Terjebak Cinta Jorell

Terjebak Cinta Jorell
Bab 32 - Tidak rela


__ADS_3

Setelah hampir satu bulan tak keluar dari rumah dan mengabiskan waktunya di kamar terus. Jefrey sebagai kakak jadi khawatir juga. Takutnya Jorell sudah tak memiliki semangat lagi dan malah terpuruk. Rasanya ia ingin sekali memaksa adiknya itu untuk melawan dan menentang sang mama. Tapi, entah kenapa adiknya itu tidak mau.


Sampai pada akhirnya, Jorell keluar sendiri dari kamar dan menemui Margareth ke ruangan kerjanya di rumah.


"Apa yang kau mau?" tanya Margareth.


"Aku mau balik ke London Ma. Tolong izinkan aku kesana. Lagian disana juga aku bisa mengurus perusahaan cabang milik keluarga kita. Lagipula disini pun, aku seperti tidak dianggap kehadirannya. Daripada mama pusing karena aku masih belum bisa melupakan Mazaya. Lebih baik aku pergi, dengan begitu aku tidak punya waktu untuk bertemu Mazaya karena jarak yang membentang lebih jauh."


Margareth tampak terdiam tapi ia tak bisa menolaknya. Keputusan Jorell memang yang terbaik untuk saat ini.


"Baiklah, mama akan urus semua berkas-berkas pemindahan mu ke perusahaan cabang."


"Thank you Ma," ucap Jorell sambil memeluk sang mama.


Margareth awalnya begitu kaget karena tak biasanya Jorell seperti ini. Tapi ia merasa, ada yang berbeda dari sikap putranya ini.


Jorell pun masuk ke dalam kamarnya lagi dan membereskan pakaian ke dalam koper. Cepat atau lambat dia akan pergi. Disini hanya menyisakan kenangan indah bersama dengan Mazaya. Kenangan buruknya, Jorell buang jauh-jauh.


"Aku tidak menyerah untuk mencintaimu. Aku cuma pergi sebentar untuk memulihkan pikiranku dan ingin memikirkan cara supaya mama bisa menerimamu ke dalam kehidupanku. Semoga kau bisa mengerti walaupun aku tidak bisa memberikan kabar apapun."

__ADS_1


*


*


Keesokan harinya di saat sarapan, Margareth tampak termenung memikirkan anaknya yang akan kembali ke London. Sejujurnya, ia tidak rela jika anaknya harus pergi lagi. Tapi, apa yang bisa diperbuatnya? Tidak ada.


"Mama kenapa? Mama sakit?" tanya Jefrey.


Margareth menggeleng.


"Adikmu mau balik lagi ke London."


"Terus mama mengizinkan?" tanya Jefrey lagi.


"Lalu? Mama harus menolaknya? Baliknya Jorell ke London itu bagus agar dia bisa melupakan Mazaya dan mencari wanita yang sepadan dengan kita."


"Ma! Bisa nggak sih jangan egois dan memikirkan perbedaan status sosial? Memang apa salahnya mencintai wanita yang berbeda dengan kita? Tidak ada yang salah Ma. Cinta itu tidak bisa ditebak kapan datangnya dan pada siapa!"


"Mama lagi nggak mau bahas itu! Jadi tolong makan saja sarapanmu dan segeralah berangkat ke kantor!" ucap Margareth kemudian menyuapkan makanan terakhirnya ke dalam mulut dan pergi meninggalkan Jefrey sendirian di meja makan.

__ADS_1


Jefrey tampak menghela napasnya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan mamanya. Apa mamanya dulu tak pernah jatuh cinta?


Selesai sarapan, Jefrey mengetuk pintu kamar Jorell, tapi pintunya tak kunjung dibuka oleh adiknya. Padahal ia ingin memberikan nasehat dan saran ke adiknya untuk tidak mengambil keputusan tanpa memikirkan matang-matang. Tapi, ya sudahlah. Karena tak ada jawaban, Jefrey pun berangkat ke kantor.


*


*


Di dalam kamar, Margareth menatap foto kebersamaannya bersama anak-anaknya. Disana banyak sekali fotonya bersama Jefrey, tapi hanya sedikit foto bersama Jorell. Margareth terduduk sambil terus menatap foto-foto itu.


Di satu sisi ia senang karena kemungkinan Jorell bisa melupakan Mazaya, tapi di sisi lain, ia pun tak ingin jauh dari putranya.


Selesai melihat-lihat foto, ia pun keluar dari kamar dan berangkat kerja.


*


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2