Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda

Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda
Part. 16


__ADS_3

Namun langkahnya harus terhenti karena Emilia ibu dari Sky dan Hazel menghadangnya.


" Bisa kita berbicara sebentar " Tanya Emilia.


Bella menundukkan kepalanya.


" Bisa nyonya " jawab Bella.


" Baiklah ikut saya " Perintah Emilia lalu berjalan lebih dulu melewati Bella.


Sampailah mereka di depan pintu sebuah ruangan pribadi milik Emilia.


Emilia membuka pintunya lalu menarik masuk Bella.


Emilia lalu duduk sebuah sofa yang ada diruangan tersebut.


" Duduklah " ucap Emilia pada Bella.


" Tidak nyonya, saya berdiri saja " jawab Bella.


" Tidak apa-apa duduk saja " Ucap Emilia tersenyum. dengan ragu-ragu Bella menurut lalu duduk disamping Emilia.


" Ada apa nyonya, ada yang bisa saya bantu? " Tanya Bella.


" Ada yang ingin aku tanyakan padamu " ucap Emilia.


" Silahkan nyonya, Tanyakan saja " jawab Bella tersenyum.


" Namamu Bella kan " tanya Emilia.


" Iyh,, Nyonya nama saya Bella ". jawab Bella.


" Bella, apa betul kamu memiliki hubungan spesial dengan putra bungsuku " tanya Emilia.


Mendengar pertanyaan Emilia Bella langsung menundukkan kepalanya ia bingung harus menjawab apa, kalau ia menjawab dengan jujur hubungan nya dengan Hazel sudah pasti di tantang melihat perbedaan kasta yang sangat jauh antara dia dan Hazel.


Karena tidak mendapatkan jawaban Emilia lalu mengulang pertanyaan nya kembali.


" Apa benar kamu memiliki hubungan spesial deng Hazel? jawab saja dengan jujur "


Bella menatap Emilia lalu mengangguk setelah kembali menundukkan kepalanya lagi.


" Maafnya saya tidak punya maksud apa-apa pada tuan Hazel saya tulus mencintai tuan Hazel " lirih Bella.


" Saya senang sekali melihat Hazel akhirnya bangkit dari keterpurukannya akibat kecelakaan yang merenggut kesempurnaan hidupnya beberapa tahun lalu, Ia harus mengunakan kursi roda karena kakinya tak bisa lagi berjalan untuk selamanya, Sebagai orang tua saya dan suami saya sudah melakukan banyak hal untuk membujuknya dan menguatkannya, namun yang terjadi ia tetap tidak mau menerima kenyataan dan takdir hidupnya " Ucap Emilia panjang lebar.


Bella hanya mendengarkan dengan baik.


" Karena itu, saat saya kembali dari luar negeri beberapa hari lalu saya melihat hal yang sudah lama hilang setelah ia mengalami kecelakaan, yah dia sudah mulai kembali tersenyum, ia sudah mulai membuka diri lagi padaku sebagai ibunya, ia juga sudah tidak memberontak meminta keadilan tuhan padanya. melihat semua perubahan positif yang terjadi padanya saya sebagai ibu sangat bahagia dan saya sangat berterima kasih padamu Bella " Ucap Amelia tersenyum.


" Sama-sama nyonya " Jawab Bella.


" Beberapa hari lalu dia Hazel menceritakan banyak hal tentang mu bagaimana ia mengenal mu bagaimana kamu mengurus nya menemaninya bercerita semua ia ceritakan dengan senyuman bahagia yang tak hilang, melihat itu saya jadi sadar tuhan mengirimkan mu untuk menjadi penamping nya" Ucap Emilia.

__ADS_1


Membuat Bella mengangkat wajahnya menatap Emilia yang duduk disampingnya.


" Maksud anda Nyonya? " tanya Bella.


" Aku ingin kamu menikah dengan Hazel temani dia melewati semuanya bersama " Jawab Emilia membuat mata Bella membulat sempurna..


" Aku tidak bercanda, aku serius dengan ucapan ku " Ucap Emilia lagi.


" Tapi Nyonya -,, "


" Aku tahu kamu bukan siapa-siapa, aku sudah mencari tahu latar belakang dan banyak hal tentang mu selama ini, dan tidak ada alasan untuk ku menolak mu menjadi bagian dari Hazel dan keluarga kami, jadi menikahlah dengan Hazel " Ucap Emilia


Bella terdiam mendengar permintaan Emilia ia tidak bisa berpikir jernih saat ini ucapan Emilia dan Sky beberapa hari lalu berputar-putar di kepalanya. Bagaimana ia bisa menikah dengan Hazel lalu mengabaikan kesepakatan Sky dengan ibunya, ia tidak mungkin melihat ibunya dipenjara walaupun ibunya adalah ibu sambungnya. Ibunya sudah merawat dan membesarkan nya sejak lahir. bahkan ibunya tidak membeda-bedakan antara ia dan keduanya adiknya.


" Kenapa kamu diam saja " tanya Emilia.


" Ahh,, Maaf Nyonya saya tidak menyangka anda... "


" Yang penting Hazel suka dan dia mencintai kamu, Yah sudah pembicaraan kita sampai disini saja kamu pikirkan dulu dan beritahu saya kalau nantinya kamu sudah siap " Ucap Emilia lalu berdiri mengajak Bella keluar dari ruangannya.


....


Malam harinya.


Bella sedang berada di kamarnya waktu sudah menunjukkan jam 12 malam ia tidak bisa tidur memikirkan perkataan Emilia dan Sky memenuhi kepalanya.


Ia bingung langkah apa yang harus diambil, ia tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana, Perasaan nya pada Hazel tidak bisa dipungkiri lagi ia sangat mencintai Hazel dan tulus menerima Hazel apa nya bahkan tak terpikirkan oleh nya bahwa Hazel tidak bisa berjalan.


Bella membaringkan tubuhnya di atas ranjang kecil yang menjadi saksi bisu tentang masa depannya nanti.


Bella membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat Sky yang berdiri didepan pintu. Bella hendak menutup pintunya kembali tapi Sky sudah lebih dulu mendorong pintu nya dengan kuat lalu menerobos masuk ke kamar Bella.


Bella menghela nafas panjang. lalu mengeluarkan kepalanya sedikit dari pintu untuk melihat situasi sekeliling kamar para maid yang berada di samping kiri kanan kamarnya. Suasananya sudah sangat sepi karena para maid sudah pasti beristirahat.


Bella lalu menutup pintu dan menguncinya, ia melakukan itu bukan karena ia tak ingin di ganggu, ia hanya menghindari jika ada orang lain yang masuk tanpa mengetuk dulu.


" Untuk apa kau kemari? " tanya Bella ketuss...


" Aku merindukan mu sayang " Jawab Sky.


" Selalu saja melakukan sesuatu sesukamu, bagaimana kalau ada yang melihat mu disini? apa kamu pikir semuanya akan baik-baik saja. " Tanya Bella tak habis pikir dengan apa yang semua Sky lakukan.


" Waaah ini kamarmu? Sempit sekali, bahkan lebih luas kamar mandiku " Ucap Sky membuat Bella mendengus kesal, karena bukan itu jawaban yang ia inginkan.


" Aku tanya untuk apa kau kemari "


" Aku sudah menjawabnya tadi, aku merindukan mu sayang " jawab Sky menatap Bella yang berdiri di sampingnya.


" Apa merindukan ku? Wahh kau benar-benar tidak warass " Ucap Bella menunjuk Sky.


" Aku masih waras hanya sedikit gila, itu semua karena kamu "


" Apa karena aku?? Heii jangan menuduh ku, apa yang sudah aku .... Hmmpht "

__ADS_1


Ucapan Bella terhenti karena Sky sudah membungkam mulutnya dengan ciuman.


Bella melebarkan matanya karena terkejut dengan bibir Sky yang menempel dan ******* lembut bibirnya ia merasakan jantungnya berdetak kencang tidak seperti biasanya. Bella kembali mengedip-ngedipkan matanya berusaha menyadarkan dirinya.


" Hmmph...lepaskan aku... " lirih Bella namun bukannya melepaskan Sky semakin memperdalam ciumannya tangannya merengkuh erat pinggang Bella.


" Aku bilang lepaskan " Bella mengigit bibir Sky lalu berusaha mendorong kuat dada bidang Sky dan berhasil memberikan jarak antara dirinya dan Sky.


" Aku mohon tinggalkan aku sendiri, jangan terus melakukan semuanya seenakmu " ucap Bella.


Namun Sky malah melangkah maju menghampiri nya melihat Sky yang maju mendekati nya Bella melangkah mundur dan membuat nya terjebak dipintu yang ada di belakangnya.


Sky menyeringai ia berhasil membuat Bella terjebak. Sky tak kuasa menahan dirinya dari nafsunya yang sudah berada diubun-ubun ia sudah jauh jauh ke kamar Bella dan ia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.


Sky kembali mencium bibir Bella lalu turun ke leher jenjang Bella, perempuan yang ingin ia miliki. Entah karena dendamnya pada Hazel atau keinginan nya sendiri.


Air mata Bella luruh ia tak dapat lagi melawan kedua tangannya digenggam kuat dengan kedua tangan Sky.


Sky terus mencium bibir Bella sesekali turun ke leher jenjang nya memberikan tanda merah disitu.


Sky melepaskan tangan Bella ia berhasil membuat Bella menikmatinya walaupun terkadang Bella masih berusaha mendorongnya.


Sky terus mencumbu leher Bella tak tinggal diam tangannya menjelajahi bagian dua aset kembar Bella.


" Eughh " Desah Bella.


" Bagaimana kamu suka? " Bisik Sky membuat Bella menggeleng kuat kepalanya.


" Tidak, Sama sekali tidak " jawab Bella.


" Waahh, iya kah? bagaimana jika kamu memilinya begini " tanya Sky, membuat Bella memalingkan wajah dan memejamkan matanya.


" Aku akan melakukannya " Ucap Sky lagi lalu kembali mencium bibir Bella dan menggendong nya tanpa melepaskan ciumannya.


Sky lalu membaringkan tubuh Bella di atas ranjang kecil milik bella yang akan menjadi saksi bisu kenakalan nya malam itu.


Sky lalu melepaskan pakaiannya tanpa melepaskan ciumannya ia tidak akan memberikan kesempatan untuk Bella melepaskan diri darinya.


Bella sudah pasrah dengan keadaannya saat ini, ia tidak mungkin melawan apa sampai berteriak itu hanya membangunkan para maid lalu mendatangi kamarnya.


Bella membuat dirinya seperti manekin, tak memperlihatkan gairahnya, ia berusaha tak terpancing membiarkan Sky melakukannya.


Sku terus mempermainkan dirinya merasakan nikmat yang luar biasa, Sungguh ini nikmat namun Bella tak mengeluarkan desahannya ia sekuatnya menahan hasrat yang dirasakannya.


Bella menatap langit kamarnya yang sempit ranjang kecilnya bergetar menjadi saksi bisu bahwa dirinya telah dikuasai laki-laki yang berada diatasnya laki-laki tidak berperasaan.


Sky masih bermain sesuka hatinya menarik ulur tubuhnya membuat Bella memejamkan matanya air matanya terus mengalir mengingat Hazel. Bagaimana jika Hazel tahu apa saja yang sudah terjadi antara ia dan Sky selama ini.


" Mendesahlah... " Bisik Sky dengan suara berat nya.


Sky terus melakukan aksinya membuat air mata semakin menggenang karena Sky melakukan hal yang tak sepantasnya ia lakukan, bercinta dengan Pembantu dan kekasih saudaranya sendiri.


Sky menikmatinya dan Bella tidak bisa menghentikan itu semuanya sudah terlanjur ia sudah tidak punya kepercayaan diri lagi untuk menikah dengan Hazel.

__ADS_1


" Akh... ini nikmat sayang, Kamu suka? " tanya Sky membuat Bella menatap wajah lelaki yang berada diatasnya.


Sky menyeringai ia menikmati nya, menikmati semua yang ia lakukan.


__ADS_2