
Suami pasien?" tanya dokter tersebut pada Sky dan Kai.
Kai menoleh ke arah Sky memintanya memberi jawaban namun Sky tak mungkin melakukan hal itu karena para dokter mengenali nya.
"Aku pacarnya dok, ada apa dengan pacarku" jawab Sky terpaksa menurunkan ego nya, karena tak sudi jika Kai yang harus mengaku-ngaku sebagai suami Bella.
"Apa pacar ku baik-baik saja" tanya Sky lagi.
....
" Baiklah, pasien kini tengah hamil dua Minggu, karena kelelahan kondisi janin dan ibunya tidak baik-baik saja jadi harus bed rest malam ini disini kalau memungkinkan besok dan beberapa hari kedepan di lanjutkan dirumah saja" Ucap dokter tersebut menjelaskan
"Apa hamil dok?"tanya membulatkan matanya tak percaya apa yang didengarnya.
"Iyah, Hasil pemeriksaan nona sedang hamil tuan"
"Baiklah dok, terima kasih"
"Baiklah, kalau bagitu saya permisi dulu" Ucap dokter tersebut lalu melangkah meninggalkan Sky dan Kai.
Sepeninggal dokter, Sky beralih menatap Kai yang sedang berdecak menggelengkan kepalanya.
"Ck, Apa kau yang membuat nya hamil?"
"Yah, aku sangat bersyukur kalau dia hamil, itu artinya dia akan menjadi milikku seutuhnya dan aku akan menjadi seorang Ayah" Ucap Sky tersenyum sumringah.
"Bagaimana deng dia Sky, apa kamu akan menyembunyikan nya?"
"Tidak, Aku akan memberitahukan hal ini pada keluarga ku"jawab Sky antusias ia senang mendengar Bella hamil. Membuat Kai lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
....
Keesokan paginya.
Bella mulai bergerak gelisah, ketika merasakan ada sebuah lengan kekar sedang merengkuh tubuhnya.
Namun segera ia menepis pikiran nya itu tak mungkin ia dipeluk seseorang karena yang ada di ingatannya semalam ia tidur sendirian di kamarnya.
Bella menoleh dan melebarkan matanya seketika saat melihat Sky ada disampingnya.
" Aaakhhh...." Teriak Bella seketika lalu menutup kembali karena takut ketahuan, sepertinya ia belum menyadari saat sedang berada di mana.
"Ada apa?" Tanya Sky yang terbangun karena teriakan Bella.
"Apa yang kamu lakukan?"
" Kamu yang membangunkan ku Bella" Ucap Sky bangun dari pembaringannya mengucek-ngucek pelan matanya.
__ADS_1
Melihat Sky yang bangun tanpa bertelanjang dada sementara bagian bawah nya masih di tutupi selimut membuat Bella melebarkan matanya.
"Yah apa yang kamu lakukan kenapa kamu tidak memakai bajumu hah?" tanya Bella membuat Sky tersenyum melihatnya tak tahu apa yang dipikirkan istrinya sah-sah saja ia tidur disamping Bella karena mereka sekarang suami istri.
"Kenapa? salah aku tidur dengan mu?"
"Tentu saja salah-..."
"Kamu istri ku" Sergah Sky jengah karena Bella selalu lupa dengan status pernikahan mereka.
"Iyahh....aku tahu" Ucap Bella mata menyesuri setiap sudut kamar tersebut yang tidak terlihat seperti kamarnya atau kamar Sky di mansion lalu mereka ada dimana.
"Ada apa bella?" Sky yang melihat mata Bella yang berputar kesana kemari melihat sekeliling kamar.
"Ini di mana?"
"Ini di villa" Ucap Sky lalu berdiri membuka jendela besar yang berada disamping tempat tidur agar angin sejuk bisa masuk.
"Villa? kenapa kamu membawaku ke villa, apa kamu sengaja membuat ku pingsan agar dengan mudah kamu bisa membawa ku? tanya Bella penuh selidik.
Membuat Sky menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Bella yang selalu berpikir buruk padanya.
"Semalam aku ke kamarmu dan mendapati kamu pingsan, lalu aku membawa mu ke rumah sakit, jika aku tidak berinisiatif datang ke kamarmu dan tidak ada siapa-siapa yang menemukan mu mungkin saat ini orang akan menemukan mu sudah jadi mayat" ucap Sky membuat Bella menundukkan kepalanya.
"Lalu kenapa kamu membawa ku kesini?
"Karena aku tidak mungkin membawa mu pulang ke mansion dalam keadaan seperti ini"
"Kamu sedang hamil"
"Ohhh.... Hamil, Apa hamil???" tanya Bella terkejut.
"Ya kamu hamil"
" Aku hamil anakmu?"
"Tentu saja anakku, aku yang pertama meniduri mu bukan"
"Kamu jangan bercanda"
"Aku tidak bercanda, kamu harus beristirahat total kata dokter kandungan mu lemah jadi kamu tidak boleh melakukan aktivitas yang berat apalagi bekerja"
Bella masih tidak percaya apa yang dikatakan Sky, tapi melihat dari raut wajah Sky yang serius sepertinya Sky tidak mungkin berbohong di tambah lagi beberapa hari belakangan ini ia sering merasakan pusing dan mual, Bella tidak tahu harus bereaksi seperti apa, apakah ia harus senang atau tidak, disini yang terlihat bahagia karena kehamilan nya hanya Sky.
"Ada apa denganmu, kenapa kamu tidaj bahagia?"
" Apa bahagia?, apa yang akan kamu katakan pada keluarga mu, apa kamu akan menanggung ini sendirian?" tanya Bella dengan mata memerah memanas menahan tangisnya.
__ADS_1
" Siapa yang menyuruhmu menagung ini sendirian, kita akan menanggung ini bersama-sama aku bertanggung jawab terhadap mu juga kehamilan mu karena itu anakku terlebih sekarang kita adalah suami istri namun aku butuh sedikit waktu" Ucap Sky membuat Bella menghela nafas berat.
"aku memberitahu hal ini pada Keluarga ku" lanjut Sky.
"Lalu bagaimana dengan Hazel?"
" Tentu saja dia harus tahu, aku yang akan menghadapi nya kamu tidak usah khawatir"
"Bicaralah dengannya baik-baik jangan kasar padanya kasihan dia sudah banyak berharap padaku"
"Tentu saja"
"Setelah aku melahirkan anakmu, aku mohon lepaskan aku" Ucap Bella membuat Sky menatapnya penuh marah.
"Apa maksudmu, jangan bercanda Bella"
"Aku tidak bercanda, aku tidak mencintaimu"
"Jadi maksud mu, setelah kamu melahirkan kamu akan kembali pada Hazel begitu?" tanya Sky pada Bella dengan mudahnya Bella mengangguk. membuat Sky mengepalkan tangannya menahan amarahnya kalau saja ia tidak mengingat saat ini Bella sedang hamil muda dan kandungan nya lemah ia sudah menampar Bella karena geram dengan sikap Bella namun ia mencoba menahan diri agar tak berperilaku kasar pada Bella.
"Kita menikah bukan karena dasar cinta, aku terpaksa menikah dengan mu karena ingin menyelamatkan ibuku, jadi aku mohon setelah ini aku harap kamu mau melepaskan ku "
" Mudah sekali kau mengatakan itu"
"Lalu aku harus bagaimana? aku tidak mencintaimu"
"Baiklah,lakukan saja yang ingin kamu lakukan, aku tidak akan memaksa mu, untuk saat ini lupakan saja niatmu itu dan lakukan tugasmu sebagai istri sampai saatnya tiba kamu pergi aku akan melepaskan mu"
"Tapi-..
" Sudah cukup Bella" bentak sky yang mulai tak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak marah. Membuat Bella menundukkan kepalanya.
"Aku akan menyiapkan sarapan" Ucap Sky lalu mengambil bajunya dan memakainya.
"Kenapa kamu yang membuatkan sarapan?"
"Karena kamu sedang hamil, jangan banyak bergerak! untuk sementara kita tinggal di sini lalu kembali ke mansion"
"Apa harus?"
"yah, itu untuk menjaga kandungan mu,dan saat kita kembali ke mansion status mu bukan lagi maid tapi istriku kamu hanya melayani ku bukan untuk siapapun" Ucap Sky tegas membuat Bella mendongak menatap Sky
"Aku menghargai mu, jadi tolong hargai aku juga" Ucap Sky lalu melangkah keluar meninggalkan Bella.
Bella menghela nafas panjang dan perlahan mengelus perut nya. Anak yang di kandung nya saat ini adalah anak Sky tentu saja Sky akan melakukan apapun untuk menjaganya.
Bella lalu turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
....
Suara bell pintu terdengar Sky, berjalan ke arah pintu dan membukanya.