Terjebak Cinta Jorell

Terjebak Cinta Jorell
Bab 22 - Bodoh urusan cinta


__ADS_3

Esok harinya Mazaya benar-benar izin tidak masuk kerja. Kalau dipaksakan masuk, Mazaya malah akan terhambat kerjanya. Karena di hari ini ia akan bertemu dengan Liam membahas kerja sama yang telah disepakati waktu itu.


Di rumah sendirian, rasanya sangatlah sepi. Tapi Mazaya menikmati kesendiriannya itu dengan menggambar kartun menggunakan aplikasi design di laptop nya. Mazaya tidak suka hanya berdiam diri saja ketika berada di rumah, sebisa mungkin meski sakit, ia akan melakukan aktivitas walau hanya sedikit.


Hingga waktu pun berlalu, pagi sudah menjadi siang, siang pun telah berganti sore.


Terdengar suara ketukan pintu di depan rumahnya. Dengan langkah yang pincang, Mazaya berjalan ke pintu dan membukakan pintunya.


"Lho? Liam? Ada apa kesini?" tanya Mazaya.


"Hanya memastikan keadaanmu saja. Aku mendengar kalau kau izin tidak masuk kerja karena sakit. Aku kan jadi heran. Kau sakit apa. Rupanya kakimu pincang ya? Kok bisa?" tanya Liam kemudian masuk ke dalam rumah Mazaya tanpa dipersilahkan masuk.


Mazaya mendengus kesal. Kalau saja ia tidak sakit, mungkin Liam sudah ia tendang begitu saja.


Bahkan Liam sudah duduk di sofa dengan tak tahu malunya.


"Ck! Kau ini tamu tapi tidak ada sopan-sopan nya sama sekali!" Mazaya berdecak.


"Biar saja. Lagipula, kau pun yang punya rumah tidak tahu etika menerima tamu. Kau bahkan tidak mempersilahkan aku masuk. Padahal aku datang untuk menjenguk mu. Bahkan aku sudah bawa buah tangan untukmu."


Liam menaruh paper bag yang berisi susu dan buah-buahan di dalamnya.

__ADS_1


Mazaya pun ikut duduk di depan Liam. Ia justru malah membahas pekerjaan.


"Bagaimana pertemuan tadi? Apa ada kendala atau ada yang diubah konsepnya?"


"Cih! Sepertinya di kepalamu itu isinya cuma kerja, kerja dan kerja. Kita lho bukan sedang di kantor atau meeting. Jadi, jangan bahas pekerjaan. Ceritakan saja bagaimana bisa kakimu sampai pincang begitu?" tanya Liam yang benar-benar penasaran.


Mazaya pun menceritakan apa yang terjadi kemarin juga tentang siapa yang pergi bersamanya. Mendengar hal itu membuat Liam menghela napasnya kasar.


"Kau masih berhubungan dengan mantan kekasihmu itu? Apa kau tidak bisa melihat kalau masih ada cinta di matanya? Perjanjian konyol kalian tentang hadiah itu hanya alasan saja untuk dia bisa bersamamu. Jangan bodoh!"


"Aku memang bodoh kalau urusan cinta. Bahkan sudah selama ini aku tidak bisa melupakannya. Bahkan aku juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa menghabiskan waktu bersamanya."


"Cih! Aku heran padamu Mazaya. Bilangnya ingin melupakan tapi kau justru malah memberinya harapan lagi untuk masuk. Jangan munafik! Kalau cinta ya dikejar!" saran Liam pada Mazaya.


Mazaya terdiam mendengar saran dari Liam. Untuk dikejar lagi, rasanya tidak mungkin. Mau dilihat dari sudut pandang apapun, sangat-sangat terlihat jauh perbedaannya. Ia sadar diri dan tidak ingin berharap pada kenyataan yang tak akan mungkin berpihak padanya.


Tak lama pintu pun diketuk kembali.


"Biar aku saja yang membukanya. Kau duduk saja disitu."


Mazaya pun menurut.

__ADS_1


Liam membukakan pintu rumah Mazaya dan terlihatlah siapa yang datang untuk bertemu. Liam menghilangkan kedua tangannya di dada. Ia seolah tengah menelisik dan mengintimidasi Jorell.


"Mau apa kau kesini?" tanya Liam.


"Aku tidak harus menjawab pertanyaanmu kan? Lagi pula aku datang untuk mengunjungi yang punya rumah. Sementara kau? Kau hanya orang lain," jawab Jorell yang tak kalah bisa membuat Liam sedikit menggeram.


"Liam! Siapa yang datang?" teriak Mazaya dari dalam rumah.


"Orang tidak penting!" sahut Liam pada Mazaya.


Mata Jorell langsung menajam. Ia tidak terima dikatakan orang tidak penting. Bagaimana pun juga ia pernah mengisi hari-hari indah di hidup Mazaya. Rasanya, kata tidak penting tidak cocok untuk dirinya.


"Pulanglah, Mazaya sudah ada yang mengunjunginya," usir Liam terang-terangan.


Jorell tidak mau pergi dari sana sebelum benar-benar melihat Mazaya. Hingga membuat Liam kesal sendiri.


"Rupanya kau sangat keras kepala juga ya!"


Karena Liam tak kunjung masuk ke dalam rumah, Mazaya pun menghampirinya ke depan pintu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Jorell ada disana.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2