Terjebak Cinta Jorell

Terjebak Cinta Jorell
Bab 33 - Direstui


__ADS_3

Beberapa hari sebelum keberangkatan Jorell ke London, Jefrey menasehati mamanya lagi untuk mengalah saja. Tapi mamanya masih tidak mau.


Jadilah Jefrey menceritakan tentang Mazaya ke mamanya.


"Ma, asal mama tahu, Jorell memberikan mama hadiah bros yang selalu mama pakai kemana-mana itu atas perintah dari Mazaya. Katanya, Mazaya bilang padanya, 'Seorang ibu itu pasti akan menghargai apapun pemberian anaknya walaupun hanya hal sederhana.' dan bros kupu-kupu itu juga pilihan dari Mazaya. Apa mama tidak merasa selama Jorell bersama Mazaya, anak itu berubah jadi semakin sweet dan menuruti apapun ucapan mama? Bahkan meski harus menyakiti perasaannya sendiri. Dia rela ma. Apa mama tidak ingin membiarkannya bahagia dengan pilihannya sendiri? Sesulit itukah Ma? Coba deh mama ingat-ingat lagi perlakuan Jorell ke mama yang sweet dan berbeda dari biasanya. Ia itu semua karena Mazaya Ma. Mama harus akui itu. Mazaya membawa vibe positif ke Jorell. Jadi tolong Ma. Hentikan kepergian Jorell dan restui mereka berdua."


Margareth tak menanggapi ucapan Jefrey karena ia langsung pergi begitu saja ke kamarnya. Ia langsung mengingat semua perlakuan manis dan romantis anaknya ke dirinya saat memberikan kado bros kupu-kupu dan bahkan mengucapkan terima kasih sambil memeluk dirinya. Margareth jadi menangis dan bersedih. Ia kini sadar, kalau memang perubahan dalam diri Jorell berkat kehadiran Mazaya.


*


*


Hari keberangkatan Jorell ke London pun tiba. Ia diantar pergi ke bandara oleh supir dari keluarganya. Jorell tak mau diantar oleh kakak dan mamanya.


Setibanya di bandara, ia menatap ke arah belakang sebelum melakukan check-in. Ia sangat berharap ada kehadiran Mazaya disana. Namun, semua itu hanya harapan semu yang tak mungkin bisa terwujud.


Sampai ketika Jorel sudah berjalan beberapa langkah untuk check-in. Ia samar-samar mendengar suara orang yang memanggil-manggil namanya. Tapi tak ia hiraukan begitu saja. Karena ia berpikir ia salah mendengar.


"JORELL!"


Suara itu terdengar sangat keras dan nyata di telinganya. Ia pun menoleh ke belakang dan mendapati Mazaya yang ada disana dengan napas yang masih tak beraturan seperti habis berlari. Jorell pun menghampiri Mazaya dan menanyakan kenapa wanita itu bisa ada disini dan tahu kalau dirinya akan pergi.

__ADS_1


Mazaya pun menceritakan semuanya.


Sehari sebelum keberangkatan Jorell, Margareth pergi ke kota dimana Mazaya berada. Ia sengaja menemui Mazaya untuk memastikan banyak hal.


"Ada apa lagi, Anda mendatangi saya? Saya sudah tak pernah lagi bertemu bahkan saling berkomunikasi dengan anak Anda. Kalau semua itu belum cukup. Baiklah, saya akan keluar dari perusahaan Anda."


"Dengarkan saya dulu. Saya ingin memastikan berbagai hal."


Mazaya tampak mengerutkan alisnya. Ia merasa kedatangan Margareth kali ini memiliki aura yang berbeda. Tak seperti biasanya yang penuh dengan ancaman dan suasana yang menegangkan.


"Apa kamu benar-benar mencintai anak saya?"


"Apa saya harus menjawabnya? Tidak perlu saya jawab pun anda sudah tahu."


"Iya, saya mencintai anak Anda karena kebaikannya dan semua hal yang dia lakukan untuk saya."


"Kamu tidak mencintainya karena dia anak orang kaya kan?"


"Kalau saya mencintainya karena uangnya, saya pasti sudah minta uang dari dulu padanya. Kecuali uang yang waktu itu saya dapatkan dari Anda. Saya hanya realistis karena memang sedang membutuhkan."


"Apa kamu bisa berjanji ke saya?"

__ADS_1


"Saya tidak bisa melakukan janji dengan sembarang orang. Anda bukan orang yang patut untuk memiliki janji dengan saya."


Meski jawaban Mazaya seperti itu, Margareth tetap mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan.


"Berjanjilah untuk tetap ada di samping putraku. Uruslah perusahaan bersama dengannya. Saya yakin kamu bisa melakukan itu. Saya sadar selama ini saya terlalu egois dan memaksakan kehendak saya sendiri. Tapi, ketika Jorell mengatakan ingin pergi ke London. Saya tidak rela. Saya tidak ingin berpisah lagi dengannya. Tapi saya tidak bisa melarangnya karena itu sudah keputusannya. Saya berharap kamu bisa melarangnya dengan mencegahnya untuk pergi. Saya sudah merestui kalian berdua. Saya akan mencoba menerima ini semua. Yang terpenting Jorell bisa bahagia dengan pilihannya."


Mazaya agak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Margareth. Ia bahkan merasa kalau semua ini adalah mimpi, tapi ternyata semua ini nyata. Yang di hadapannya benar-benar Margareth, mamanya Jorell.


"Tolong hentikan kepergian Jorell!"


Itulah permintaan dari Margareth ke Mazaya. Makanya Mazaya langsung mengambil izin beberapa hari untuk pergi ke Jakarta. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Margareth.


"Seperti itulah ceritanya kenapa aku bisa ada disini, di hadapanmu sekarang. Apa kau akan tetap pergi? Kalau kau pergi, itu artinya kau memilih hubungan kita benar-benar berakhir. Padahal mamamu sudah merestui kita berdua."


"Mana mungkin aku jadi pergi, kalau ada seorang wanita yang sampai mengejar ku ke bandara dengan keadaan ngos-ngosan begini. Itu artinya dia benar-benar tidak ingin aku pergi. Apa kita bisa memulai semuanya lagi? Benar tidak akan ada halangan lagi?"


Mazaya mengangguk. Jorell pun langsung memeluk Mazaya saking rindu dan bahagianya. Ia sedikit tidak percaya, ternyata mamanya bisa mengalah dan memikirkan kebahagiaannya juga.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2