Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda

Terjebak Cinta Diantara Tuan Muda
Part. 18


__ADS_3

Entah mengapa aku mencurigai Sky, melihat keakraban dan perhatian Sky pada Bella membuat ku tak suka, Semoga saja Sky tidak berniat merebut Bella dari ku mengingat dulu aku pernah merebut laura darinya, terlalu jahat jika Sky melakukan itu sebagai saudara.


Hazel POV end**.


" Pagi Sky " Sapa hazel, mencoba membangun hubungan yang tak seakrab dulu. semenjak ia dan Laura menjalin hubungan di belakang Sky.


Sky tak lagi ramah atau perhatian apa mengobrol dengan Hazel. Semenjak kejadian itu Sky menjadi sosok yang dingin padanya mereka tinggal bersama bahkan kamar mereka hanya berjarak beberapa langkah saja tapi Sky menjadikan dirinya tak tersentuh oleh Hazel.


" Pagi " jawab Sky singkat tanpa melihat Hazel dan masih sibuk membaca majalah bisnis yang ia letakkan diatas pahanya.


" Kamu terlihat tampan dimajalah itu Sky " Puji Hazel. ( Yang memang Sky tampan bukan? 😁 )


" Terima kasih" jawab Sky singkat padat dan jelas.


" Aku kagum padamu, kamu mau berjuang mengantikan ku dan membuat perusahaan daddy maju " Ucap Hazel yang sengaja memancing Sky. ( Ikan kali dipancing 🤣🤣 ).


Sky yang mendengar ucapan Sky menghentikan sebentar kegiatan membacanya terlihat satu sudut bibirnya terangkat sedetik kemudian ia melanjutkan kegiatan membaca nya, berusaha tak terpancing dengan ucapan Hazel.


" Apa kau sekarang bahagia berada di posisi ku dulu " Tanya Hazel lagi.


Membuat Sky mengangkat wajahnya menatap Hazel dengan wajah serius ada guratan kemarahan diwajahnya.


Sedetik kemudian Sky tertawa garing.


" Hahaha, jangan bercanda hazel! mengantikan posisi, apa kamu lupa posisi yang kamu tempati dulu adalah posisi ku namun aku mencoba mengalah dan mencoba menjadi saudara yang baik untuk mu, tapi nyatanya apa? kamu tidak bisa menjaganya dan kamu juga tidak pernah mencoba menjadi saudara yang baik untuk ku, semua yang aku punya selalu kau merebut nya dan aku harus selalu mengalah padamu, kau tidak lupa bukan? "


Deg... mendengar penuturan Sky jantung Hazel serasa mau terlepas mengingatkan nya pada kesalahannya di masa lalu.


" Jadi, apa kau senang sekarang? " tanya Hazel mencoba menahan gejolak didadanya amarah dan rasa takut kalau nantinya Sky akan membalas perbuatannya dulu, ia sangat takut kehilangan Bella, mengingat sampai saat ini hanya Bella yang mampu membuatnya bangkit dari keterpurukannya juga mencintai nya dengan tulus tanpa memandang ketidak sempurnaan dirinya.


" Aku senang, akhirnya kembali pada posisiku yang sebenarnya " Jawab Sky.

__ADS_1


" Ini tehmu " Ucap Bella manaruh nampan berisi teh buatannya untuk Hazel lalu menuangkan nya kedalam cangkir kosong yang dibawanya bersamaan. Membuat Hazel tak jadi mengatakan apa yang ingin ia katakan.


" Ada yang ingin kamu katakan " tanya Sky menatap wajah Hazel.


" Tidak ada, silahkan minum teh mu " Jawab Hazel mengalihkan pembicaraan dan tatapan tanya Bella pada Hazel.


" Apa kau tak ingin menuangkan nya untuk ku " tanya Sky pada Bella membuat Bella menghela nafasnya lalu dengan terpaksa menuangkan teh pada cangkir Sky yang terlihat sudah kosong.


" Mana cemilannya? " tanya Sky lagi, membuat Hazel menatap wajah Bella yang terlihat menahan kekesalannya.


" Ini cemilannya tuan muda " Ucap Laurens menaruh cemilan yang dibawanya ke atas meja.


" Waah,,, ada apa ini anak-anak daddy sepertinya terlihat akrab lagi " Ucap handerson sang ayah yang datang bersama dengan Emilia.


*Note: Nanti nama ayahnya dipersingkat saja yah jadi Hans.


Mendengar ucapan ayahnya Sky dan Hazel hanya mengangguk kepala.


" Bagaimana kondisi mu zel? " tanya sang ayah pada Hazel.


" Aku, baik dad " Jawab Hazel.


Sementara itu Sky masih sibuk dengan majalah bisnisnya yang ia letakkan di atas pahanya tha memperdulikan keluarga nya.


" Mommy mu mengatakan bahwa sekarang kamu sudah baik-baik saja " Ucap Hans lagi.


Hazel mengangguk lalu menatap Bella yang berdiri di sampingnya tapi sedikit jauh dari posisi duduknya.


" Dad bersyukur kamu sudah keluar dari keterpurukanmu dan mau menyadari bahwa dunia akan terus berjalan " Ucap Hans.


" Iya Dad " jawab Hazel menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Apa ada yang ingin kamu lakukan? " Tanya hans lagi


" Iyh, Dad! Aku ingin menikah " Ucap hazel sumringah. Mendengar ucapan Hazel spontan Sky menatap Hazel dengan sorot mata penuh amarah.


Sementara itu Bella yang mendengar penuturan Hazel yang ingin menikah pada sang ayah membuat Bella gugup, karena sudah pasti Hazel akan menikah dengannya.


Emilia tersenyum menatap Bella dan Hazel bergantian membuat Sky semakin kepanasan merasakan amarah yang bergejolak dihatinya.


" Menikah dengan siapa? " tanya Hans.


" Nanti aku yang akan memberitahu mu honey " Ucap Emilia tersenyum manis dan mengengam tangan suaminya.


" Baguslah, jika kamu akan menikah " Ucap Hans membuat Hazel tersenyum bahagia lalu menatap Bella lagi yang hanya menundukkan kepalanya.


Sky sudah tak bisa menahan dirinya lagi ia langsung bangkit dari duduknya menarih majalah yang dibacanya di atas meja.


" Aku akan berangkat ke kantor sekarang " Ucap Sky.


" Sarapan dulu nak, baru berangkat ke kantor " Ucap Emilia.


Sky menggelengkan kepalanya.


" Tidak, Mom aku harus ke kantor sekarang karena aku ada meeting pagi ini " Jawab Sky membuat Bella hanya menatapnya.


" Putra kita yang satu ini hebat sayang, ia memiliki semangat kerja yang bagus, jadi aku rasa dia akan baik-baik saja meski tidak sarapan " Ucap hans pada Emilia.


Hazel yang mendengar ucapan sang ayah yang memuji kehebatan Sky, membuat nya menatap Bella sekilas lalu menundukkan kepalanya menatap lututnya yang tak bisa bergerak lagi-lagi ia merasa tidak berguna.


" Baiklah, habis meeting kamu harus sarapan nak, jangan biarkan perut mu kosong terlalu itu tidak baik untuk kesehatan mu " Ucap Emilia.


" Baiklah, aku berangkat dulu dad mom " pamit Sky melangkah meninggalkan keluarganya dan menatap sebentar pada Bella yang langsung menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Melihat Bella yang langsung menundukkan kepalanya Sky menyeringai lalu memakai kacamata hitamnya dan berjalan keluar mansion.


__ADS_2