
Bella berjalan menyusuri lorong tempat peristirahatan para maid, ia baru kembali ke kamarnya setelah menemani Hazel bercerita sampai tertidur.
Sepanjang berjalan menuju kamarnya ia sedang memikirkan nasibnya, dosa apa ia dimasa lalu sampai harus terjebak diantara tuan muda dari keluarga Fitzgerald.
Sesampainya dikamar ia langsung duduk di ranjang kecilnya yang menjadi tempat beristirahatnya setelah bekerja.
Bella lalu mengambil ponselnya diatas nakas ia berniat menghubungi ibunya menanyakan kondisi adik kecil nya Misyah.
Saat membuka ponselnya ada notif pesan dari Sky, tapi Bella mencoba menghiraukannya tapi setelah ia melihat chat terakhir Sky menuliskan bahwa ibunya telah menjual dirinya dengan penasaran ia membuka isi chat tersebut dan mengunduh dua foto yang dikirimkan Sky.
Foto pertama memperlihatkan ibunya menerima uang yang sangat banyak dari seorang lelaki muda.
Foto kedua Sky mengirimkan surat kuasa bahwa ibunya setuju menerima seluruh uang yang di berikan Sky dengan menyerahkan Bella untuk Sky.
Bagai disambar petir tubuhnya merosot kelantai menangisi nasibnya. Bella sudah berusaha menghindar namun Sky memiliki rencana lain untuk membuat nya menjadi milik lelaki itu, Lelaki yang sangat ia benci lelaki yang sudah merusak hidup dan masa depannya.
Ia menanggis tanpa suara memukul dadanya yang terasa sesak.
" Ibu kenapa kau tega melakukan itu pada ku, apa karena aku bukan anak kandung mu sehingga kau tega menukar ku dengan uang " Bella mengatakan itu dengan tersendat lehernya seperti di cekik. ia hanya menangis malam itu.
***
Beberapa hari berlalu..
Hubungan Bella dengan Hazel semakin mesra, Bella berusaha melupakan perjanjian ibunya dengan Sky.
Bella berusaha mencari jalan lain ia tak ingin hubungannya dengan Hazel berakhir. ia sangat mencintai Hazel bukan Sky, meski Hazel memiliki keterbatasan.
" Sayang apa yang kamu pikirkan? " Tanya Hazel.
Bella menatap Hazel yang saat ini duduk dikursi roda nya. ia ingin mengatakan apa yang ia sedang pikirkan namun ia tidak berani ia takut hubungan persaudaraan antara Hazel dan Sky hancur karenanya.
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa sayang " jawab Bella tersenyum lalu mengengam tangan Hazel.
" Aku merasa beberapa hari ini kamu banyak diam bell, " Ucap Hazel, Bella hanya menggelengkan kepalanya.
" Aku hanya merindukan keluarga ku " Ucap Bella menundukkan kepalanya.
" Kamu pergi saja temui keluarga mu " ucap hazel.
" Tapii.."
" Kamu tidak perlu khawatir aku akan meminta Barbara menginginkan mu pergi " Sergah Hazel.
Membuat Bella menatap Hazel dengan berbinar.
" Benarkah ? " tanya Bella.
" Iyh, apa pun yang kamu inginkan tolong beritahu aku agar aku tahu bell " ucap Hazel.
Bella memang berniat menemui ibunya untuk menanyakan secara langsung perihal perjanjian ibunya dengan Sky.
....
Keesokan harinya.
Bella berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk bertemu kedua adiknya. karena Keysah akan datang kerumah sakit menemani Misyah setelah waktu pulang sekolah nya.
Sudah hampir sebulan Bella bekerja di keluarga Fitzgerald, keluarga yang namanya dimana-mana, keluarga dibanggakan setiap orang karena kekayaannya.
Ketika bella berjalan mendekati ruangan Misya, Bella melihat Aris didepan ruangan Misyah ia terlihat panik. segeralah bella mempercepat langkahnya mendekati Aris.
" Ris " lirih Bella. Aris berbalik menghambur memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
" Bell, kamu dari mana saja ? " tanya Aris melepaskan pelukannya.
" Ada apa? " tanya Bella.
" Aku merindukan mu " jawab Aris.
" Kamu sibuk sekali bell, sampai tidak pernah datang menjenguk adikmu " Ucap aris lagi.
" Kamu tahu pekerjaan ku ris, aku bekerja sebagai pembantu, tentu saja aku harus bekerja sepanjang hari " Ucap Bella.
Aris hanya mengangguk.
" Aku khawatir sekali bell, dapat telpon dari ibu mu kalau Misyah kritis, dan sekarang sedang ditangani dokter " ucap Aris.
" Apa, Misyah kritis? aku mau melihat Misyah " Ucap Bella hendak masuk keruang perawatan Misyah. Namun di hadang oleh Aris.
" Kenapa kamu melarang ku masuk, aku mau melihat Misyah " ucap Bella.
" Aku tahu, tapi dokter melarang siapapun untuk masuk sementara ini " terang Aris.
" Tapi-.. "
" Dengar bell, setelah semua dokter yang menangani Misya keluar baru kita bisa masuk " sergah Aris.
Bella mengangguk paham, Namun Bella ingin sekali melihat adiknya memberikan kekuatan dan semangat apapun akan dilakukan Bella untuk adik kecilnya itu.
" Lalu di mana Kesya ? " tanya Bella pada Aris.
" Aku sudah mengantarnya pulang, aku takut anak itu sakit karena setiap harinya ia harus menemani Misyah setelah pulang sekolah dan istirahat setelah ibumu pulang kerja " ucap aris.
" Terima kasih ris, kamu sudah mau perduli padaku dan keluarga ku " ucap Bella.
__ADS_1