Terjebak Cinta Jorell

Terjebak Cinta Jorell
Bab 29 - Tingkat cinta tertinggi adalah merelakan


__ADS_3

Adu mulut dengan Jefrey kala itu, membuat Margareth jadi terus kepikiran. Ia bahkan jadi terus memperhatikan anak keduanya. yang memang sudah seperti robot yang selalu melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Bangun, berangkat ke kantor, pulang, makan malam, tidur. Terus seperti itu, seperti orang yang tidak punya ambisi.


Tapi, hal itu memang mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaannya. Karena pas yang selalu diputuskan oleh Jorell membawa banyak perubahan.


Margareth pun membuka pintu kamar anak keduanya dan melihat Jorell yang malah sibuk menggambar di komputernya. Ya, kegiatan itulah yang bisa membuat Jorell melupakan beban pikiran di dalam kepalanya. Pelampiasan yang berguna daripada ia harus meratapi nasibnya yang tidak beruntung.


"Makan malam sudah siap, turunlah ke bawah," ucap Margareth.


Jorell mengangguk lalu berdiri.


Keduanya turun bersama, tapi tak ada kata-kata yang keluar. Mereka seperti orang asing yang tinggal di satu rumah yang sama. Di meja makan pun seperti itu, Jefrey merasa jengah sendiri. Ia seperti merasa sedang makan sendiri. Suasana sangat tidak menyenangkan. Mau protes pun percuma, mamanya terlalu egois dengan ambisinya dan menelantarkan kebahagiaan anaknya. Untungnya, ia belum sempat jatuh cinta pada wanita dulu, jadinya ia tidak menolak ketika dijodohkan.


Makan malam pun selesai dengan tanpa kata sebelum dan sesudahnya. Jorell kembali ke kamarnya dan meninggalkan mama dan kakaknya disana.


"Apa mama senang melihat Jorell seperti itu? Seperti tidak punya keinginan dalam hidupnya. Mama puas? Apa mama ingin yang lebih dari ini? Come on Ma. Tidak semua apa yang mama inginkan harus terwujud semua."


"Diam!"


Jefrey pun akhirnya diam tak lagi bicara.

__ADS_1


"Jangan coba-coba mengatur-atur mama, Jef. Mama tahu apa yang terbaik untuk adikmu."


"Ya, mama memang selalu melakukan yang terbaik untuk menghancurkan kebahagiaan anaknya. Aku akui itu," jawab Jefrey.


Margareth pun pergi dari sana dan kembali ke kamarnya.


Jefrey menghela napasnya. Ia merasa kasihan pada sang adik. Ingin membantunya tapi Jorell selalu tak ingin dibantu, karena takut kakaknya jadi terus-menerus berdebat dengan sang mama. Namun, Jefrey tetap tak menyerah. Sama seperti sekarang. Jefrey mendatangi kamar adiknya dan memberikan ponselnya agar Jorell bisa menghubungi Mazaya.


"Untuk apa?" tanya Jorell.


"Hubungi dia, aku tahu kau pasti memikirkannya."


"Tidak, meski memikirkannya pun, aku tidak mau mempersulit keadaan. Dia sudah cukup menderita karena ku," jawab Jorell.


Jefrey menghela napasnya.


Jorell menggeleng.


"Ini lebih baik kak. Mungkin memang sudah jalannya aku harus berpisah dengan Mazaya."

__ADS_1


"Tapi, kalian masih saling mencintai Rel. Aku tahu itu. Karena aku pun masih meminta orang untuk mengawasi semua kegiatan Mazaya. Dan Mazaya pun masih sendiri, dia masih mencintai mu," ucap Jefrey untuk membuka pikiran Jorell untuk berjuang demi cintanya.


"Saling mencintai, tidak harus saling memiliki kan kak? Katanya tingkat cinta tertinggi itu adalah merelakan, jadi aku akan merelakan dia bersama laki-laki lain."


Jefrey mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia seperti tak melihat adiknya yang selalu berjuang dan penuh semangat. Ia malah melihat Jorell yang putus asa akan keadaan.


"Tapi selagi masih bisa diperjuangkan, harusnya kau terus berjuang Rel."


"Sudahlah kak, aku pun menikmati semua ini. Jangan terlalu berjuang keras untuk kebahagiaanku. Aku akan tetap mengikuti apa yang mama mau. Mungkin itulah satu-satunya cara buat mama bahagia."


"Pers*tan dengan bahagia! Kalau kau sendiri tidak bahagia, untuk apa?"


"Lebih baik kakak pergi ke kamar dan tidur," usir Jorell secara halus.


Jefrey pun keluar dari sana dengan ras dongkolnya. Ia tak tahu lagi bagaimana membuat Jorell untuk melawan keputusan mamanya. Ia ingin adiknya bahagia seperti saat Jorell bersama Mazaya. Lagi-lagi Jefrey frustasi hingga mengacak-acak rambutnya.


"Sialan! Aku merasa seperti hidup di atas tumpukkan jarum!"


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2