
Happy reading
Hazel, aku sedang -,,.."
"Aku tahu kamu sedang hamil Sky, aku tahu itu. Sebelum kamu menceritakannya aku sudah lebih dulu tahu semuanya, jadi kembalilah padaku, kita menjalani hidup sama-sama dan aku akan berbesar hati menganggap anak yang sedang kamu kandung adalah anakku " paksa Hazel, Bella melihat obsesi yang besar dimata Hazel.
"Maaf aku tidak bisa zel, aku kemari bukan untuk kembali bersamamu tapi aku kemari karena ingin mengakhiri semua ini, meski aku mau namun aku cukup sadar diri aku bukan miliknya mu lagi, dan aku tidak akan kemana-mana karena Sky adalah suami ku sekarang, bahkan dia sangat mengharapkan anak ini lahir " Ucap Bella membuat mata Hazel mengembun karena tak sanggup menahan nyeri dihatinya mendengar Bella tak mau kembali padanya.
"Jangan menyia-nyiakan hidup mu demi perempuan seperti ku zel" lanjut Bella.
"Bell, aku mohon jangan memikirkan apapun, pikiran saja aku hem? Sky sudah tidak memiliki apapun, orang tua kami sudah membuangnya dan dia tidak akan bisa menghidupi mu lagi " Ucap Hazel membuat Bella menatapnya tak suka karena kata-kata Hazel menjatuhkan Sky didepannya.
" Kenapa kamu mengatakan itu zel?, Sky adalah saudara mu, seharusnya kamu membujuk orang tua agar mau menerima Sky kembali bukan malah mendukung yang terjadi " Ucap Bella membuat Hazel memicingkan mata
__ADS_1
" Kamu mencintai nya? " tanya Hazel dengan sorot mata yang tajam.
"Aku sedang tidak membahas itu " jawab Bella
"Kamu mencintainya? apa kamu sudah mulai menyayangi nya? " tanya Hazel mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
"Aku tidak bisa menjawab itu, aku sendiri pun tidak tahu siapa pemilik hati ini, namun saat ini aku sedang hamil anak Sky jadi aku harus benar-benar bersama dengan Sky " jawab Bella membuat Hazel menyeringai.
"Apa kamu mengancam ku? tanya Bella dan Hazel mengangguk lalu berkata
"Yah, anggap saja begitu, aku tak pernah menyangka kamu bisa memiliki pikiran semacam itu, bahkan hati mu mudah berbolak balik bahkan kamu dengan entengnya memutuskan ku dan mengakhiri segala.
"Hazel aku -,, belum sempat Bella berbicara Hazel sudah lebih memotong ucapan nya.
__ADS_1
" Aku berterima kasih padamu, karena kamu sudah membuat ku bangkit dari keterpurukan ku dulu, bahkan aku tahu hidup masih berlanjut karena mu aku juga semangat menjalani hari itu karenamu, tapi kamu juga yang menurunkan semangat ku dengan kata-kata dan perbuatan mu. Aku tahu aku tidak sempurna, dan aku pikir kamu bisa menerimaku dengan kekurangan ku ini namun nyatanya tidak.
" Hazel, kamu salah paham, aku -,,,
" Cukup! aku memang dalah telah berharap padamu, bahkan aku dengan mudahnya jatuh cinta padamu sedangkan kamu dengan mudahnya menghancurkan perasaan ku, aku akan membuat mu kembali dengan cara ku sendiri, jika memang kamu tidak mau kembali " Ucap Hazel lalu memberi kode pada pengawal nya agar datang mendorong kursi rodanya.
" Kamu harus bahagia Bella, aku tidak akan segan-segan membawa mu kembali padaku jika kamu tak bahagia, anggap saja ini ancaman untukmu, aku mengira pertemuan kita adalah awal kebahagiaan yang baru namun nyatanya kamu malah mematahkan hati juga semangat ku.
Aku memang tak sempurna, namun aku masih memiliki hati, jangan mengira karena aku tidak bisa berjalan lalu aku tidak bisa melakukan apa yang aku mau " Ucap Hazel sebelum akhirnya menjalankan kursi rodanya pergi meninggalkan Bella yang duduk diam ditempat nya.
Sky melihat Hazel keluar dari restoran sebelum pesanan mereka datang, Sky memicingkan mata, untung saja kaca mobil milik Sky gelap sehingga tak terlihat dari luar kalau ia juga datang ke restoran tersebut.
Hazel dibantu pengawalnya untuk masuk ke mobil, setelah itu disusul dengan pengawalnya yang duduk didepan bersama supir.
__ADS_1