu tidak menjawab bell, apa kamu berniat meninggalkan ku " tanya ku lagi.


" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, meski nantinya aku tidak menjadi milikmu tapi aku akan selalu ada untukmu " jawab Bella membuat ku tak mengerti!


" Apa maksudnya bell,? " tanya ku lagi.


" Aku hanya meminta kita selalu berdoa agar kita tak terpisahkan " jawab Bella lirih. membuat ku menautkan alisku.


" Tidak usah dipikirkan, tidak akan terjadi apa-apa " ucap bella menenangkan ku.


" Apa kau mencintaiku bell, ? " tanya ku menatap wajah nya mencari kejujuran dimatanya.


" Hmmm, iyh aku mencintaimu " jawab Bella. ia seperti nya sedang bimbang tak mau membuat nya terbebani aku tak lagi bertanya.


" Aku juga mencintaimu bell, " Ucap ku menyudahi pembicaraan ini.


****


Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, beberapa hari ini aku rutin ikut sarapan bersama keluarga ku, hal yang sudah lama tidak aku lakukan semenjak kecelakaan yang membuat ku cacat.


Aku menjalankan kursi roda ku keluar dari kamar menuju lift, dan menunggu lift yang akan membawa ku lantai bawah tempat dimana keluarga ku berkumpul untuk sarapan bersama.


Lift baru saja terbuka, aku melihat keakraban Bella dan Sky.


" Apa masih sakit? " tanya Sky pada Bella. membuat ku bertanya tanya maksud dari pertanyaan Sky, bahkan aku mengira Bella sedang sakit namun yang terlihat Bella baik-baik saja.


" Bella " panggilku, membuat Bella menoleh menatap ku dan tersenyum.


Bella menghampiri ku lalu mendorong kursi roda ku menghampiri Sky yang tengah membaca majalah bisnis, majalah bisnis yang memperlihatkan wajahnya sebagai sampul utama majalah tersebut.


Sky memang sempurna bahkan aku tidak akan pernah bisa menyaingi nya meski aku masih berjalan ia terlalu sempurna.


Entah mengapa aku mencurigai Sky, melihat keakraban dan perhatian Sky pada Bella membuat ku tak suka, Semoga saja Sky tidak berniat merebut Bella dari ku mengingat dulu aku pernah merebut laura darinya, terlalu jahat jika Sky melakukan itu sebagai saudara.

__ADS_1


Hazel POV end**.


__ADS_2