Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda

Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda
Part. 24


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Bella.


" Kamu sudah gila Sky, kamu tidak akan pernah meraih kebahagiaan mu dengan melakukan ini pada Bella yang tidak mencintai mu " Ucap Kai membuat Sky ingin membungkam mulut Kai, Kai memang sahabat nya tapi ia tetap asistennya, namun Sky mengerti apa yang dikhawatirkan Kai padanya jadi ia mencoba diam saja dan masih setia mendengarkan celotehan Kai, meski kupingnya memanas mendengar ocehan Kai.


" Seharusnya kau menikah dengan medina, kenapa harus menikah dengan perempuan yang tidak akan pernah menerima perasaanmu, kau melakukan ini membuat ku muak saja, bersikap seperti kamu tidak laku saja " Ucap Kai lagi.


" Anggap saja begitu Kai, aku tidak ingin mendengar ocehan mu lagi " ucap Sky.


" Kalau kamu tau aku akan mengoceh, kenapa mengajak ku kemari? "


" Aku mengajak mu karena hanya kamu orang yang aku percaya dan terlebih lagi kamu adalah asitenku "


"Aku memang asistenmu, tapi aku juga temanmu jadi aku berhak memberi mu nasehat jika yang kamu lakukan itu salah "


" Katakan saja, apa yang dikatakan Bella, apa dia masih tidak mau pulang? " tanya Sky mengalihkan pembicaraan.


" Dia tidak mau bahkan tidak sudi pulang denganmu, kamu melakukan ini semua seperti seorang penjahat saja. " Ucap Kai membuat Sky terdiam dan tak memperdulikannya.


" Kamu sudah seperti orang gila saja " Ucap Kai geleng kepala.


"Aku memang sudah gila, tapi masih sedikit waras "


"Sebenarnya apa tujuan mu melakukan ini semua Sky "


"Aku melakukan ini, yah karena aku menginginkan Bella menjadi milikku itu saja"


" Apa kau yakin itu alasanmu?"


"Yah"


"Apa kamu mengira kamu akan mendapatkannya?"


"Buktinya sekarang dia menjadi milikku"


" Raganya saja yang menjadi milikmu tapi hatinya tidak" ucap Kai telak membuat Sky terdiam.


"Aku tidak perduli" jawab Sky setelah beberapa saat terdiam.


"Lalu, bagaimana dengan medina?" tanya Kai membuat Sky menghela nafas berat.


"Aku akan berbicara dengannya setela ia kembali"

__ADS_1


"Kamu akan mengatakan apa? mengatakan bahwa kamu bersedia melakukan apa saja agar Bella menjadi milikmu begitu?"


"Seperti itulah" jawab Sky enteng menganggap semua hal dapat dilakukannya dengan mudah.


"Aku masih tidak percaya kau melakukan ini, sedang Hazel adalah saudaramu "


"Aku sudah terlalu banyak mengalah padanya, dan kali ini biarkan ia mengalah untuk sekali ini saja."


"Hazel juga teman ku, kau tidak lupa itu bukan dan..- "


" Cukup Kai, aku tidak ingin mendengar ocehan mu lagi meski Hazel adalah temanmu tapi aku ini atasanmu jangan lupa itu " Ucap Sky tak tahan lagi dengan semua ucapan Kai yang menyinggung perasaan nya.


" Baiklah, aku juga sudah lelah menasehati mu "


" Kamu pulang saja "


" Lalu kamu?"


"Aku disini menunggu Bella"


" Wahhh, kamu apa kamu sudah gila?"


" Aku akan lebih gila kalau membiarkan Bella sendirian disini, ini gereja yang sepi tidak ada rumah penduduk disekitar sini, dan Bella sekarang istriku jadi aku berhak melindunginya " Ucap Sky bijaksana.


" Biarkan saja, perasaan nya akan berubah setelah ia tenang "


" Enteng sekali bicara mu, baiklah aku pulang" Ucap Kai tak ingin lagi berdebat dengan Sky, Sky hanya menganggukkan kepalanya.


" Kamu bantu aku urus perusahaan besok, atur ulang jadwalku "


"Ya" jawab Kai melangkah melewati Sky berjalan ke arah mobilnya.


" Bawa bodyguard pulang bersama mu" teriak Sky.


"Mereka bisa pulang sendiri" jawab Kai lalu masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan pelataran parkir gereja.


Sepeninggal Kai, Sky duduk di bangku kayu didepan gereja mencoba menunggu Bella dan menahan dingin diluar gereja.


Sky memijit pangkal hidungnya masih mencoba menunggu Bella sampai ia tak marah lagi padanya, ia akan menunggu sampai batas kemampuannya.


Setelah beberapa waktu ia menunggu diluar ia sudah tak tahan dengan udara dingin yang menghantam tubuhnya ia lalu beranjak masuk kedalam gereja melihat keadaan Bella.

__ADS_1


Sky lalu masuk kedalam gereja dan memilih duduk di bangku paling belakang menatap Bella yang masih ditempatnya sejak tadi duduk menatap patung didepan sana, tak ada yang bisa Sky lakukan meski Bella membencinya namun ia ingin membuat Bella lebih tenang dan tidak bersedih lagi. Sky ingin Bella menjadikan dirinya tempat bersandar mengingat banyak beban yang memenuhi kepala Bella saat ini.


Sky terus menatap punggung Bella perempuan yang entak sejak kapan mengusik pikirannya.


***


Sky mengerjapkan matanya entah sejak kapan ia tertidur, namun diingatan terakhir ia menatap Bella yang duduk dengan diam memejamkan matanya.


Bella seketika berdiri merenggangkan ototnya, ketika mata Bella menyusuri gereja, Sky menundukkan badannya agar Bella tak melihatnya dan berpikir Sky mengawasinya sejak tadi. Bella masih marah dan Sky tidak ingin membuat Bella semakin marah karena melihat kehadirannya.


****


Keesokan paginya, Sky terbangun lebih dulu dan memilih untuk berdiri diluar gereja menunggu Bella, Untuk apa? untuk mengambil simpati Bella.


Beberapa saat kemudian Sky menoleh melihat Bella yang sedang menatapnya terkejut melihat Sky yang sudah berdiri didepan gereja diwaktu yang masih sangat pagi.


Sky lalu berjalan menghampiri Bella.


"Sudah bangun" tanya Sky.


"Ya"


"Ayo pulang, aku sudah menyuruh Kai dan kedua bodyguard ku pulang"


" Kamu disini semalaman?" tanya Bella menatap penampilan Sky dari atas sampai bawah masih sama dengan kemarin yang dipakainya.


"Aku?" Tanya Sky lagi.


"Ya, kamu"


"Menurutmu bagaimana?"


" Tidak mungkin"


"Ya, terserah apa yang ada di dalam pikiranmu "


"Baiklah, ayo kita pulang aku tak mau makan gaji buta" Ucap Bella lalu melangkah lebih dulu meninggalkan Sky.


****


Tiga jam Sky mengendarai mobilnya untuk sampai ke mansion. Mobil Sky memasuki pelataran parkir mansion terlihat beberapa pengawal telah berbaris rapig seraya membungkukkan badan mereka menghormati Sky.

__ADS_1


Bella turun dari mobil Sky, Emilia yang sedang berada ditaman bunga melihat kedatangan Sky bersama Bella membuatnya penasaran dan menghampiri keduanya.


__ADS_2